You Now Here »

Gus Yahya Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU, Kado Natal Untuk Bangsa Ini. Kok Bisa?  (Read 64 times - 36 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,229
  • Poin: 25.308
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




iam hêylêl:
NU tidak perlu kuatir dengan kami kaum kristen karena kami hidup juga di bawah hukum kasih.
hukum yang mencegah kami jadi sosok  manusia  "sukses beragama tapi gagal bermasyarakat"
NU cm harus lebih mengerahkan kekuatan melawan Kadrun Radikal  atas nama islam.
terutama menghadapi Pilpres

ahaha

Roy Wijaya:
mungkin Gus Yahya ini penggembar pelem The God Father...keep your friend close and your enemy closer...saya komen yang ringan2 aja, karena lagi malas aja sarkas

Aven Jaman:
Hahaha...mantap..good job sob

Roy Wijaya:
iya, tapi saya juga katolik, oom. Dan semoderat apapun muslim, i don't buy it...ajaran yang menolak ke-Ilahian Yesus adalah ajaran antikris...as simple as that.

zombieeee dongooookkk:
Siapa yang tidak melawan kita,  dia bersama sama dengan kita......

Siapa yg tidak mencerai beraikan,, dia mengumpulkan bersama sama kita

Itu sudah yg paling baik dari yg dapat kita harapkan dari ajaran ini

Aven Jaman:
Saat kita bisa hidupkan damai, saat itu juga kita laksanakan tujuan utama kedatangan Kristus.

Dibaptis jadi kristen tapi ekslusif atau tak beragama namun inklusif, sy cenderung pilih yg terakhir.

Roy Wijaya:
kita diperintahkan menjadi terang dan garam dunia. pembawa damai. tapi ada amanat agung yang selalu diberikan di setiap akhir misa, "tugas perutusan", menjadikan seluruh bangsa menjadi murid Kristus. Menjadi murid Kristus bukan mengambil tugas yang enak-enak saja, berlaku manis, menampilkan sikap diam dan nrimo ketika dilecehkan, tidak seperti itu. Kristus juga dijuluki singa yehuda, membantah semua argumentasi dari kaum farisi dan saduki. Karena yang namanya kebenaran haruslah koheren dan konsisten. Kekristenan lah ideologi paling solid, koheren, dan konsisten. Sangat disayangkan dan memalukan sikap orang katolik yang hanya diam dan tidak memberi pertanggungjawaban iman. Karena Bapa Bapa Gereja bertaruh nyawa dan menjadi martir ketika mempertahankan iman, kekristenan tumbuh subur dari darah para martir dan sampai sekarang masih terjadi, hampir di semua tempat mayoritas muslim, darah para martir kristen ditumpahkan.

Aven Jaman:
Pada dasarnya sy setuju argumentasimu sob. Tapi saya konsisten menjadi katolik 100% dan Indonesia 100%. Saya Katolik yg hidup di bumi pertiwi Indonesia. Perintah Kristus tidak akan sy hayati lurus2 tanpa memahami konteks di mana saya hidup.

Selama ini sy belum hadapi langsung sendiri dilecehkan karena sy Katolik oleh yang non Katolik. Sisi lain tugas perutusan betul seperti itu. Tapi tidak bisa secara literer diterjemahkan dalam hidup berbangsa di sini. Di sini selain kita ada 5 agama lain yang diakui resmi oleh negara ini. Yang bisa saya lakukan hanyalah menunjukkan teladan hidup sebagai seorang Katolik, bukan meminta orang yg udah beragama utk masuk Katolik.

Jika karena teladan hidup saya, bikin orang non Katolik tertarik menjadi Katolik barulah saya bisa arahkan. Sejauh itu tak ada, wajib bagi saya menghargai pilihan keyakinannya.

Kaitannya dengan tulisan di atas dari keluhuran sikap saya selama ini adalah saya melihat NU itu inklusif. Atas sikap inklusifnya yang benar-benar mirip dengan ajaran Konsili Vatican II, saya sungguh respek. Maka kalau sy beri apresiasi khusus itu adalah keniscayaan.

Bahwa ada segolongan muslim yg intoleran, jangan serta merta dibenturkan dengan apresiasi saya di atas untuk NU. Toh di Katolik sendiri juga ada yg keblinger menghayati kekatolikannya. Masa KWI ditentang karenanya? Apalagi NU ini cuma salah satu dari banyak aliran Islam di Nusantara ini.

Begitu kira-kira tanggapan saya sob...

Kadal Gunung:
itulah masalahnya, kalau dulu para rasul seperti kita, keristenan gak akan pernah tumbuh, injil diberitakan di antara bangsa2 yg sudah beragama lho, paulus mengabarkan injil di tengah orang yunani yg sudah punya zeus dan waktu di efesus penduduknya menyembah artemis, hasilnya kerusuhan di efesus gara2 paulus menarik banyak pengikut

bagaimana orang bisa tau injil kalau ga ada yg memberitakan? perintahnya jelas harus aktif memberitakan bukan sekedar pasif nunggu bola, tapi harus memberitakan dengan kasih dan bukan maksa, kalau sudah diberi tau tentang injil tapi tetep ga percaya, ya itu hak mereka, kita tetap menghormati keputusan mereka

F545150:
Iya... yg di beritakan adalah kabar baik keselamatan & kasih yg daripada Nya bukan ajaran kebencian, legalitas poligami, pembunuhan dan penggal orang.

Snipersiantar:
Yang pasti tidak terjebak dalam doktrin "surga dan neraka"..
????☕? ??? ????

F545150:
Tdk ada ajaran bidadari dan s3x dugem syurgawy

Roy Wijaya:
good points....

Roy Wijaya:
couldn't agree more...we have to be bold christians, not a timid.

Kadal Gunung:
sebenernya saya malu sama SSY, mereka sesat, tapi semangat banget, gak segan2 tukang becak lagi mangkal pun di samperin, dan tugas nyamperin rumah2 gak cuma dibebankan ke misionaris, tapi semua anggota

zombieeee dongooookkk:
Iya dan waktu datang kerumah saya,   tak mampu berdebat pertahankan doktrin ssy......gak  malu minggu depan tetap kembali datang kali ini 6 orang untuk berdebat melawan saya dirumah saya......memang saya akui ssy cuci otak umatnya cukup berhasil.....Hahahaha

Bapake Maria:
berkali-kali datang berdua, ajak doa, kasih buletin, ujung²nya minta ongkos cetak. Baca baik² untuk melawan balik. Sekali berargumen, tidak datang lagi.

zombieeee dongooookkk:
Cara paling cepat adalah tidak membuka pintu dan mempersilahkan masuk ketika mereka ada didepan pintu rumah kita....

Kadal Gunung:
cepet tapi kurang tepat juga, minimal berusaha meluruskan mereka, walau percuma, tapi saya menghargai pilihan mereka, sampe sekarang saya masih temenan sama tu ssy yg dulu dateng, saya godain juga gara2 mereka ga bisa lagi keluyuran akibat covid

Kadal Gunung:
buset sampe 6, masalahnya para muslim sederhana seperti petani, tukang becak yg ga pernah denger injil didatengin ama ssy, ini namanya lepas dari mulut singa masuk mulut buaya, sementara kekristenan yg benar cenderung pasif, sejak era reformasi dimana ssy bebas "menginjili" jumlah mereka di indonesia naik pesat

zombieeee dongooookkk:
Di komplek saya.... Muslim ga disentuh ssy broh..... Sering saya ledek kalo datang kerumah kenpa ga pernah ke tetangga kiri n kanan saya yg muslim... Mereka hanya acuh dan lanjut khotbah...... Hahahaha

Kadal Gunung:
di komplek saya mereka cukup nekad, rumah ustadz didatengin juga, ga diusir sih cuman ditolak halus katanya, yg paling mengejutkan waktu saya nanya, kok berani datengin rumah muslim ga takut dimaki apa? jawabannya bikin melongo, kata dia ga pernah diusir secara kasar, yg sering malah keluarga muslim pada antusias ngedengerin mereka,  yaaa tapi saya gak di jabar sih

zombieeee dongooookkk:
Wooow.... Kaget jg saya denger nya......

Kadal Gunung:
iya, itulah titik dimana saya mempertanyakan apakah cukup hanya bersikap pasif dan jadi teladan saja, sama seperti penulis, dulu prinsip saya juga sama persis kayak penulis, jadi teladan doang beres.

Snipersiantar:
Pemahamannya adalah bahwa dulu memang era menyebarkan ajaran Kekristenan..tapi saat ini adalah era mempertahankan ajaran tersebut.
????☕? ??? ????

Kadal Gunung:
era mempertahankan? ngga ada itu, setiap era juga pasti mempertahankan iman kristen sampe banyak martir mulai dari stefanus, jadi sampe sekarang tetep menyebarkan kabar baik, masih banyak yg belum pernah denger injil, kalau injil sudah tersebar bagi semua bangsa, itulah kesudahan dunia, Matius 24:3-14

Bapake Maria:
Oooh belum pernah disinggung sih ya? Maklum kalau begitu. Cobalah keliling deketin masjid pas kutbah jumat.
Kebetulan rumah saya 2x dekat masjid.

Kadal Gunung:
rumah saya sih deket mesjid udah lama, dulu masih oke khotbah jumatannya, sekarang jangan ditanya

Roy Wijaya:
Tentu saja tafsiran itu harus sesuai konteks dan diterapkan pada masa kini. Yah, anda mungkin tidak mengalami bagaimana sulitnya membangun gereja bahkan di jakarta. 30 tahun paroki tempat saya beribadah masih menunggu disahkannya IMB. Gereja katolik di tanjung balai karimun yang berdiri sebelum tahun 1945 mau dipaksa dirubuhkan bahkan IMB-nya digugat di pengadilan. Can you imagine that?? Semoderat apapun islam itu tidak akan bisa menunjukkan wajah yang ramah terhadap non muslim. Itu semua hanya sandiwara dan tipuan. Beruntunglah islam masuk di Indonesia juga karena bersentuhan dengan budaya lokal, hindu, budha, dan kristen sehingga tidak banyak agresif di masa lalu. Islam itu agama pendatang/tamu, jadi masuknya awal-awal ya harus sopan. Saya cuman sedikit respek dengan NU, sedikit saja karena tidak kaffah dan radikal sebagai muslim, selain dari pada itu saya tidak melihat ketulusan dan kejujuran dalam ajaran islam.
Konsili Vatican II memang menjadi awal inklusifitas dari Gereja Katolik sebagai suatu lembaga, tapi bukan serta merta doktrin Extra Ecclesia Nulla Salus ditiadakan dan dibuang. Gereja Katolik tetap wajib menghadirkan Kristus di dunia karena tuaian memang banyak tapi sedikit yang berbuah. Kita tidak perlu berteriak di jalan-jalan, berdoa pakai tanda salib di ujung jalan biar dilihat orang. Tapi ketika ada diskusi argumentatif, kita dituntut bisa membela dan menunjukkan kesalahpahaman lawan bicara. Itulah yang maksudnya tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular. Sejauh ini orang-orang NU memang tidak mudah panas dalam diskusi lintas agama, saya berterima kasih untuk itu. Tapi terhadap ajaran yang salah, orang katolik diajarkan untuk menolak hal itu. Dan islam hanya bisa disebarkan melalui kebohongan, kemunafikan, dan kekerasan. Jadi, mau gus yahya, aqil sirodz, bahkan quraish shihab sekalipun (tokoh2 moderat), saya tidak peduli sama sekali dan saya tidak percaya sama kata-kata mereka apalagi kitab yang mereka bawa

Roedy Siswanto:
Maaf ya om , jadi ikutan diskusi . Setiap agama punya eksklusifitas . Islam , Kristen begitu juga dng agama lain. Saya sependapat dng penulis, bung Aven . Bahwa memahami agama juga melihat konteks . Eksklusif gpp asal diranah pribadi bukan ranah umum . Kalau ke eksklusifan dibawa ke ranah umum maka akan menjadi berbahaya . Bhinneka Tunggal Ika dengan nilai toleransi didalamnya harus kita pahami sebagai konteks berbangsa.

Roy Wijaya:
then, anda salah memahami kekristenan berarti. Kekristenan tidak menjadi bahaya untuk orang lain atau agama lain ketika dibawa ke ranah umum. Tidak pernah ada pemimpin kristen, Sri Paus sekalipun memerintahkan pembunuhan untuk orang yang mengkritik kekristenan. Tidak pernah ada pelaku bom panci dan bom bunuh diri atas nama kristen. Can you see the difference? dan apakah saya menjadi salah ketika saya menunjukkan perbedaan itu?? Malah mungkin itu membahayakan nyawa saya tapi tidak untuk orang lain dari agama lain, dan saya siap untuk itu, karena rasul Paulus berkata "hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan"

Aven Jaman:
Wow..ga nyangka jdi semenarik ini diskusinya.

Maaf tapi sob. Saya pikir Om Roedy nangkap dg baik pemikiran saya yakni di Indonesia itu tidak dilarang utk menyebarkan agama namun tidak dibenarkan utk menyebarkan agama pada orang yg sudah beragama.

Kontekstualisasi penyebaran injil di Indonesia mau tidak mau dengan teladan hidup bukan dg langsung mengajak masuk Kristen.  Itu poin pendapat sy pd komen sebelum ini.

Kadal Gunung:
lho mana bisa begitu, kalo dakwah boleh ya? dakwah kan mengundang masuk islam ke pada non islam.

mengabarkan kabar baik justru wajib kepada mereka yg bukan kristen, yang tidak dibenarkan adalah MEMAKSA, Tuhan sendiri gak pernah memaksa

Aven Jaman:
Hmmmm....dakwah di mana yg mengundang nonislam utk masuk Islam? Sepanjang sy hidup di tengah mayoritas Islam di sekelilingku, belum pernah sy lihat dakwah yg secara sengaja menyasarkan dakwahnya utk nonislam. Jdi, itu di mana ya sob?

Kadal Gunung:
Dakwah secara bahasa artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan hidangan. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan atau ajakan. Agama Islam disebarkan melalui jalur dakwah.

 Seruan atau ajakan untuk apa? ya masuk islam, kalo udah islam namanya kotbah bukan dakwah

Bapake Maria:
Bahaya oom. Kan mereka suka bikin kesaksian murtadin dikunjungi Yesus. Lha mbalesnya bgmn?

Snipersiantar:
"Jika karena teladan hidup saya, bikin orang non Katolik tertarik menjadi Katolik barulah saya bisa arahkan. Sejauh itu tak ada, wajib bagi saya menghargai pilihan keyakinannya."
Sepaham dengan ini..
????☕? ??? ????

Kadal Gunung:
saya kurang sepaham, bagaimana kita bisa tau kalau mereka sempat punya pilihan? bagaimana kalau sejak lahir cuma satu pilihannya karena belum pernah denger isi pilihan yg lain? bagaimana kalau itu sudah dipilihkan untuk mereka oleh ortunya sejak lahir?

Aven Jaman:
Nah kita sendiri dr hasil diajak orang atau karena diwariskan dr ortu?

Kalau kita sendiri jdi Kristen karena warisan, jadi mengapa sy mesti sesalkan mereka yg karena warisan menganut agama nonkristiani. Ini Indonesia. Kita menjadi Kristen di Indonesia yg punya aturan tertulis jelas di Konstitusi Dasar utk tdk "mengganggu" keyakinan org lain sesama warga negara ini?

Beda cerita saat Van Lith baptis orang di Muntilan secara massal sebab ketika itu Negara Indonesia belum ada.

Kadal Gunung:
yg ada di konstitusi adalah tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain, tolong dibedakan antara mengabarkan dan memaksakan

Bapake Maria:
Moga²

Aven Jaman:
Amin Om

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Gus Yahya Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU, Kado Natal Untuk Bangsa Ini. Kok Bisa? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/gus-yahya-terpilih-jadi-ketua-umum-pbnu-kado-xRKImPVNIO

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: