You Now Here »

Benarkah Orang Kebanyakan Indonesia Baru Taat Kalau Diawasi Dan Takut Kena Denda?  (Read 80 times - 108 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,024
  • Poin: 25.103
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Njoto:
Harus dimulai dari dini untuk respect dan menghormati orang lain... dimulai dengan berani mengucapkan kata: tolong, maaf, terima kasih

«§» deserted:
5 kata yg sulit diucapkan :
-tolong
-maaf
-terimakasih
-permisi
(lupa kata ke-5 .. hehehhee)

Widodo SP:
Kata kelima: Kamu Benar dan Saya Memang Salah ????

Felix lai:
Kalau di Singapore tidak selalu pelanggar aturan dihukum atau didenda, sering hanya berupa teguran saja.
Contoh jika ada penumpang MRT yang melanggar aturan malah penumpang lain ramai" menegurnya sehingga si pelanggar sampai merasa malu, beda dengan di indonesia ketika ada yang menegur malah si pelanggar lebih galak dan ngajak berantem.
Seperti ketika kita menyerobot antrian naik taxi maka sang supir sendiri yang menolak penumpang tsb.
Jadi yang membuat seseorang melanggar aturan karena tingkat kesadaran masyrakat yang masih sangat" rendah walaupun orang tsb berpendidikan tinggi sekalipun.
Memang awal diterapkan sebuah aturan tentu harus tegas dalam memberikan sanksi tanpa pandang bulu sehingga lama kelamaan masyarakat akan disiplin dengan sendirinya dan tentu itu butuh waktu cukup panjang.

«§» deserted:
tingkat kesadaran adalah salah satu faktor pembentuk kedewasaan kolektif.

C Jon:
Pada umumnya di wilayah bekas koloni kulit putih, warga inlander nya susah utk patuh aturan kecuali krn takut dihukum.
PM Lee Kuan Yew melihat masalah ini, maka dng tangan besi dia menerapkan aturan dibarengi ancaman hukuman berat, tdk hanya utk warga, juga utk aparat yg bermental korup.
Di negeri ini belum ada pemimpin seberani PM LKY, krn elit politik yg ngga punya kemauan politik membuat negeri ini teratur dan tertib. Selain itu, kalau pun ada aturan yg dibuat dng baik, dipelintir oleh birokrat yg korup utk memeras warganya.
Entah perlu berapa generasi utk membersihkan mental korup yg sudah membudaya ini.

«§» deserted:
di zaman yg dekat dgn masa soekarno masih hidup pasti orang indo jauh lebih disiplin seperti orang SG.

entah gimana beberapa puluh tahun setelah kematian lee kuan yew apakah orang² SG masih tetap disiplin?

C Jon:
Ketakutan melanggar hukum sudah tertanam dalam diri mereka, sehingga WN Singapura dikenal sbg ‘kiashu’, warga yg takut melanggar hukum.
Tapi anehnya, begitu mereka masuk wilayah Indonesia, kelakuan mereka sama aja spt WNI yg doyan nabrak aturan.

«§» deserted:
yg perlu dipelajari adalah : kenapa mereka takut melanggar hukum?
apakah karena takut denda?
atau takut ancaman neraka?
atau karena kesadaran sendiri?

dan jika karena kesadaran sendiri, sadar karena apa?
sadar karena harga diri bangsa?
atau agar tidak dipermalukan di hadapan masyarakat yg beradab?

atau penyebabnya ketaatan mereka adalah faktor ‘x’?

«§» deserted:
dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung.

kambing bisa berperilaku seperti babi jika ditempatkan di kandang babi
tapiiii .... babi tetaplah babi walau ditempatkan di dalam istana.

«§» deserted:
1.  makacih udah quote komen guwe? ???
2. benar sekali, mentalitas bangsa terjajah menyebabkan keterlambatan perkembangan kedewasaan kolektif bangsa.
3. secara socio kultur, orang singapore (SG) dan orang indo masih sama.
singapore bisa tertib karena jumlahnya sedikit makanya mudah dikendalikan.
bapak bangsanya (lee kuan yew) walau sudah meninggal tapi rakyat SG sekarang masih hidup sezaman dgn bapak bangsanya sehingga aura masih terasa.
sedangkan indo, soekarno sudah lama meninggal, anak zaman sekarang sudah gak kenal soekarno, bahkan gak sedikit kadrun yg menghina soekarno.
intinya, indo butuh figur bapak bangsa yg hidup sezaman dgn rakyatnya.
makanya gue sangat antusias mengetahui jokowi akan melaksanakan revolusi mental tapi jokowi hanya sebatas presiden infrastruktur.
4. sistem pendidikan dasar yg salah kaprah.
hanya fokus pada pendidikan agama sedangkan pendidikan agamanya malah fokus pada hal² teknis keagamaan (tata cara ibadah, doktrin keagamaan) tapi memberikan porsi sangat sedikit pada pendidikan moral, mental, disiplin dll.

saran : revolusi sistem pendidikan, terutama pendidikan dasar yg lebih fokus pada pendidikan moral, mental, disiplin.
terinspirasi dari pendidikan dasar di jepang, anak² kelas 1 s/d 4 belom diajarkan pendidikan formal (math sciencie etc) tapi hanya diajarkan disiplin, moral; barulah setelah kelas 4 keatas mulai diajarkan pendidikan formal.
pendidikan agama harus fokus pada pendidikan moral yg universal lintas agama, jangan moral menurut definisi agama tersebut.

F545150:
Peradaban maju berkembang terlalu cepat... sedangkan Mental nya msh mental jaman erektus... jd blm sesuai dgn peradaban modern dan maju..

Pendiam:
Pantesan ada kaum yg gampang erektus

hoetomo:
kelamaan di-didik sama arab

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Benarkah Orang Kebanyakan Indonesia Baru Taat Kalau Diawasi Dan Takut Kena Denda? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/benarkah-orang-kebanyakan-indonesia-baru-taat-7sD0HEuyP7

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: