You Now Here »

Ditangani Terawan, Tukul Arwana Akan Suntik Vaksin Nusantara Kayak Para Tokoh Politik Ini  (Read 137 times - 43 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 26,461
  • Poin: 26.540
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Galih Kunarso:
Yang diperlukan bukan daftar nama siapa-siapa saja yang sudah disuntik vaksin AV-COVID-19 buatan AIVITA Biomedical Inc. dari US yang diberi nama merk lokal sebagai “Vaksin Nusantara” ya. Itu semua gak ada artinya apa-apa.

Yang sebenarnya diperlukan adalah bukti ilmiah bahwa vaksin tersebut bisa melindungi dari COVID-19. Nah kalau soal ini sayangnya sama sekali belum ada ya.

Jadi selama ini masih tidak ada bukti ilmiah soal efektivitas dan keampuhan dari metode Dr Terawan ini. Maaf, tidak ada khalayak medis dan science yang akan mengakui sesuatu yang cuma berdasarkan testimoni belaka ya.

«§» scarlet:
testimoni tsb bukan dalam rangka riset?

apakah dr terawan tidak melakukan riset tsb?

Galih Kunarso:
Yang ditunggu adalah publikasi hasil risetnya. Biar jelas angka-angka dan statistiknya, contohnya berapa persen perlindungan yang didapat, efek samping apa saja yang ada.

Kalau cuma cerita testimoni siapa saja yang sudah disuntik sih gak ada gunanya ya secara ilmiah.

«§» scarlet:
apakah karena beliau adalah dokter militer maka tidak dirisetkan atau dipublikasikan?

Galih Kunarso:
Gak sih. Riset dari militer yang lalu yang bisa dipakai di dunia oleh semua pihak juga banyak. Contohnya soal trauma dan resusitasi, yang banyak dipelajari karena perang.

Perusahaan AIVITA Biomedical Inc. juga mau berkerja sama dengan dia kan tujuannya juga untuk menghasilkan data ilmiah yang bisa dipublikasikan, yang akan bisa ditunjukkan kepada regulator-regulator di negara-negara dunia agar vaksin AV-COVID-19 mereka bisa dapat izin pakai.

Nah, kalau cuma ada testimoni semacam ini ya tidak akan ada regulator negara di manapun yang akan memberi izin pakai untuk khalayak ramai ya, karena belum ada bukti ilmiah vaksinnya aman dan melindungi. Jadi sepertinya cuma pihak Dr Terawan saja yang bisa menjawab kenapa mereka belum juga menunjukkan bukti ilmiah “Vaksin Nusantara” itu.

«§» scarlet:
maksudnya, dokter militer cenderung ke arah kepentingan militer, bukan utk riset sipil.
makanya konsumennya diutamakan pihak militer atau yg berhubungan dgn militer.
makanya, gak masalah jika belom ada riset sipil, yg penting bisa bermanfaat utk militer.

Galih Kunarso:
Kenyatannya dia sudah memakai vaksin AV-COVID-19 ini kepada masyarakat umum yang sipil tanpa bukti ilmiah sebagai dasar segala overclaimnya, dan perusahaan AIVITA Biomedical Inc. itu juga perusahaan sipil dari US yang bukan militer sama sekali.

Kemudian perusahaan itu juga membuat vaksin AV-COVID-19 mereka tujuannya untuk khalayak umum dan bukan militer. Jadi sebenarnya tidak ada militernya sama sekali ya kecuali tempat dilakukannya penyuntikan itu yang di RSPAD.

«§» scarlet:
ya itu dia.
militer bisa bekerjasama dgn perusahaan sipil utk keperluan apa aja bahkan kalo perlu bisa ambil alih instansi sipil.
dan militer merasa gak perlu publikasi di riset sipil.

sipil bisa apa?
memaksa dokter militer utk ikuti jalur/tahap² riset sipil atau publikasikan ke publik?

sebelum diaplikasikan di militer, mungkin lebih dulu diaplikasikan ke sipil? .... just in case .....
heheheeeee

Lone Wolf? ???:
Sudah dapat persetujuan IDI belum?

Snipersiantar:
Kan sudah bukan anggota IDI bung..
Ketua Dewan Kehormatan Dokter Militer se-Dunia dilawan..
??? ??? ??? ???

Garuda Di Dada ku:

(click to show)
 
(click to show)
 
(click to show)
 
(click to show)
 
(click to show)

 
(click to show)
 
(click to show)


«§» scarlet:
dokter kadrun spesialis bekam gurah siwak kencingonta

Aan Widjaya:
Bukti ilmiah, bukti pembanding selalu diributkan, aneh. Sudah lebih dari 5 tahun DSA (katanya skarang ada pengengembangannya yg terbaru, lupa namanya) tidak ada komplain sama sekali, apakah masih ngotot gitu? mikir!!!

Galih Kunarso:
Sudah bertahun-tahun dipakai oleh ribuan pasien katanya, tapi masih belum ada data yang bisa ditunjukkan sebagai bukti ilmiah ya. Ini sebenarnya yang aneh ya.

Tahu dari mana kita bahwa tidak ada komplain sama sekali? Lha data soal efek samping kan tidak ditunjukkan oleh pihak mereka, cuma testimoni yang bagus-bagus saja. Tidak ada obat atau tindakan medis di dunia ini yang tidak punya efek samping ya. Yang dibutuhkan adalah bukti ilmiah konkrit bahwa benefit yang didapat pasien itu jauh lebih banyak daripada risiko efek samping yang mungkin terjadi, barulah obat/tindakan medis itu boleh dipakai oleh masyarakat umum.

Inilah makanya testimoni tidak akan pernah bisa dipakai sebagai bukti ilmiah ya, karena kita tidak tahu kalau yang buruk-buruknya tidak pernah diceritakan.

Orang yang paham science, medis dan mau berpikir maju akan mengerti soal ini. Tapi kalau orang awam yang gampang termakan oleh kata-kata manis saja sayangnya memang susah untuk menerima kenyataan ini ya.

Aan Widjaya:
Makanya dok, tinggal dicari tuh pasien yg puluhan ribu diinvestigasi, sebagai bukti ilmiah, baik dan buruknya DSA, ya kalau IDI nggak mau melakukan sama seperti pihak RSPAD juga tidak melakukan, ya selamanya berdebat kagak habis habisnya, harus ada yg suatu lembaga atau apalah yg bertugas sebagai CONTROL menjembatani dan melakukan investigasi tersebut, sedikit koq cuma puluhan ribu saja. Karena secara akal sehat bertahun -tahun tanpa ada yg mengeluh malah makin banyak, kalau DSA sebagai barang dagangan makin laris, berarti sangat berkhasiat, kalau tidak berkhasiat pastilah mati suri, gampang koq menganalisanya. Masalahnya mau dibuktikan secara ilmiah kan? ya udah lakukan itu saja dok.

Galih Kunarso:
Saya sudah pernah bilang dulu, yang berkewajiban melakukan itu ya adalah pihak Dr Terawan dan timnya ya, bukan pihak lain seperti IDI atau regulator seperti BPOM. Yang punya access ke medical records ribuan pasien itu kan pihak mereka, dan IDI atau BPOM tidak boleh semena-mena membukanya, karena menyangkut prinsip patient confidentiality. Ini sudah berlaku universal di semua negara-negara dunia dari dulu ya.

Tidak ada yang namanya pihak regulator yang malah harus melakukan riset/uji klinis untuk menginvestigasi setiap klaim baru dari Dokter/pihak-pihak tertentu soal inovasi medis. Yang benar adalah pihak si innovator itu yang harus menyediakan data ilmiah yang valid untuk dianalisa kembali oleh pihak regulator apakah benar klaim mereka itu.

Kalau pihak Dr Terawan selama ini tetap tidak mau melakukan hal itu, yang harus dilakukan adalah tanya kenapa kepada mereka? Kalau mereka mengaku sebagai peneliti, ya seharusnya mereka tahu apa kewajiban dari pihak mereka sendiri ya.

Ya semoga dari kemelut ini banyak pihak yang jadi belajar deh bagaimana seharusnya riset dalam dunia medis itu dilakukan sesuai standard yang diakui oleh dunia internasional. Agar ke depannya Indonesia bisa lebih maju dan tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan seperti ini lagi yang sama sekali tidak membantu nama Indonesia di kancah internasional.

Aan Widjaya:
dr. Terawan sebagai peneliti? Berarti ada induknya dong. Dah itu saja dulu pertanyaannya.

Galih Kunarso:
Maaf, saya gak paham pertanyaan anda yang ini. Jadi menurut anda Dr Terawan itu bukan peneliti? Lalu apa induk yang anda maksud ya?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ditangani Terawan, Tukul Arwana Akan Suntik Vaksin Nusantara Kayak Para Tokoh Politik Ini Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ditangani-terawan-tukul-arwana-akan-suntik-vaksin-A1VYYlZQoH

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: