You Now Here »

Dr.Terawan Dipecat IDI, Ini Faktanya  (Read 75 times - 46 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,686
  • Poin: 25.765
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dr.Terawan Dipecat IDI, Ini Faktanya
« on: March 28, 2022, 04:02:32 PM »




Sumbang Saran:
Mohon penulis juga ungkap cerita Pak Warsito yg menemukan alat pengobatan kanker ttp dimusuhi dan akhirnya dihentikan operasional nya oleh Kementerian Kesehatan melalui rekomendasi IDI juga.

Padahal sdh banyak orang sakit kanker yg disembuhkan oleh P Warsito. Ceritanya sdh diliput oleh media dan Hitam Putih Deddy Corbuzier sekitaran th 2016 lalu. P Warsito ini sarjana teknik elektro yg menciptakan alat "gunting listrik" untuk memotong sel kanker. Posisi alat ini sama halnya dengan teknik radiasi, merupakan pengobatan menggunakan teknologi.

Alat P Warsito ditentang oleh alasan harus melalui "uji klinis" yg memakan waktu bertahun2 bahkan belasan tahun dan memakan biaya sangatlah besar. Sementara itu semakin banyak pasien yg meninggal akibat kanker, mereka tidak bisa menunggu  hasil uji klinis.

Dengan secara "sembunyi2", masih banyak orang yg berobat ke P Warsito dan sembuh. Prosentase kesembuhan pasien yg menggunakan alat P Warsito melebihi prosentase kesembuhan menggunakan metode lain.

F545150:
Bener2 IDI....ot ya... uji klinis apa paling uji klentit...

Bagaz:
????‍♂️? ??? ??? ??? ??? ??? ????

Roedy Siswanto:
Terima kasih masukannya Pak. Coba nanti saya cari bahan bahannya pak? ??? ??? ?????

Sorcerer-wiZard:
Nanti artikelnya lucu.... satu sisi menembak IDI bilang IDI tersusupi k*dr*n. di sisi lain, yang dibela orang yang mengklaim bisa menyembuhkan kanker pakai alat buatannya, padahal orang itu sudah jelas-jelas k*dr*n, bahkan staf ahli menteri dari partai k*dr*n...

Nah loh.....
Makanya jangan dicampuradukan. Baik "most cloudy" maupun "perang di situ" sama-sama melakukan scientific misconduct yang rampant, terlebih di bidang yang terkait medis. Regardless, yang satu dianggap lawannya k*dr*n, dan yang satu jelas-jelas k*dr*n, kalau dari perspektif penulis.

Sumbang Saran:
Alat Terapi Kanker p Warsito

Sumbang Saran:
Googling saja apk

Roedy Siswanto:
Ok pak ..warsito taruno ya pak ?

Sumbang Saran:
benar

saya pun mengantarkan seorang teman yg sakit kanker, dg alat P Warsito ada harapan sangat besar untuk dia sembuh.

Dokter di dunia bilang bhw Kanker tidak bisa diobati, ttp P Warsito punya semboyan bhw alat nya bisa mengobati kanker. Jadi, benar2 bertabrakan ????

Rosita:
Setuju, yang berwenang untuk izin praktek seharusnya Kementerian Kesehatan.

W1R⊙:
Apakah kementrian kesehatan sudah pasti adil.....? Sedangkan mentrinya jabatan politis......
Buat saja satu lagi lsm seperti idih biar dr ada pilihan lain......
Bayangin aja kalo mentrinya sekelas roi panci.

WeleWeleAntiJoker:
pasiennya disembuhin pakai ritual putar2 sendok di atas panci wkwkw

Bagaz:
Pasien nya muterin pinggulnya dehhh...

WeleWeleAntiJoker:
putar2 ngebor keles?

Bagaz:
Goyang ngebor itu ndak sopan dn ndak syariah..
(click to show)


Bagaz:
Gmana klo di ganti,
Ikatan Dokter Waras.
Ikatan Dokter tanpa Jidat Hitam & Burkha.
Ikatan Dokter Bumi Bulat.

Roedy Siswanto:
Menurut saya, kita nggak boleh suudzon om. Pak Budi Gunadi Sadikin sejauh ini cukup bagus menurutku .

Roedy Siswanto:
Memang sis.

Lone Wolf? ???:
Mungkin seperti PDI berubah jadi PDIP maka IDI perlu berubah juga jadi IDIP

F545150:
Entar malah jadi idiummat..

Kadal Gunung:
ikatan dukun indonesia plus ?

WeleWeleAntiJoker:
tapi kalau masih kepengen dokternya jadi politikus atau polig3mbel, masih recokin hak prerogatif presiden angkat menteri kesehatan, maka nanti jadi partai Ikatan Demodemo Intoleran Politikus aja (IDIP)

Zhuge Liang:
suhuuu ??? ??? ??? ??? ????

Johan Mulyadi T:
IDIP=IDI PREET.

Manuel Mw:
Akhirnya ada pakar kesehatan yang ikut bicara soal ini. Terima kasih Mas Roed! Semoga kita bisa saling membukakan satu sama lain. Banyak dokter yang sakit hati sama Terawan, dan memecatnya hanya karena sakit hati dan persaingan. Mereka itulah yang justru bukan dokter. Jiwa mereka dengki dan iri.

Apalagi yang komen2 sok pake evidence based... Padahal kelihatan banget ini aura ketidaksukaannya.

Roedy Siswanto:
sob Manuel ..kalau dibilang pakar pasti bukanlah saya. Saya cuma sedikit banget tahulah . Mengenai apa yang dikemukakan oleh mas dr.Galih, itu adalah standar didunia kedokteran . Tentunya masih ingat bahwa vaksin dikeluarkan/ diijinkan dengan emergency use only karena secara standart yg baku, vaksin yg kemarin belumlah boleh diijinkan pemakaiannya. Memang kadang kesel, apalagi kalau kita lg butuh. Saya pernah mengalami hal seperti itu saat membantu anak sahabat saya yg butuh obat untuk kanker kelenjar getah bening. Obatnya saat itu masih uji coba di Jepang. Tapi akhirnya setelah keluarga menyetujui , kami memohon untuk diikutkan dlm uji klinis tahap 3 . Bersyukur pabrik obat di jepangnya menyetujui . Akhirnya bisa dapat pengobatan dng biaya yg murah karena uji coba. Yg paling bersyukur walaupun sdh stadium 3+ , anaknya sembuh . Hasil PET Scan  6 bulan kemudian sdh bersih.

Indisen:
Mas GalihK ini ada yang nyariin..

Bagaz:
Wadduh.., ada sob Indisen ????.
Kaborrr ????‍♂️

Indisen:
To be fair. IDI memang ga bersih, tapi apakah karena IDI ga bersih maka Dr. Terawan dengan pengobatan ala klinik tong fang pasti benar?

Kalau cuma berdasar testimoni, yang sembuh gara2 batu ponari juga ada ribuan yg kasih testimoni. Yg ga sembuh? Ya diem-diem aja, namanya juga usaha. Hahaha

Bagaz:
Maksud aye td tuhhh urusan kita di artikel anda yg blom kelar cicicicici....

Indisen:
Ga akan kelar lah, bahas ketuhanan sampai kiamat ga akan ada habisnya. Setidaknya itu jgn dianggap urusan, anggap itu lagi ngopi sambil ngobrol ngalor ngidul yang kapanpun bisa dimulai dan diakhiri. Hehe

Apalagi sampai harus ada leher yg putus gara2 beda pemahaman soal ketuhanan. Hahaha

Rana didjaja:
justru yg berkentingan itu IDI.yg menaungi profesi dokter, jemput bola bekerjsama dgn dr.Terawan untuk dilakukkan uji klinis.jangan nunggu,seperti penunggu toko yg nunggu pembeli.buat dr.Terawan ga perlu datang ke toko IDI karna dagangannya udah laku sejak th 2005,hehehe,.

irina breach:
usul : bubarkan idi yg berisi kadrun. masukkan pengurus k-drone cingkrang berjenggot ke kandang buaya. cabut seluruh kewenangan idi. kembalikan ke kemenkes. bentuk organisasi dokter yg baru. musnahkan dokter k-drone dari bumi 62.

F545150:
Ingin musnahkan k-drone takut tosa krn seimin...

Martabak Sweet:
Menurut saya TETAP BISA, karena ijin praktek adalah ijin yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan, malah pemecatan semena-mena terhadap Dr.Terawan ini berpotensi untuk melahirkan organisasi dokter yang lain.


Bagus, semoga muncul organisasi dokter yang lain.
IDI memang sudah tercemar radikalisme. Di sisi lainnya, kode etik kedokteran tetap harus ada.

WeleWeleAntiJoker:
emangnya kode etik dokter indonesia berintegritas?
ini perlu dipertanyakan..
karena banyak orang (bukan cuma sby aja) yg keluar negeri untuk berobat karena takut di-malpraktik-ken atau dibodoh2in dikadal2in sama dokter teloris atau dokter ngadrun

Martabak Sweet:
Lah memang kode etik kedokteran di indonesia tidak mengacu ke internasional?
Semuanya ada dan proper. Masalah dengan IDI kan karena tidak dilakukan bukan karena kode etiknya salah.
Dokter Galih sudah berkata, "EVIDENCE BASED MEDICINE". Di negara manapun sama.

SBY dan banyak orang kaya yang sayang nyawa, ya berobat ke luar negeri. Dan benar katamu, karena mal-praktek di Indonesia itu sudah tahu sama tahu deh. Siapa dari SBY dan orang kaya yang mau ambil resiko mati ditangan dokter Indonesia?
Kan problemnya karena dokter-dokter seperti Terawan yang melanggar kaidak kedokteran dan kode etik. :)

Mafia kesehatan punahkan.
Tapi bukan semerta-merta kamu langgar semua kaidah kesehatan dan kedokterannya.
Mafia dan kaidah adalah 2 hal yang berbeda.

Roedy Siswanto:
Persoalannya Sis di UU Praktek kedokteran 2004 , disebutkan rekomendasi dari IDI , bukan asosiasi dokter . Kacau memang . Mungkin peristiwa ini malah membuka kotak pandora untuk memperbaiki UU yg ada.

Martabak Sweet:
Nah untuk memberi "ijin" mungkin tidak bisa.
Tapi dari sisi "teknis", ilmiah dan prosedurnya kan bisa menjadi benchmark atau badan validasi/watchdognya IDI.

Setuju, jadi konteks untuk membuka kotak pandora untuk perbaikan UU.

Roedy Siswanto:
Semoga Sis.

Galih Kunarso:
Sebenarnya khalayak medis dan science sudah menunggu pihak Dr Terawan untuk memberikan bukti ilmiah yang valid soal tekniknya ini Pak Roedy, karena dia kan katanya sudah punya ribuan pasien sehingga seharusnya data yang bisa dianalisa sudah banyak.

Tapi tidak tahu kenapa dia sendiri tidak melakukan hal itu ya, padahal data dan bukti ilmiah itu sangat essential dan diperlukan ya sebagai basis untuk menilai apakah tindakan medis itu berguna atau tidak. Kalau cuma mengandalkan testimoni saja sih teknik “cuci otak” ini tidak akan dianggap selamanya, dan tidak akan ada pihak internasional yang akan memakai.

Roedy Siswanto:
Mas dokter galih. Kalau anda seorang dokter minoritas dan praktek di Indonesia, anda akan tahu alasan Dr.Terawan . Itulah mengapa pentingnya tindakan supportif dan akomodatif dari organisasi profesi, walaupun kalau saya jadi Dr.Terawan, saya akan lakukan seperti kaidah medis yang berlaku dan diakui dunia medis internasional.

mike andrew:
nah ini....

Bagaz:
Kmana aja kok baru nongol mas sob pawang uler...

Bagaz:
Biasanya mereka akan suportip akomodatip meningitip jika hasilnya membawa2 agama mas sob...

Johan Mulyadi T:
Nah inilah jawabnya. " Kalau anda seorang dokter minoritas". Dulu, mahasiswa yang diterima Fak. Kedokteran Universitas Indonesia kebanyakan dari Sekolah Swasta, sampai akhirnya Menteri Pendidikan jaman itu mengeluarkan peraturan membatasi calon mahasiswa dari Sekolah Swasta untuk diterima di Fak. Kedokteran UI.

Rana didjaja:
sangat beda antara org yg memahami teori/cara bikin teh manis dgn org yg pernah mengalami minum teh manis.kata Imam Gozali ra.begitu kura kura perumpamaan antara dokter2 IDI dan dr Terawan.

AK-47:
kiranya kejadian memalukan seperti ini dapat membuka mata warga +62 yg masih waras pikirannya bahwa sudah saatnya Indonesia memiliki Medical Investigator agar kedepannya tidak ada lagi dokter sebodo amat ke pasien sampai tega melakukan mal praktek atau bikin diagnosa abal-abal serta rumah sakit yang sak enake dewe malakin pasiennya.

Indisen:
Sejauh ini, inilah salah satu artikel yg paling netral membahas masalah dokter terawan. Beberapa paragraf netral :

- Di dunia kedokteran testimonial bukanlah bukti klinis yang bisa dipertanggung-jawabkan.

- Kita tentunya masih ingat bahwa RS Kraukenhause di Jerman pernah mengajak Dr.Terawan untuk melakukan riset bersama.

Susah memang kalau semua dibawa ke politik. Akhirnya pada kehilangan logika.

Apakah karena IDI kotor otomatis Dr. Terawan bersih? Imho, alasan IDI memecat dokter Terawan tidak salah, tp memang seharusnya bisa diselesaikan tanpa ada pecat memecat.

Silakan minta riset metode Dr. Terawan, dengan jumlah sample pasien yang cukup dan data yg transparan. Publikasikan di jurnal ilmiah. Kalau memang mengklaim metode pengobatannya sesuai standart dunia kedokteran, tentu dr. Terawan seharusnya mau donk.

Jangan sampai sebuah penemuan disia-siakan menjadi selevel pengobatan ala batu ponari dan klinik tong fang.

Don Corleone:
Kaum jenggot sdh merasuk kemana mana, waspada itu perlu.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Dr.Terawan Dipecat IDI, Ini Faktanya Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/drterawan-dipecat-idi-ini-faktanya-YMQcK1RskA

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: