You Now Here »

MKEK IDI Harus Buktikan Tuduhannya Kepada Pembimbing Dr. Terawan Di UNHAS  (Read 135 times - 97 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,694
  • Poin: 25.773
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Martabak Sweet:
Tulisan penulis sangat sarat dengan FALLACY dan argumentasi error. Mari kupas satu satu:
1. Muri & Hendropriyono. Apa bedanya dengan PROFESOR MUSNI UMAR mendapat gelar profesor dari universitas cadulcadulan? Fallacy dalam argumentasi, appeal to authority.

Institusi tidak jelas yang tidak ada hubungan dengan kedokteran kok dijadikan validasi kode etik kedokteran?

2. MKEK IDI harus buktikan tuduhannya. Ini benar, MKEK IDI harus membuktikan "tuduhan external terjadi", meskipun mereka menyebutnya "dugaan", tapi arahnya kesana.

Tapi UNHAS TETAP HARUS MENJELASKAN JIKA ADA KODE ETIK ATAU PROSES YANG DILANGGAR SAAT MELOLOSKAN. Mereka punya tanggung jawab untuk membeberkan, kenapa dulu diloloskan meskipun tidak melakukan A, B, C, dst.

3. Uji pembanding dan kontrol grup ini bukan saja ada dan harus di bidang kedokteran tapi juga pada disiplin science lainnya.

Dan memang Terawan tidak melakukannya. Ya salah. Kok membabi buta membela seperti kadrun? Tiba tiba jadi bodoh seperti kadrun?

Vaksin saja ada kontrol grup yang disuntik placebo.

4. Berita tentang Jerman dan Vietnam.
Penulis seharusnya mengecek, benar terjadi tidak 1000 pasien dan kelanjutan ajakan riset bersama. Dibatalkan? Tidak jalan sama sekali? Mengapa? Berjalan? Hasilnya seperti apa? Kalau ingin memakai hal ini sebagai argumentasi.

Teledor ini namanya dan terjerumus dalam fallacy lagi.

Indisen:
Jangan keras-keras, gimanapun penulis satu species dengan kadrun. Cuma bedanya dia pro pemerintah. Hahaha

Tapi kalau soal doxing, saya acungi jempol buat penulis ini ??? ?????

HARIARA:
Oh....IDI sudah terbiasa tekan menekan, kali ya?
Dari tekanan berbau horor hingga tekanan berbau "suci". Yang berbau suci, misalnya, mempromosikan para hafidz quran mendapat beasiswa di fakultas kedokteran.

Stevanes Ariffin:
Densus 88 perlu selidiki pimpinan IDI tuh.... jgn jgn terkait dengan dr Sunardi yg ditembak Densus.

HoleLOL:
pantes universitas kita ga ad satupun msk 100 besar universitas terbaik, ya krn org ga qualified msk universitas
hafidz cocoknya jd ustadz bkn dokter

WeleWeleAntiJoker:
anak2 yg terlalu kebiasaan hafal2 doang susah kalau disuruh masuk fakultas yg pakai logika2... sebelum masuk kedokteran, anak itu jelas harus sudah terlatih logikanya... kerjakan soal matematika yg gampang aja sulit... apalagi analisa penyakit yg butuh ahli pakar yg gak nanggung ilmunya... kalau tidak, wah, bisa tewas2 pasien di tangan dokter abal2 yg cuma tukang hafal2 doang...

WeleWeleAntiJoker:
kalau bisa anak2 kita mainnya yg mencerdaskan logika/otak...
jangan cuma main game... apalagi game yg hentai-hentai wkwkwk...
 
(click to show)


HARIARA:
Kalau sudah hafal quran, memuja nabi junjungan dan beriman kepada agama allah swt, insya allah menjadi dokter yang islami, berilmu, dan rajin sholat. Soal bisa mendiagnosa penyakit wallahualam, asal bisa mencegah orang-orang muslim jangan sampai berobat ke dokter2 kafir.

Stevanes Ariffin:
Setiap orang sakit, penanganannya cukup didoakan.... Kalo ybs meninggal tinggal bilang kehendak Allah. Kalo sembuh bilangnya "tuh khan hebatnya gua...."

HoleLOL:
plus pamer Inilah 10 dokter muslim yg mengguncang dunia bla bla bla

HoleLOL:
IDI harus minta bantuan Dr Galih Kunarso from singapore to help

Kampret212:
Tolong jangan ganggu, beliau sedang sibuk

HoleLOL:
lg sibuk membuat kambing stroke

Galih Kunarso:
Bukan ya. Saya memang sibuk itu karena melayani pasien-pasien di klinik setiap hari.

HoleLOL:
oh pasiennya bkn kambing?

Galih Kunarso:
Hmm, kenapa Anda malah seperti menghina pasien-pasien saya yang sama sekali tidak ada urusannya dengan Anda ya?

HoleLOL:
santai pa dokter, sy ga menghina cmn nanya

W1R⊙:
Bener om.......seharusnya terawan harus buktikan secara ilmiah.......buat apa nyembuhin orang......walaupun orang sembuh........repotin ajakan......

Galih Kunarso:
Ya, selama ini cuma pasien “merasa sembuh” ya, “merasa baikan”, yang bisa mungkin hanya karena placebo effect saja. Makanya perlu bukti ilmiah biar bisa ketahuan apakah benar-benar sembuh atau tidak.

Inilah alasan kenapa testimoni saja tidak bisa dipakai ya.

Lone Wolf? ???:
MKEK IDI bisa lapor ke Bareskrim untuk memeriksa pembimbing Dr. Terawan dari Unhas supaya tuntas masalahnya. Bukan menuduh tapi agak aneh juga kenapa cari pembimbing dari Unhas bukannya dari UI atau fakultas kedokteran di pulau Jawa ya...

Stevanes Ariffin:
Jgn lupa bung Lone Wolf, Prof Irawan ini gelar profesornya dikukuhkan juga oleh Mendikbud, tidak kaya si Musni Umar, rektor ente....

Lone Wolf? ???:
Pengesahan oleh Kemendikbud hanya formalitas saja yang penting kemampuan intelektual dan akademis Prof. Musni Umar diakui oleh segenap civitas academica Ibnu Chaldun.

Stevanes Ariffin:
Jangan lupa bawa bukti bukti. Di Indonesia ini yg nuduh yg harus buktikan... Jgn bawa pikiran kadrun, boleh nuduh, tidak boleh dituduh...

Sebaiknya Lone Wolf jgn sok tau sebelum kenal dengan Prof Irawan. Beliau banyak diundang juga untuk menjadi penguji banyak promovendus dari Universitas Universitas lain, termasuk UI dan UGM. Belum lagi dari universitas swasta. Jadi, banyak para Doktor S3 yg ga akan lulus sebelon diuji beliau juga. Dikalangan fakultas kedokteran untuk level S3, para penguji tidak melulu dari Universitas si promovendus berasal. Dia harus mengundang para Prof dari universitas lain juga. Prof Irawan juga ambil S3-nya juga dari Jepang. Makanya, penguji itu dicari reputasinya, supaya si promovendus ikut terdongkrak kualitasnya.

So, jangan meremehkan Universitas Hassanuddin. Ente ikut program S3 mereka aja belon tentu diterima, koq berani meremehkan?? Diomelin Jusuf Kalla lho...

Lone Wolf? ???:
Makanya Bareskrim perlu lakukan pemeriksaan untuk membersihkan nama Prof. Irawan. Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan kenapa harus takut diperiksa?

W1R⊙:
Menurut saya pendidikan dijawa dan kususnya jakarta ga sebagus kenyataannya.......contoh sangat jelas.......rakyat dki bisa memilih gubernur seperti sampah......
Ada lagi yang bilang gubernur seperti berlian yang dibuang dalam kandang onta jadi tidak berguna......yang salah ontanya malah.......

Dodi Viyata:
Lagoan seperti jakrta...gubernurnya soknperasaan presiden dan nggak bs diatur karena dekingnya kaum peminum kencing unta..ya.bagusan pindahin ibukota dariapada aribut mulu...sikit sikit demo...sikit sikit demo...kriminil ulama...padahal memang ulamanya ygbkriminila.exple bahar smit...dll..

Dodi Viyata:
Pertanyaan pauk...ya terserah yang mau desertasi lah...kau ui atau fakultas dijawa sdh tak mumpuni ya cari yang mumpuni lah...

Garuda Di Dada ku:

(click to show)
 
(click to show)


Prihatin Prihatini:
Sudah bukan rahasia umum kan ? Kalo kadrun ngomong asal nyeplos ? Tanpa bukti dan logika ? Lebih byk fitnahan & Suozon . Jdi ya B aja sih.

Ima Bunny ❤:
Menuntut orang untuk evidence based ... Dirinya sendiri bicara tanpa evidence "Sepertinya,... Mungkin,... ". Bagaimana mungkin mewakili IDI kalau hanya sekelas ibu2 ngerumpi. Seandainya dituntut pencemaran nama baik seru nih...

Stevanes Ariffin:
Disertasi doktoral aja tidak dianggep evidence... lama lama yg disebut evidence base, itu yg diakui MUI.

WeleWeleAntiJoker:
tuduhan tanpa bukti?
kok modus kek gini sering kita dengar ya? terutama di medsos2... 
ooo gue ingat sekarang... sop buntut kadrun... ini... standar operasi anu kadrun... wkwkwkw!

irina breach:
Usul : Bubarkan idi

HoleLOL:
ga ush dibubarin bikin atau bentuk organisasi tandingan

tri:
sebaiknya lsm semacam idi ini tidak diberi wewenang untuk memberikan rekomendasi untuk mendapatkan ijin praktek ... rekomendasi bisa diberikan oleh universitas yang meluluskan mahasiswanya menjadi seorang dokter ... pihak universitas tentu lebih mengenal para calon dokter yang sekian semester menimba ilmu di tempatnya dibanding idi

Pebe Ok:
IDI dan jajarannya blunder terus... Berusaha melawan akal sehat, itu uang iuran anggota bulanan, gmna pertanggungjawaban nya yg diminta DPR ??!!...dah kyk ormas MUI aja sok berkuasa haha

Hulk:
Seorang Rp30rbx 200rb dokter anggota  idi = 6Msebulan, 72M setahun belum dari promo2 obat2an.

Bapake Maria:
Kan mrk seenak jidat sendiri klu bikin tuduhan. Mana mau bikin pembuktian.

Dedi Kuswandi:
IDI atau IRI ?

Stevanes Ariffin:
Kemarin ada yg argue bahwa sudah ada bantahan "Ilmiah" tentang metode DSA Dr Terawan. Judulnya "Mengupas metode DSA". Ane ikutin sumbernya, ternyata yg terbitin Tirto Id dan Tempe eh Tempo. Yg nulis juga ga jelas statusnya, dokter apa bukan? jangan jangan lulusan Sastra Rusia nulis tentang kedokteran.

HoleLOL:
yg nulis bpk Dr Galih Kunarso dr singapura

Galih Kunarso:
Saya tidak menulis artikel-artikel tersebut sih. Saya hanya memberi tahu bahwa artikel-artikel yang mengkritik “cuci otak” itu memang sudah ada dan ditulis oleh berbagai pihak sejak beberapa tahun yang lalu.

Kalau mau yang paling baru ada juga yang judulnya “Testimony Based Medicine ala Terawan: Pembodohan Masyarakat yang Terselubung” dan ditulis oleh Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

HoleLOL:
oh!

Galih Kunarso:
Iya, itu memang artikel yang dibuat untuk dibaca oleh khalayak awam.

Kalau mau baca yang di jurnal ilmiah bisa cari “Is the Cerebral Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF), Beneficial for the Treatment of Ischemic Stroke?” dan juga “Review article: Does Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) Can Actually Increase Manual Muscle Test (MMT) Score In Chronic Ischemic Stroke Patients?” ya.

Selamat membaca-baca.

Hulk:
Ga praktek di Indo, Dok? lumayanlah buat bantu2 masyarakat disini...  juga stok dokter mumpuni masih kurang di Indo.

Indisen:
Makasih referensinya dok

Wanda Bagus Sebastian:
Penista MKEK di Turki

Arif Soetanto:
Somasi
Laporkan polisi
Buktikan di pengadilan

si memble:
Arogansi yg kelewatan krn sudah mendegradasi integritas Unhas yg meluluskan desertasi Terawan.
Sbg orang awam, justru terlihat mkek yg ga beretika dgn tuduhan yg blom terbukti itu.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel MKEK IDI Harus Buktikan Tuduhannya Kepada Pembimbing Dr. Terawan Di UNHAS Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/mkek-idi-harus-buktikan-tuduhannya-kepada-oKLlIPf9Sm

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: