You Now Here »

Khas Wong Solo! Cara Jokowi Mewarning Megawati: Yusril & Moeldoko Utak Atik Demokrat  (Read 70 times - 96 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 24,872
  • Poin: 24.951
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Roedy Siswanto:
Om Aven , sampeyan itu sering punya pandangan menarik yg menggelitik dan edukatif . Bagus om . Ditunggu artikelnya om ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Aven Jaman:
Makasih Om. Semoga tak terjebak dlm cucokologi aja Om.

Roedy Siswanto:
Saya yakin, dng basis literasi anda , itu tdk akan terjadi ??? ??? ??? ???

Njoto:
Selama ini kita mengenal ada strategi perang sun tzu... setelah ini berharap ada buku strategi perang Jokowi

Sehingga presiden berikutnya beserta semua kepala daerah bisa memetik ilmu kepemimpinan a la Jolowi

Regenerasi perlu dilakukan secara berkesinambungan, agar pengalaman sejarah Majapahit tidak terulang... di mana setelah lengsernya Gajah Mada, membuat pamor Majapahit menurun karena tidak ada penerusnya yg cakap

Aven Jaman:
Amin Om. Saya melihat Pakdhe sedang menuju itu. Mudah2an amatanku tdk salah.

larick irenk:
Jadi skrg ini cuma ada 2 partai yg sesuai dengan gugata Yusril, 2 partai tsb adalah PKS dan Golkar, krn partai lain sangat sarat nepotisme.

si memble:
Mantul artikelnya, setuju jika saat ini PT yg 20% blom bisa dikatakan mewakili suara rakyat, yg diwakili mungkin hanya suara oligharki  pengurus dan ketum. Dalam hal ini Nasdem dgn konvensi capresnya sudah lebih maju selangkah dibandingkan kalo hanya kasi cek kosong kpd ketum dan pengurus saja. Cuman apakah ini ada langkah kuda Jokowi, sy tunggu artikel lanjutannya.

Aven Jaman:
Siap...saya coba menunjukkan tanda2nya. Cuma apakah faktanya benar begitu atau tidak, mari2 sama2 kita akan menilainya sampe 2024 nanti.

Toto Mulyanto:
Mantap, Pak aven. Saya tunggu berikutnya

Aven Jaman:
Siap Om. Besok terbitnya Om.

Andy Wijaya:
Dengarkan suara rakyat jika mau menang.

jane ora dong:
Suara rakyat dan hak rakyat hanya sebatas bilik suara, selebihnya hanya menunggu pemilihan berikutnya.
Tunggu berita2 mengejutkan mulai akhir 2022 sampai awal 2023, semoga tdk terjadi gejolak yg berdampak pd rakyat langsung.
Kalau ingin menang jangan korupsi itu kuncinya, tp setelah menang beda lagi kuncinya, adakah politisi jujur ? Mungkin kelihatan jujur, masalahnya cuma belum terungkap saja itu kata yg lbh tepat.
Masih percayakah kita tentang politik itu jujur ?
Kita tunggu terungkapnya para pengusaha jasa cucian dan jasa titipan satu demi satu.

Aven Jaman:
Ini yg hendak dibenahi Pakdhe sepertinya Om.

jane ora dong:
Maka dari itu kalau ada yg meniupkan mendegradasi partai melalui opini menyerang partai sepertinya tdk diperlukan adalah salah besar, pertarungan 2024 diperlukan uu dan aturan pemilu perbaikan utk menuju pemilu yg lbh baik, itulah pertarungan sesungguhnya dan itu pertarungan politik besar utk menang, bukan hanya siapa orangnya calon yg maju.
Tetap gaungkan jaga demokrasi dan  pancasila nkri tetap utuh siapapun pemimpin berikutnya.
Hati2 orba modifikasi dan khilafah didepan mata.

Aven Jaman:
Betul. Dan sepertinya itulah yg hendak ditunjukkan Pakdhe menurutku. Nantikan analisaku terkait itu ya Om.

Love NKRI:
Baru kali ini merasa penasaran dg kelanjutan opini.
Dtgg sgr om

Aven Jaman:
Sudah rampung. Cek saja link di akhir tulisan di atas. Tapi maaf, besok ya baru saya buka akses ke sana. Mhn bersabar ya Om.

andrea:
Knp yusril yg salah...? Kan yusril perannya sbg kuasa hukum dan penggugatnya adalah PD kubu muldoko

Aven Jaman:
Itu karena yg digugat adalah AD/ART partai. Kan kalau dinalar, apanya yg salah dg AD/ART partai?

Ga ada yg salah jika dibaca hanya sampai pada melanggar hukum atau tidak. Makanya banyak pengamat menilai itu salah alamat.

Nah, melalui artikel ini saya hendak tunjukkan bahwa yg dilakukan Yusril malah baik karena yg dia gugat sebetulnya hal yg secara moral bisa dilanggar oleh Demokrat nantinya.

Ambang batas PT berapa utk bisa capreskan kader sendiri? Sementara persentase yg dipakai adalah pemilu 2019 saat Demokrat masih satu. Sekarang kan PD terbelah. Jelas secara moral nanti salah apabila PD capreskan calon sendiri.

Sampe sini paham ya, mudah2an. ??? ?????

andrea:
Yg menggugat kan org" demokrat jg bukan yusril, knp yusril yg di salahkan

Aven Jaman:
Sabar, ini anda bertanya ke siapa? Ke saya selaku penulis artikel ini atau ke pengamat yg menyalahkan langkah Yusril? Aku mau tau itu dlu sob. ??? ?????

andrea:
Ea ke ente lah boss... moso ke pengamat, kan yg bikin opini ente.
Di opini yg ente tulis jls" ente mengatakan yusril salah
(click to show)


Aven Jaman:
Noh baca baik2 dua SS berikut...
(click to show)


Aven Jaman:
Waduh...kan udah dijelasin tuh di artikelnya. Pasti baca sambil lalu aja nih.

Jelas aku di artikel hanya mengafirmasi pernyataan para pengamat bahwa langkah Yusril ini salah alamat dengan catatan bahwa:

Jika basis yg dipakai adalah prinsip melanggar hukum. Sebab tak ada pelanggaran hukum yg dibuat AD/ART partai denokrat.

Maka gugat AD/ART itu bisa dikatakan salah alamat seperti penilaian banyak pengamat. Sudah pula saya jelaskan di komen sebelumnya. Masa ga paham juga sob?

Aven Jaman:
Juga ini
(click to show)


Sudaryanto:
Opini yang bagus om..dinamika politik Indonesia memang harus segera berubah..karena perubahan cepat atau lambat pasti akan terjadi..dan tatkala Indonesia tidak mau berubah niscaya Indonesia akan ditinggal oleh perubahan dan hanya jadi penonton dari perubahan tersebut. Perubahan itu cepat atau lambat pasti akan terjadi ..oleh karenanya hanya para cucunguk saja yang tidak mau berubah. Dan yang terpenting sebagai masyarakat kita tidak boleh apriori dengan perubahan. 
Semoga jni menjadi titik awal yang baik membuka cara berfikir kita semua. Karena semua demi kemajuan kapal besar Ind ONE sia

Aven Jaman:
Terima kasih Om. Semoga artikelnya berhasil bantu buka wawasan bahwa selama ini partai benar2 membelenggu kita jelata biasa utk munculkan calon alternatif selain kehendak Ketum Parpol misalnya.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Khas Wong Solo! Cara Jokowi Mewarning Megawati: Yusril & Moeldoko Utak Atik Demokrat Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/khas-wong-solo-cara-jokowi-mewarning-megawati-jI4oqEanHf

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: