You Now Here »

MUI Kalap Dengan Aturan Menag Soal Toa, Padahal Arab Dan Mesir Sudah Duluan  (Read 126 times - 119 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,682
  • Poin: 25.761
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
Bàhkan media detik ikut memprovokasi dengan memberi judul Menag samakan pengeras suara dan gonggogan anjing. Padahal kita tahu maksudnya hanya soal polusi suara, bukan menyama-nyamakan.


Anjing akan merasa terhina karena gonggongan mereka derajatnya lebih tinggi dari toa azan dari sisi penyebab polusi. Disamakan dengan lolongan anjing seharusnya merupakan kehormatan. :)

Tak kalah juga MUI yang protes keras aturan baru tersebut dan menyuruh Menag mengatur juga untuk agama lain. Ini juga aneh karena selama ini yang selalu terdengar kencang adalah toa yang dipakai di rumah ibadah muslim, bukan agama lain.


Hal seperti ini yang dilakukan MUI, termasuk fitnah dan kebohongan bukan? Apakah fitnah dan kebohongan adalah ciri khas yang islami?

Roy Wijaya:
MUI itu majelir ular indonesia...ular itu lidahnya bercabang. sama dengan mui yang isinya orang-orang munafik...tapi memang itu sih yang diajarkan islam, bagaimana menjadi munafik tanpa terlihat hipokrit...

Tony Gede:
Dari kemaren2 udah baca beritanya, mau nulis tapi belum sempat2, akhirnya keduluan mbak Niha... heheheh...

Intinya, kalau yang saya lihat, niat Menag ini bagus.

Inti aturannya itu untuk menertibkan.  Karena jujur aja, banyak masjid dan langgar yang gak tertib, seenaknya aja bikin polusi suara. 

Pasang toa keras2, bikin budek orang sekampung.  Dikiranya enak dengerin kebisingan ga kira2 lima kali sehari.

Udah gitu, kalau ditegur, apa responnya?

Bilanglah penistaan agama, bakar rumah ibadah orang lain.  Kan bangsat.

Arogansi begini ini bisa terjadi karena mereka, sebagai mayoritas, merasa yang empunya negara.

Nah, kalau keluar aturan menertibkan gini ya bagus.

Bodo amat mereka ga suka.  Toh emang pada dasarnya mentalnya kampungan, ga mau ditertibin.

Kalau saya bilang, Menag mustinya justru harus lebih tegas lagi.  Aturan jangan cuma jadi himbauan, tapi musti ada sanksi kalau melanggar.

Hukum penjara kek.  Atau kerja paksa jadi budak, yang kalau malas2an, dihajar pakai cambuk duri.

Gitu baru mantap.

Negara ga boleh kalah sama organisasi agama manapun. 

Negara mustinya yang mengatur perilaku semua organisasi agama di Indonesia.

Kalau mereka macam2, hajar aja macam kadrun2 yang dibabat di Tanjung Priok dulu.

Bagaz:
Ciri sih bukan, tp mmng diperbolehkan terutama tuk yg jenggotan ala sarang tawon dn yg jidatnya ada balak endol master gambler dlm pendadaran2 ilmiahnya... ????‍♂️.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
mendadak jadi tukang gorengan.
azan digoreng sampe menjadi anjing.

Roy Wijaya:
mbak Niha, orang katolik dan ortodox sebenarnya dulu diwajibkan untuk doa 7 kali sehari. Ada jam-jam doa-nya. Dalam ajaran katolik roma disebut doa brevir, dalam ajaran kristen syria (aramaik) disebut shilota. Kata "shilota" ini lah yang menjadi kata "shalat" dalam bahasa arab. Jadi ajaran anda pun sampai kata shalat saja meminjam dari kekristenan. Arti kata brevir-shilota-shalat itu doa pada saat/waktu tertentu. Di gereja katolik roma, lonceng gereja akan berbunyi sebagai penanda waktu doa brevir. Dulu semua orang katolik wajib melakukan brevir, sekarang hanya biarawan/ti dan klerus yang masih melakukan brevir. Orthodox baik rusia/yunani/syria masih melakukan shilota, 7 kali sehari. Tapi orang kristen tidak boleh berdoa seperti para penyembah berhala, pergi rame2 ke rumah ibadah, pamer ke orang-orang sekitar. Berdoa cukup di dalam ruangan tertutup. Sendiri saja atau bersama keluarga inti, tidak ada pahalanya kalau berdoa rame-rame berjamaah. Seperti sabda Gusti Yesus "cukup kamu dan Bapamu di surga yang tahu"

Kadal Gunung:
kalau shalom aleichem minjem punya Yahudi tapi gak dibalikin

Roy Wijaya:
ga minjem dong, kan diganti jadi assalamualaikum....hahahahaha! #taqiyamodeson
yang penting pas ketemu non muslim, jangan ucapkan salam, terus kalau non muslim bilang assalamualaikum, jangan dijawab. kan gitu yang diajarkan ulama aliran salafi, wahabi, yang katanya islam garis lurus.

Kadal Gunung:
ooooo ternyata itu asalannya kenapa ga boleh ngasih salam ke non muslim,  kalo pas yg disalami Yahudi atau Kristen, alamat ketauan kalo salamnya hasil .....  halah jadi susah istilahnya

Roy Wijaya:
ajaran "jangan membalas salam non muslim kepada muslim" itu beneran dipraktekan sama mantan kolega saya dulu. Begitu ada non muslim kasih salam, dia langsung bilang ke kawan-kawannya "jangan balas! jangan balas!". gila memang otaknya udah kecuci seperti itu, padahal dia dapat pekerjaan di perusahaan yang dimiliki orang non muslim. selain itu, kalau dia lagi sepedaan bareng rombongan sepeda, dia ga mau berkunjung ke kedai orang tionghoa. haram katanya. Sakit memang....hati dan pikirannya sudah sakit

Kadal Gunung:
apa boleh buat, memang itu yg ada di kitabnya, dasar dalilnya juga jelas, semakin dipelajari bakal semakin rasis, pegawai saya juga mirip gitu, awal2 dulu kerja disini biasa aja, ga terlalu mempraktekkan agama, trus nemu pacar anak pondok, jadi makin soleha tapi juga makin rasis dan akhirnya resign.
Bukan manusia yg merusak ajaran agama yg satu itu, justru agama yg satu itulah yg merusak manusia sampai seperti ini,  takutnya generasi berikutnya bakal lebih parah sakitnya

Roy Wijaya:
saya punya kakak perempuan angkat yang muslimah. hidupnya screw up. Sempat jadi selingkuhan orang bule beristri, setelah itu jadi istri kedua secara siri, terakhir jadi istri dari seorang duda cirebon pengusaha travel haji/umroh yang lebih muda dari dia. Dulu setiap natal masih datang ke rumah untuk makan bersama, tiba-tiba setelah sama pajero dari cirebon ini, dia langsung delete contact keluarga saya, putus komunikasi...mangkanya saya cuman bisa ketawa sinis aja sama orang-orang yang jualan islam. Dan membantah habis2an orang kristen setengah-setengah macem aven jaman, a fighting citizen yang membela islam moderat. Karena really nothing's good comes from this ideology

Kadal Gunung:
kalo a fighting citizen sih masih mending,  aven jaman itu yg parah, saya ga bakal lupa bagaimana dia ngomong "kenapa saya harus menyesalkan kalau seseorang lahir di keluarga non Kristen" intinya gitulah, persisnya gimana, males nyarinya. Ini kalimat yg sungguh kejam dan yg paling tidak saya harapkan bisa keluar dari mulut seorang pengikut Kristus, bagaimana bisa pengikut Kristus begini tidak peduli walau jelas diluar Kristus hanya ada kebinasaan? Apalagi saya memang lahir di keluarga non Kristen, kasarnya menurut dia: lu lahir non kristen, ya salahmu dewe, ga ada urusan sama saya yg kristen.

Roy Wijaya:
iya sih oom. Saya sangat menyesalkan ucapan seperti itu keluar dari seorang pengajar katekumen yang bahkan sangat senior dari segi umur. Tapi a fighting citizen itu juga cukup parah kalau sebagai mantan ketua orang muda gereja malah memuji kaum muslim liberal. Bahwa "tidak ada khidmat, kesetiaan, dan martabat kalau orang itu bukan kristen", itu adalah klaim dari Tertulian. Saya hanya mengutip dari karya Tertulian "on the prescription of heretics".  Kalau oom baca perdebatan saya dengan a fighting citizen, semua argumen yang saya buat itu ada sumbernya, tidak memakai asumsi dan metafora yang ga nyambung. Saya sadar sepenuhnya banyak memang orang kristen yang minder dengan keyakinannya bahkan malu mengakui kalau dirinya kristen di depan publik. Takut dipersekusi, takut diperlakukan tidak adil, takut di-bully, takut nggak naik pangkat. Well, saya sudah kenyang di-bully sejak saya kecil, hahahahaha! Dan yah, Kristus bilang "Aku mengutusmu seperti domba ke tengah serigala", apa pasti dimakan? belum tentu. Apakah bakal sulit? ya sudah pasti. Tapi memang itu lah tantangan menjadi seorang kristen. Ga ada janji surga penuh perawan atau sungai yang isinya minuman beralkohol dalam kekristenan. Kalau mau enak, silakan nyebrang aja ke agama sebelah. Saya sangat menganjurkan a fighting citizen jadi ustadz mualaf, laku itu dijual. Pake baliho gede-gede "mantan ketua orang muda gereja menjadi mualaf karena tertarik islam versi ade armando"

Kadal Gunung:
memangnya umur berapa itu sang pengajar katekumen? Saya baca juga perdebatan kalian berdua, saya ga bisa terlalu menyalahkan dia, saya dulu juga sama kayak dia soalnya, kalo ada yg prinsipnya kayak om Roy bisa saya kasih cap fanatik gila, hahaha
Untungnya terpanggil buat mempelajari dan menyelidiki ajaran Kristen, jadinya saya ngerti kalo jadi orang Kristen itu harus siap menderita, harus siap kehilangan segala termasuk nyawa, Yesus sendiri kalau menegur ga pake sungkan dan berbelit belit, tembak langsung ke tengah sasaran. Tapi tetap dengan kasih sebagai motivasi utama.
Jadi kalau om dapet cap domba gurun, itu namanya pujian, artinya anda sudah mirip dengan para rasul yg setelah diberikan Roh Kudus hilang semua sikap pengecutnya

Mblandyang:
ingin menambahkan juga mumpung sdh di sebutkan,. Doa Angeleus jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore juga lonceng gereja di bunyikan sbg penanda waktunya doa tsbt,.

sy pribadi menafsirkan lonceng "awali hari, istirahat dan menutup hari",
tapi yg ingin sy sampaikan khususnya utk umat katolik, jangan lupakan Doa Angeleus ini,. matur nuwun Berkah Dalem

Oom Kumis:
Matius 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu......dst

Karena hal ini maka dianggap orang Kristen hanya berdoa pada hari Minggu saja.
He...He...He.....

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
berdoa kapan saja di mana saja itu hak setiap orang asalkan tidak menggangu orang lain

Roy Wijaya:
Amin...amin...geir amar Yashuah lekhon....Alhamdumasiakh...

Martabak Sweet:
Dengan berita di atas dapat disimpulkan bahwa aturan Menag soal pengeras suara bukan hal baru. Justru Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia ternyata justru ketinggalan soal aturan pengeras suara. Harusnya aturan ini diterima sebagai aturan beragama yang baik. Karena beragama tanpa aturan sama halnya berlalu lintas tanpa tahu rambu-rambu yang ada. Ada hubungan dengan Tuhan dan juga dengan manusia.


Bravo kemenag dan bravo penulis.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
sekali lagi, hanya menghasilkan singa tanpa gigi.
peraturan tanpa pelaksanaan.
ujung²nya harus kandas di ancaman kadrun "penistaan agama".

Tony Gede:
Yang saya sayangkan itu, aturannya masih tanpa sanksi.

Mustinya ada sanksi tegas bagi pelanggar.  Penjara, gitu misalnya.  Atau dihukum suruh bakar diri.

Nah, itu baru mantap.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
peraturan rasa himbauan

Tony Gede:
Ya itu.  Gus Yaqutnya masih agak ragu2 meluncurkan edaran menteri ini.  Bilangnya hanya sebagai himbauan.

Tapi makin ke sini dibilangnya aturan.

Terus sekarang perumpamaannya juga soal keributan yg ditimbulkan gonggongan anjing.

Kayaknya Gus Yaqut ini ngetes tensi.  Makin panas, malah makin dinaikkan tensinya ama dia.  Heheheh...

Kadal Gunung:
kenapa pakai contoh gonggongan anjing? padahal anjing kalah berisik sama kucing berantem pas musim kawin, apalagi kalo kucingnya berantem di atap rumah, tambah berisik persis kayak toa mesjid

FAUZi:
Maka kukatakan selalu bahwa pemerintah memang takut amat sangat kepada para kadal gurun, membuat aturan tanpa sanksi apa gunanya

Juan:
yup, hanya sebatas "surat edaran". itu pun udah bikin kadrun kepanasan. gimana kalo selevel "permen". demo jilat-jilid dah.

HoleLOL:
makanya rumah kl dkt masjid biasanya harganya murah ???? cobain deh

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
menimbulkan penyakit budeg

Semarsays:
Sdh berbulan lalu sy tulis komen, bhw menag ini hny tinggal wkt sj sebelum di-ahok-kan,
Mau dia ngomong apapun tetap akan dicari2 salahnya apalg kl smp kyk gini
Dia itu main target utama gerombolan yg ingin menguasai negara ini, krn dia tokoh anti radikalisme dan intoleransi yg paling keras kl ngomong
Target kedua yg bakal dikerjain adlh dudung, kl dia jg gak ati2 bakal repot jg dia nanti,
Dukungan sebesar apapun dr siapapun gak akan ada gunanya kl dah bentur urusan yg ini

Wanda Bagus Sebastian:
Masih mending daripada Adin yang super kadrun nasihatnya

Kadal Gunung:
MUI minta agama lain diatur soal toa? maksudnya agama lain wajib pake toa juga? dengan toa standard dari kemenag gitu? ya gpp soalnya saya belum pernah lihat tempat ibadah agama lain yg pake toa, kalau sekarang mau diatur wajib pake toa ya silahkan aja walau bakal gak kepake

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
kadrun : wooy cebong, gimana bisa azan gak pake toa?
azan melalui wa sms email gitu?

Tony Gede:
Masih ada radio juga, kalo mau sih.  Tinggal siapa yang ngedengerin aja.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
????

Yustinov:
Tingkat batas 60dB wajar utk kebisingan ditempat pekerjaan. Sedangkan batas pendengaran yg sehat antara 30-50dB.

Utk rekomendasi 100dB batas maksimal suara TOA diruangan tertutup sudah sangat keras, entah kalau diperkampungan dengan 1000 TOA masjid dikalikan 100dB dgn jarak maksimum 50m.. sudah spt suara calo jualan tiket

Kampret212:
Mending calo, biasanya kyk orang baca jampi-jampi gak jelas, kyk orang mabuk sedang ngeracau fungsinya buat apa gtu itu? Inilah akibatnya jika hal-hal lahiriah/jasmaniah yang ditekankan dalam kehidupan spiritual. Tidak salah jika dikatakan islam ini adalah ideologi yang memaksa orang menganggapnya sebagai agama.

Tony Gede:
100dB itu untuk toa luar, di ruang terbuka, dibatasi segitu aja.

Tapi 100 dB juga udah keras banget.

Hariesadega:
Yang jadi permasalahan , sudut pandang netizen, sebut sebut dan mengibaratkan,  atau mencontohkan seekor hewan (anj*ng) bnyak yang gk terima.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
hayaaahhh
si weloni bangga pernah nabrak anjing koq gak ada zombie yg protes?

anjing menggonggong utk memberitahu ada orang asing lewat,
azan "mengonggong" utk memberitau ada setan lewat.

Tony Gede:
Biar aja para penyembah toa tersebut mau marah2.

Kalau mereka macam2, dibantai aja, macam kadrun2 yang dulu dibantai pak Harto di Tanjung Priok.

Arif Soetanto:
Majelis Toa Indonesia

Di ibadat agama lain juga ga ada yg cuma nyetel mp3. Selalu ada imam / pendetanya

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
sejak kapan gereja chapel katedral pura wihara klenteng pake toa?

mui seperti anak kecil aza

HoleLOL:
pk speaker doang buat pengeras suara dlm ruangan ????

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
ah, hanya bikin peraturan tapi tidak ada pelaksaannya.
toh jika ada zombie kadrun yg tetap teriak di toa azan, siapa yg akan berani menindak? ntar dituduh penistaan agama
ahahhaaaaaaa

Erick 73:
Saya cukup heran dengan pernyataan pak menag ini yang menyamakan dengan gonggongan anjing, masak dia tidak tahu sensitifitas saudara seimannya?. Boro-boro diterima dan diikuti yang ada malah orang memperkarakan dan jd alasan utk tidak dituruti apalagi tanpa ada sanksi. Apa ga puyeng nih jadinya pak presiden?

Juan:
baliho udah ndak laku, sekarang toa buatan Tiongkok yg disembah. hehehe.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
padahal aslinya azan itu hanya diteriakkan oleh budak bilal tanpa pengeras suara.
mamad sendiri gak punya ide utk azan tapi hanyalah inisiatif dari bilal.

Roy Wijaya:
dan Bilal itu sampai akhir hidupnya tetaplah disebut seorang budak, bukan orang merdeka atau disebut mantan budak. yah, sampai kapanpun muslims itu memang cuman sekedar budak atau hamba kan. Bukan orang merdeka.

«§» ┏(‘▀_▀’)ノ♬♪? ??? ????:
setelah mamad mati, bilal statusnya tetap sbg budaknya mamad walau bilal sudah memohon utk dimerdekakan.

katanya islam mengajarkan utk memerdekakan budak, tapi bilal tetap sbg budak, tidak pernah merdeka.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel MUI Kalap Dengan Aturan Menag Soal Toa, Padahal Arab Dan Mesir Sudah Duluan Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/mui-kalap-dengan-aturan-menag-soal-toa-padahal-zMQmpN78Yw

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: