You Now Here »

(Mari Bicara Jujur!) Kupas Tuntas Bisnis PCR Luhut, Dompet Dhuafa, Bosowa, Dll  (Read 83 times - 44 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,024
  • Poin: 25.103
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
Hal berikutnya yang bisa membuat harga tinggi adalah monopoli, tapi karena pemain PCR ini banyak seharusnya faktor ini tidak mempengaruhi, kecuali kalau semua perusahaan yang ada bersepakat untuk tidak perang harga alias tidak merusak harga pasaran.


Penulis yang smart dan teliti.

Indisen:
Luhut bilang silakan audit, tapi nanti dia akan balik audit. Hmm, prediksi gw ga akan ada yang berani audit, karena saling menutupi borok.

«§» haholongan panggoaran:
ada oligopoli, semacam sindikat PCR, setiap pengusaha pcr kompak pasang tarif.

jokowi terbelenggu oleh kakitangan²nya yg merangkap pengusaha culas, membisniskan pandemi.
jokowi gak bisa berkutik karena si kakitangan tsb berjasa besar bagi berdirinya rezim jokowi.

Martabak Sweet:
Betul, ada deterennya itu.
Kalau Novel Baswedan dengan KPKnya saja bisa mempengaruhi pengusutan potensi korupsi di DKI Jakarta dan Anues Baswedan, mengapa tidak bisa diatur untuk urusan PCR ini?

Tapi dalam pemerintahan tahu kok. Cuma ya dilihat saja nanti ngaturnya bagaimana

Donny Rahardian:
Dompet Dhuafa itu ada Reksadana nya lho, walaupun di ksh embel2 syariah, jujur saya msh bingung, karena konteks nya Amal kenapa da Investasi nya.

Martabak Sweet:
Justru tidak heran dan tidak bingung.
Kelas dan qualitas mereka memang seperti itu.
Justru kalau tidak jualan syariah dan islam dan tidak main Reksadana, saya bingung. :)

Martabak Sweet:
Di banyak negara lain, seperti Jepang dan lainnya, PCR itu GRATIS. Dibiayai pemerintah. Tidak dibebankan ke Rakyat.

Pemerintah Indonesia dan menteri serta pejabat serta BUMN seharusnya mengupayakan hal tersebut. Bukan malah berbisnis dengan berbagai macam alasan yang tidak masuk akal serta ngeles.

Kalaupun tidak bisa gratis, salah satu upayanya tentu mengupayakan supaya SUPPLY melimpah, yang otomatis akan menekan harga supaya terus turun. Bukan malah membuat situasinya terkunci dalam monopoli dan oligopoli. Mafia sistem.

HIR HODOK:
BUMN itu sapi perah pejabat dan kekuatan politik. Sulit berharap BUMN membantu rakyat dalam arti holistik.

Martabak Sweet:
Walaupun sebuah alat PCR sudah mendapatkan izin di negara asalnya, tidak serta merta langsung mendapatkan izin edar di Indonesia. Izin edar ini setahu penulis yang mengatur adalah Kemenkes dan BPOM RI. Nah apakah dalam proses perizinan ini sudah sesuai prosedur, ada sogok menyogok, kongkalikong, tebang pilih? Inilah yang bisa dipermasalahkan dalam hal bisnis PCR dari segi pengadaan (itupun kalau ada dan terbukti).


Bentengnya di BNPB, Kemenkes, dll
Benang merah di pergantian Terawan ke BGS

1. Apakah prosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga, situasi monopoli, oligopoli, akses import, situasi supply bisa di-set sedemikian rupa?

2. Siapakah pemasok peralatan dan barang habis pakai dari PT, PT tersebut yang bermain di PCR (dan antigen)? PT tersebut adalah semua, dari GSI sampai ke SWAB AJA.

3. Mengapa titik harga berubah-ubah secara erratic?

4. Mengapa ada kebijakan karet (dari PCR untuk mal, bepergian via udara, bepergian via darat)

Martabak Sweet:
Mengapa tidak ada deklarasi ke Publik saat pendirian PT GSI, mengapa harus menunggu setahun kemudian setelah di-expose?

Orang bodohpun tahu kalau terekspose akan jadi isu. Jadi kenapa dari awal tidak deklarasi?

MereM:
Pertanyaan yang lucyu...

Pribadi simpel:
Di tulisan lain gw diskusi sama martabak. Intinya, gw mau bilang klo perusahaan2 ini mesti diaudit shg ketauan berapa HPP, harga jual, cuan, omzet, market share, struktur direksi-komisaris-share holders dsb. Apakah nabrak hukum? Kalo ada, tentu diproses. Dan selama om Jokowi gak ikut2an, dia pasti dgn gampang mengeksekusi hal itu. Masalahnya dia pake gaya Solo yang slow but sure...
Tapi kalo gak nabrak hukum? Ya penonton nya gak usah marah2 & maksa om Jokowi nge-reshuffle kabinet.

Itu GAK ETIS, katanya ...
Kalo ngomongin pake norma moral & etika ya bakal brenti di omongan doang!

Martabak Sweet:
Mereka, minimal Erick dan LBP, sudah kena hukuman kok.
Buzzer mereka saja tidak ada yang berani berkata kalau "itu bukan conflict of interest". GUILTY AS CHARGED! :)

Buzzer mereka cuma bisanya ngeles, "tidak ambil untung" atau "orang lain untung lebih gede".
Seperti ibaratnya Anda jerawatan lalu berkata "istri gue jerawatnya lebih besar dan banyak. Maka gue tidak punya jerawat" :)

Ibaratnya ada tahi kering sudah disulam dimuka mereka yang tidak bisa dihapus. "Repurtasi" yang terus menempel kemanapun mereka berada sampai akhir hayat. Apa lagi Erick yang melanggar jauh lebih banyak dari pada sekedar PCR.

Mau nyalon saja sudah ada barrier lebih.

Siapa bilang norma moral & etika tidak ngaruh? :)

Aan Widjaya:
Ya itulah kalau pd saat itu pemerintah nggak punya duit, jadi nggak dikerjakan sendiri pake bumn misalnya, kan sama sama bikin perusahaan baru yg bergerak di bidang pcr, atau emang sengaja tdk dikerjakan sendiri tapi diswastakan. Bayangin saja pembangunana infrastrukur mayoritas pake bumn pake duit sendiri(anggaran) yang nilainya ratusan trilyun. Kok ini malah diswastakan? ????

HIR HODOK:
Ditunggu artikel selanjutnya yang menyasar Luhut.

Saya yakin tidak semua yang menyerang Luhut sudah benar2 melakukan investigasi yang benar dan nir kebencian.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel (Mari Bicara Jujur!) Kupas Tuntas Bisnis PCR Luhut, Dompet Dhuafa, Bosowa, Dll Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/mari-bicara-jujur-kupas-tuntas-bisnis-pcr-cV4tNIfRNQ

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: