You Now Here »

IDI Yang Pecat, Mereka Yang Kayak Cacing Kepanasan, Kan Kacau Logikanya!  (Read 70 times - 95 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,682
  • Poin: 25.761
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Njoto:
Seharusnya idi memecat dokter yg melakukan malpraktek... katanya membina dokter, ternyata...

Wanda Bagus Sebastian:
Melayani kaum unta-unta

WeleWeleAntiJoker:
ketahuan menaungi telor is is is???

Roedy Siswanto:
sob Manuel, sebenarnya aku mau diam saja setelah membaca artikel anda .Tapi melihat salah konsepnya banyak teman teman yg berkomentar, saya jadi mau ikutan komentar . Mohon maaf sob ...anda terlalu mencampur adukan persoalan dan kemudian mengambil kesimpulan yg menurut saya sangat kurang tepat . Didunia medis , Testimoni based tidaklah diakui walaupun Presiden atau sekjen PBB yang memberikan testimonial nya. Evidence based medicine adalah kesepakatan global guna melindungi pasien dari yg disebut malpraktek. Jadi walaupun IDI nantinya terbukti amburadul, kaidah medisnya tetap harus dipegang teguh. Pemecatan Terawan oleh IDI adalah urusan organisasi. Bila ternyata pemecatan itu tidak sesuai dengan AD/ART organisasi, maka itu wajib kita kritisi. Jadi mohon , sisi kaidah medisnya jangan dicampur adukkan dengan organisasi . Dan juga mohon maaf , jangan kita terlalu gampang mengkadrunkan seseorang, kecuali ada bukti yg valid.

Roedy Siswanto:
Aku mau kasih contoh diriku sendiri. Seorang anggota DPR dari PKS yang pasangan hidupnya adalah tokoh HTI, sudah menganggap aku sebagai kakak atau keluarganya. Apakah karena hal tersebut aku kemudian menjadi kadrun ?

Prihatin Prihatini:
Sudah tepat yang disarankan oleh hendropriyono , untuk Mendirikan Organisasi Dokter Militer biar para kadrun di IDI kelojotan. Alasan utama di balik itu sebenarnya krna agama yg di anut dr, terawan di balut oleh yg namnya "Pelanggaran Kode Etik" Sekalian juga deh Organisasi Ulama Islam Militer untuk menghadapi Kadrun di MUI sendiri.

HoleLOL:
panggil dokter singapura dl ???? siapkan ritual dl, lilin di 4 sudut, baca mantra pembukaannya dulu

Thee i invoke the bornless one
thee that creates heaven and earth
thee that creates night and day
thee that creates darkness and light

Hear Me and make all spirits subject unto me oh come to me Galih Kunarso in the name of terrible and invisible god that dwell in void place of the spirit
??? ??? ??? ??? ????

Galih Kunarso:
Siap! Sudah saya koreksi dan jawab beberapa komen yang membahas dan bertanya soal ilmiah.

HoleLOL:
akhirnya dtg

Aan Widjaya:
Saya sih inginkan IDI teguh akan putusannya untuk memecat permanen dr. Terawan yg sudah pensiun ini, biarlah waktu yg akan membuktikan bahwa keahlian dr.Terawan dibutuhkan oleh masyarakat dunia dalam hal ini mungkin negara Jerman, dan negara jadi sadar akan kesalahannya yang tidak membela secara berani dan terperangkap oleh UU yg dibuatnya sendiri bersama DPR sehingga IDI punya wewenang yang sangat luarbiasa. Diaspora yang dirayu supaya pulang pulang, bangun negaramu nak, akan hancur sudah harapanmu pakde. Menurut saya ini kesalahan sistim membuat UU oleh Pemerintah dan DPR, harus dirubah caranya, bahwa membuat UU harus para ahli yang berintregitas tinggi saja baik dari pihak pemerintah maupun DPR sehingga dihasilkan UU yang berkeadilan bagi rakyat Indonesia.

Galih Kunarso:
Hehe, kalau belum ada bukti ilmiahnya, gak akan diterima untuk dipakai di negara seperti Jerman ya. Negara-negara maju itu memakai evidence-based medicine ya, dan bukan testimoni saja.

Aan Widjaya:
Lihat saja nanti ya dok, kan belum terjadi.

Bagaz:
Tiwas serius baca artikel kelas berat tampaknya, ehhh di akhiri dgn unta-unta.. 
Jd nyengir2 dn garuk2 kepala sendiri ????‍♂️? ???‍♂️? ??? ??? ?????.

acar timun:
Mau punuk satu apa punuk dua om ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???

Bagaz:
Wawww.., onta ternyata spt badak juga yakkk ????.

Jay:
Semuanya karena dengki dan iri atas prestasi seseorang..... apalagi terhadap kaum minoritas dgn alasan pelanggaran kode etik. Kentutnya tdk kelihatan tpi baunya sangat menyengat bak kali item.

Lone Wolf? ???:
Uji klinis terhadap hewan belum pernah dilakukan oleh Dr. Terawan tapi ujug-ujug langsung ditrapkan pada manusia. Walaupun banyak pasien yang katanya sembuh tapi tetap saja langgar prosedur.

si memble:
Trus, gimana caranya cari hewan yg punya gejala stroke? ????

WeleWeleAntiJoker:
mungkin kelinci percobaannya ditungguin 7x24 jam sampai ada gejala kejang-kejang terus pingsan atau modar wkwkwk yg ini joke ya...

entahlah.. emang tidak mudah sih, tidak seperti yg terlihat secara kaku prosedural oleh IDI...

IDI bersikeras kepada dr terawan bahwa HARUS uji dulu kepada hewan... dr terawan sudah meneliti hasil tes uji hewan di lab amerika, lalu kemudian terjadi perbedaan pendapat dengan IDI dengan dr terawan...

padahal secara logika, kalau udah telanjur dites ke manusia di lab indonesia, untuk apa lagi kita kemunduran lagi yaitu pergi tes ke hewan di lab indonesia?

nah di sini kita boleh sebut istilahnya: "deadlock"

tapi terserah mereka saja sih, biar mereka yg adu argumentasi, karena bukan kita yg berwenang, kita di sini mah cuma jadi komentator iseng2 aja share2 pendapat aja

nb. oh ya, nanti kalau sekarang2 ini IDI udah mulai tercium bau ikan miss teri nya oleh publik, baru deh mulai "nyadar", "selama ini kok selalu mempersulit", "andai2 dulu udah permudah", lalu tiba2 "tergopoh2", serta "kepepet" cari dr terawan untuk "atur damai" minta "restorative justice" bahkan kalau perlu "minta ampun pakai tandatangan di atas materai" ... ya ampun.. makin tercium deh baunya... hmmm bau miss terry ikan asin 30 ribu sekilo eh?

si memble:
Pokokè harus pake hewan titik. Kalo ga pake hewan ga sah.
Anj**g menggonggong, Terawan berlalu. ????

Lone Wolf? ???:
Harus patuh sama prosedur boss.

si memble:
Kalo Gallileo patuh sama prosedur, hari ini kita masih berpikir bahwa bumi ini datar.
Innovasi kebanyakan terjadi krn ada orang yg berani melakukan  hal2 yg out of the box.
Contohnya: orang Indonesia kalo masuk angin diobati dgn kerokan dan minum teh anget.
Trus, apakah kita ga boleh kerokan lagi  karena blom di uji cobakan ke hewan?
??? ??? ??? ???

Lone Wolf? ???:
Galileo bisa buktikan secara ilmiah sampai akhirnya pihak gereja mengalah.
Soal kerokan dan minum teh anget tidak ada seorang dokter pun yang kasih resep kerokan dan minum teh panas karena belum pernah dilakukan uji coba terhadap hewan. Kalau ada dokter yang berani kasih resep kerokan pasti bernasib sama seperti Dr. Terawan.

Freez  ????:
Udah di coba pada hewan domba jutaan ekor di ostrali... ??? ??? ??? ???

Bono Chandra:
LW ituhh bs jd relawannya Om...wkkk

Johan Mulyadi T:
Iya benar, LW yang jadi relawannya atau binatang percobaan, pentung dulu kepalanya biar gegar otak dan stroke, lalu di terapi.

si memble:
Iya juga ya... ????

Lone Wolf? ???:
Bisa kerja sama dengan dokter hewan.

si memble:
Baru ngeh kalo  dokter hewan bisa tau gejala stroke. ????

Galih Kunarso:
Jadi ada yang namanya animal model of stroke, di mana binatang-binatang itu sengaja dibuat stroke (bisa dilakukan lewat berbagai teknik ya), lalu digunakan untuk riset ilmiah.

si memble:
Okelah kalo ada hewan yg bisa dibuat stroke. Pertanyaan lebih detailnya:
* apakah kondisi stroke buatan pada hewan bisa sama persis spt manusia?
Setahuku penyebab stroke juga beragam dan salah satunya dari diet (apakah bisa disimulasikan diet manusia thp hewan? blom lagi pengaruh paparan chemical agents dari diet manusia maupun dari lingkungan)
* DSA/brain spa itu sebenarnya terapi yg sudah dimodifikasi dan sudah banyak pasien merasakan manfaatnya, kenapa tdk langsung saja berdiskusi dgn penemunya untuk menganalisa cara kerjanya secara regresif sehingga ga buang waktu, toh data2 terapi pasien sudah banyak.
Etika memang penting, tapi janganlah etika malah jadi penghambat scientific breakthrough, ilmu kedokteran  sebaiknya harus menjadi penolong jiwa manusia walau kadang harus melewati batas etik.
ps: ini pendapat pribadi yg mungkin dipengaruhi oleh serial tv dr. House.☺

septian rc:
itulah prosedur yang bikin para medis yang berilmu tinggi jadi susah. prosedur kaku yang bahkan para pembuat aturannya sendiri pun blm tentu bisa menciptakan metode penyembuhan penyakit.. cuma tauya larang larang larang doank. Posisi tinggi otak kosong yah para IDI IDI itu

Prihatin Prihatini:
Hewan yg di maksud pasti Kadal Gurun  kann ? Yg belom pernah di cuci otak nya pake kencing onta kannn ?

WeleWeleAntiJoker:
cocok... apalagi kadal gurun itu sering kena stroke, iri dengki setelah baca berita prestasi jokowi wkwkwkwkwk

HoleLOL:
cara buat stroke kadal gmn

Bono Chandra:
hahahaha....ngakak guling2 aku Om Prihatin baca komennya

anggi032 2:
Kepala si lw isinya taik bukan otak. Gimana cara cari hewan stroke buat di coba ke hewan?

WeleWeleAntiJoker:
dia itu kan serigala ajaib, bisa gejala stroke dia, jadi lebih baik kita majukan dia sebagai kelinci percobaan aja deh...

Lone Wolf? ???:
Srigala kok mau dijadikan kelinci?

Lone Wolf? ???:
Kalau ada niat pasti ada jalan, secara scientific pasti bisa.

Galih Kunarso:
Sebenarnya memang ada animal model of stroke yang bisa dipakai untuk riset ilmiah ya. Bisa coba search dan baca-baca soal itu kalau mau.

Ronaldmen Sitanggang:
Kayaknya banyak yang komen ga tau gimana caranya menyusun disertasi utk mengambil S3 sehingga komentar seenak udel bilang tidak ada bukti ilmiah dr Terawan
Ente kalo kl cuma S1 lalu skripsi jiplak, yah kaya gini hasilnya, komentar ngasal...
Fyi dr Terawan itu sudah pernah presentasikan metodenya diluar negeri, makanya kuota dipakai buat baca, jangan cuma dipake buat vpn doang ??? ??? ??? ??? ????

Galih Kunarso:
Banyak yang komen memang belum paham metode riset ilmiah dan evidence-based medicine, dan hanya langsung menganggap kalau ada hasil disertasi S3 itu artinya sudah terbukti secara ilmiah. Padahal masih ada kesalahan-kesalahan dalam disertasi itu ya sehingga hasilnya belum bisa dibilang valid.

Dalam dunia science sangat biasa bagi kami untuk saling membaca dan mengkritik hasil publikasi ilmiah ya, untuk menunjukkan apakah ada kesalahan-kesalahan yang dibuat, untuk menilai apakah kesimpulan yang ditulis itu bisa diterima atau tidak.

Nah, kalau dinilai oleh orang yang lebih paham, ternyata hasil disertasi S3 Dr Terawan masih belum bisa dibilang sebagai bukti ilmiah bahwa “cuci otak” itu membantu pasien ya. Lalu berita soal dia presentasi di Luar Negeri itu juga tidak ada kelanjutannya ya. Kalau gak punya bukti ilmiah yang valid sesuai standard internasional ya jangan harap teknik itu bisa dipakai di negara maju ya. Kalau cuma testimoni saja ya jelas-jelas tidak akan dianggap.

Stevanes Ariffin:
Dibilang metode DSA tidak terbukti ilmiah?? Lha, justru metode DSA adalah topik disertasi Dr Terawan dalam proses mendapatkan gelar Doktor (S3) dari Unhas. Kalo disertasi doktoral itu dianggap salah, monggo IDI mengajukan kajian ilmiah bantahan dari disertasi itu......

Galih Kunarso:
Iya, karena dalam disertasi S3-nya ternyata memang ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki secara ilmiah ya.

Lalu sudah ada kok pihak-pihak yang mengkritik soal hasil disertasi itu, menjelaskan apa saja kesalahannya, sehingga hasilnya belum bisa dibilang sebagai bukti ilmiah yang valid untuk “cuci otak” ya.

Salah satunya bisa search artikel berjudul “Menguliti Disertasi Terawan: dari Anjing Hingga Modifikasi DSA” yang sudah ditulis dari beberapa tahun yang lalu.

Roedy Siswanto:
Mas dr.Galih , kayaknya anda perlu menulis artikel nih , supaya nggak cuma ada dikolom komentar ??? ??? ??? ??? ??? ?????....mumed wis...Lha Prof.Irawan yunus , Promotornya Dr.Terawan di Unhas juga menegaskan bahwa IAHF atau yg dikenal sebagai metode cuci otak ini harus di Uji Klinis terlebih dulu.

Martabak Sweet:
Prof.Irawan yunus , Promotornya Dr.Terawan di Unhas juga menegaskan bahwa IAHF atau yg dikenal sebagai metode cuci otak ini harus di Uji Klinis terlebih dulu.


Tersedak, sampai tidak tahu mau komen apa.
Jadi komen komen ngawur dan tulisan ngawur di Seword yang bawa-bawa Dr. Irawan, ternyata, ya ngawur ya? :)

Pelajaran yang bisa dipetik dalam kasus Terawan ini:
1. tingkat pendidikan Indonesia yang dalam tahap red alert
2. perlu mencari solusi untuk menyembuhkan "ignorance" (gejala ada yang salah dengan proses dan level pendidikan juga)
3. rendahnya budaya membaca dan menyimak yang baik dan budaya riset di Indonesia
4. tribalisme dan chauvinisme yang membutakan sehingga mengaburkan obyektivitas dan science
5. emosional sampai taraf hilangnya akal sehat

Galih Kunarso:
Hehe, kalau ada waktu saya coba deh Pak, memang sudah lama banget gak menulis artikel lagi di sini.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel IDI Yang Pecat, Mereka Yang Kayak Cacing Kepanasan, Kan Kacau Logikanya! Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/idi-yang-pecat-mereka-yang-kayak-cacing-kepanasan-oLVPyMDlCu

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: