You Now Here »

Label Radikal Pada Santri Menutup Telinga Itu Berlebihan  (Read 66 times - 118 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,872
  • Poin: 24.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Label Radikal Pada Santri Menutup Telinga Itu Berlebihan
« on: September 17, 2021, 08:17:32 PM »




Joker:
sy juga pernah mondok boss.. tapi gk begitu amat.. itu musik bukan petasan..
di kasih label radikal memang tidak pantas.. tapi ada bibit dan benih disitu..
tanya saja.. khilafah  atau NKRI.. sudah bisa ditebak jawaban nya !!!

Tony Gede:
Mbak Yenny Wahid juga udah menjelaskan hal yg serupa.

Intinya, anak2 pesantren ini ga sama ceritanya dengan si mantan musisi Noah yg norak kelewatan itu.

hoetomo:
kalau menutup telinga boleh2 saja meskipun ini lumayan belajar radikal juga    , cuma saya kuatir kalau nanti ada ajaran radikal boleh membunuh kafir yang sudah membuatkan mobil , sepeda motor , internet , HP , kapal  , teknologi pangan dll.
Seperti gaya2 kaumnya kalau awal2 debat , gayanya halus , lemah lembut , sopan tetapi kalau terdesak ( ketahuan ada yang nggak benar ) keluar sifat aslinya (kebencian ) ,  aa uu  aaa  uuuu  bahkan bisa ngamuk (amok).
hindari perdebatan dengan penampilan phisik , cukup di youtube saja.

Indisen:
Simple aja. Untuk melawan radikalisme itu harus sejak dini, memang berlebihan tapi yang waspada juga ga salah.. Karena itu terjadi saat antri vaksinasi..

hoetomo:
lagi belajar radikal :  section 1

Lanina:
Labil iman

Rana didjaja:
yg mesti peka thd para pemimpin dan pengajar di pesantren -pesantren klo aturan internal jangan dibawa keluar atau umum.krn ada adab dan keumuman/publik ,sosio kultur.meski ngga salah,haknya ya itu tadi masyarakat umum yg ngga ngerti kebiasaan pesantren jadi tersinggung dgn sikap para santri krn memutar musik.

septian rc:
Radikal Agama itu menurut saya kalo sudah mengagungkan kepercayaan tertentu dan merendahkan kepercayaan lain.

Utk contoh santri ini, sekedar referensi cobalah melihat kuil atau wihara Budha. Dimana para biksu terisolasi dari dunia luar juga dan harus menaati disiplin ketat peraturan kuil tempat calon biksu itu belajar. Bahkan jauh lebih "keras" dibanding cara santri itu dididik..

Saya non muslim, tapi menghargai tata cara pembelajaran santri tsb, selama tidak disusupi ajaran radikal seperti yg saya sebut diawal.

TR Kurniawan:
Hak orang mau dengar musik atau tutup telinga ............ tidak ada masalah santai saja ........ kalau ada yang muter musik lalu nyuruh matikan baru radikal karena melanggar hak orang lain .......

tri:
sejak kecil sdh diajarkan untuk mendapatkan kemudahan, bukan sebuah tantangan yang nyata ... saat melakukan sesuatu, ada godaan, maka godaannya yg harus menyingkir, belajar menghafal, maka tak boleh ada suara lain (musik), menjalani puasa maka warung-warung harus tutup, yang terjadi akhirnya semua harus membuat diri sendiri nyaman, tanpa mempedulikan orang lain

firman proindo:
Azan pakai toa itu juga berlebihan

Fajar Kurniawansyah:
ah itu hanya alay nya anak muda yg lagi nyantri aja, nanti kl sdh selesai nyantri ya bisa nikmati lagi dangdut koplo nya. Ya gak mas Alif?...hehehe...

ivan:
yg jd pertanyaan, apakah anak seusia santri yg ada di video sdh bs menentukan secara independen tanpa campur tangan orang tua/org dewasa lainya dlm menentukan pilihan hidupnya? trs apa sih guna nya hafal kitab yg dikatakan suci?

Rana didjaja:
setiap kelompok,komunitas,organisasi,lembaga,dan negara,kebaikannya ditentukan oleh  kecakapan pemimpinnya dalam memimpin mereka

august ballers:
kasihan aja, logikanya dimatikan sementara tafsir yg harusnya jadi satu2nya pedoman malah dibelokkan

Stevanes Ariffin:
Iya sih, korelasi antara tutup kuping dengan musik yg disetel, tidak selalu menunjukkan radikalisme. Bisa aja tuh musik yg disetel terlalu berisik, atau saat itu terjadi feedback sehingga timbul suara "nguikkk" yg berisik.

Johan Mulyadi T:
Tapi itu sudah merupakan dasar2 melawan ke-umuman, yang bukan tidak mungkin bisa berkembang menjadi radikalisme setelah di brain wash lebih lanjut oleh pendidik2nya.

Ulido Jaya:
AZAN JUGA MENGELUARKAN NADA MUSIK BAGAIMANA ITU?,
QASIDAH JUGA! BAGAIMANA iTU?

F545150:
Kadruns mah denger musik tutup telinga.. tapi liat cewek bug1l mata terbelalak ! Toket mana toket.. power ob lob dan akhirnya berakhir di tahanan setelah 3 taon pergi umroh

Jesse Sihombing:
Komen saya sih kok segitunya kalau dengar musik disuruh tutup telinga.

Victor Drummond:
Itu ketakutan semua mau disuntik, isinya kan mengandung babi hahahah

Abyudaya Dakara:
Dulu (jaman wali songo). gak pernah ada hal2 seperti begini,,,, aneh memang seolah olah jaman mundur ke jaman purba kuno.
yang jelas pemupukan ajaran yg berbeda sudah nampak dipermukaan.

iam hêylêl:
Cuma dengar lagu selama antri vaksin ganggu afalan dan konsetrasi menghafal selama di pesantren? Yg benar aja.. si the book of eli aja dgr lagu..  cmon.. ahaha

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Label Radikal Pada Santri Menutup Telinga Itu Berlebihan Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/label-radikal-pada-santri-menutup-telinga-itu-shDtAPYAlR

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: