You Now Here »

Bahaya, Beragama Seperti Kanak Kanak  (Read 85 times - 37 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,024
  • Poin: 25.103
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Bahaya, Beragama Seperti Kanak Kanak
« on: October 17, 2021, 08:08:21 PM »




Martabak Sweet:
Masalah ini tidak akan usai kalau banyak orang seperti Penulis.
Selalu mencampur aduk "seyogyanya" atau "seharusnya" dengan "realita lapangan" atau "realita ajaran dan penerapannya" yang bertolak belakang.

Harus berani menghadapi realita dan mengakui kalau ada yang salah baru bisa memperbaiki.

Kalau setiap saat berlindung dibalik "oknum", "apapun yang diciptakan Tuhan pasti baik" sambil tutup mata, ya mana mungkin usai?

Kecoak, paham korupsi, agama, semua diciptakan Tuhan (buktinya mana), berarti semuanya baik kan (sesuai alur logika penulis). Tidak boleh pilih pilih Bang, semuanya atau tidak sama sekali, sesuai alur logika anda.

Penyelesaian masalah bukan ngawang-ngawang di negeri dongeng.

Jadi ada benarnya ungkapan jika agama itu sebenarnya hanya untuk orang yang dewasa dalam berpikir dan berperilaku.

Yang terjadi adalah ada sebuah ideologi yang "ngaku sendiri" sebagai Agama yang membuat orang dewasa jadi kanak kanak. Terlalu banyak bukti empirisnya untuk diplintir dan ngeles menggunakan ngeles klasik "oknum" dan "XYZ pasti 100% selalu baik, tidak mungkin tidak".

Martabak Sweet:
Nih salah satu bukti empiris. Ijin copas dari komentator Titiek

hingga seorang Gus Dur pernah bilang "di agama saya itu (Islam) kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa"


«§» fiat sapientia praevalet:
padahal azan adalah ide dari seorang budak yg bernama bilal, azan bukanlah perintah alloh atau mamad.
dan itupun azan diteriakkan langsung tanpa alat pengeras suara.

apakah ide seorang budak bisa dijadikan ajaran agama yg katanya adalah perintah dari alloh?

Martabak Sweet:
Rocky Gerung yang menciptakan Tuhan.
Habib Bule yang menyiksa anak kecil dan punya pesantren yang menciptakan Tuhan.
Abu Bakar dan pembom bali dan Surabaya yang menciptakan Tuhan.

Jadi semua diatas sudah pasti 100% "baik", tidak mungkin Tuhan menciptakan yang tidak baik.
Kalaupun Rocky Gerung tidak baik, itu adalah oknum sel sel dan molekul molekul tubuhnya yang berbeda sendiri, seperti sel sel bulu ketiak, alis mata yang berbeda sendiri dengan sel sel tubuh lainnya yang diciptakan pasti 100% baik tanpa cacat dan cela.

«§» fiat sapientia praevalet:
bulu ketiak, alis mata, atau bulu² lainnya bukanlah suatu kecacatan atau kelainan tapi suatu specialisasi yg dikhususkan.

sama seperti tuhan sengaja membuat firaun tetap keras kepala utk dihancurkan, begitu juga beberapa orang dibuat utk dihancurkan.
tapi kita bertugas utk sedapat mungkin menyelamatkan yg masih bisa diselamatkan.

Titiek:
Cadas ????
Fakta menarik juga bhw seorang Martabak Sweet menanggapi secara keras, sementara seorang Gus Dur menanggapi secara berseloroh.. ????

Martabak Sweet:
Berseloroh juga sebenarnya. Menulisnya sambil tertawa-tawa. Yang punya sense of humor pasti mengerti. :)

Awalnya berpikir, mau nyinyir dan julid saja terhadap muslim "ndableg", tapi tidak jadi. :)

«§» fiat sapientia praevalet:
zombie pasti akan selalu tiarap kalo udah begini.

«§» fiat sapientia praevalet:
•> jangan seperti bangsa barat yg walau bebas berpendapat tapi cenderung cuek tentang agama atau keimanan.
•> juga jangan seperti bangsa asia fanatik yg begitu kekanakan memaksakan agama dan keimanan dgn hoax, kebohongan, bahkan ancaman.

let's take the middle way :
--> bebas diskusi atau debat tentang agama dan keimanan tanpa hoax kebohongan dan ancaman.
--> berani jujur mengakui dan menerima kenyataan dari semua jenis agama dan keimanan yg ada.
--> kebenaran hanya satu dan itulah yg dicari dan setiap diskusi

the result :
*apapun yg dipilih itu terserah kamu dan tanggungjawab kamu asalkan kamu sudah mendengarkan dan mempelajari hal² yg sebenarnya dan sejujurnya tentang semua agama dan keimanan yg ada.
*janganlah memilih karena tidak tau atau kurangnya pengetahuan tentang semua yg ada tapi memilih karena dgn sadar dan penuh pengetahuan akan apa yg dipilih.

∆ karena orang dihukum bukan karena tidak tau tapi karena setelah tau.

paijo andong:
agama hanyalah hasil ciptaan manusia yang ingin menguasai manusia lain... dan Tuhan dalam agama adalah hanya hasil imajinasi dari sang pencipta agama atas hal yang diluar kemampuan berpikirnya pada masa agama itu diciptakan. logika gampangnya adalah kalau benar Tuhan itu ada sejak jaman bumi diciptakan, apakah agama akan sebanyak sekarang ini? bukankah semua agama percaya hanya ada satu Tuhan hingga disebut Yang Maha Esa? jadi silahkan mereka meributkan apa yang sebenarnya tidak mereka pahami dan biarkan mereka percayai apa yang belum bisa diungkap.

«§» fiat sapientia praevalet:
gue sebenarnya pengen konversi orang tapi gue ambil jalan tengah : terserah apapun dan berapapun yg kamu sembah asalkan tidak merugikan dan menyakiti orang lain.

hapuskan : ayat² perang, ayat² kebencian, ayat² hoax, ayat² pembodohan.
agama bukanlah utk membunuh, membenci, menipu, membodohi.

Dw Pt:
Apakah Tuhan menciptakan agama?
Rasanya tidak..

iam hêylêl:
ane rasa orang orang sudah bisa mentoleransinya 
cuma desible yang perlu di atur kalo TOA tuh.
untuk sholat Subuh sebaiknaya level volume dibawah dari level Siang.
orang terganggu pada jam subuh, karena level desiblenya masih level Siang hari.

ahaha

Titiek:
Tema usang tapi tetap faktual ttg perilaku muslim ndableg di Indonesia.


hingga seorang Gus Dur pernah bilang "di agama saya itu (Islam) kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa"

«§» fiat sapientia praevalet:
jadi ingat slogan begini : katakan  maha mendengar pada(hal) harus diteriakin pake toa.

Titiek:
He he ya gitu deh. Padahal sdh ada Instruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag th 1978 tentang Penggunaan Pengeras Suara di Masjid.

Tapi mungkin krn komplikasi penyakit ndableg, cuek & kebodohan jadi urusan toa aja ga beres2 smp sekarang.

«§» fiat sapientia praevalet:
demi agama zombie, walau melanggar peraturan, semua zombie kompak diam.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Bahaya, Beragama Seperti Kanak Kanak Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/bahaya-beragama-seperti-kanak-kanak-RIaNaoPSXR

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: