You Now Here »

Tim Thomas Indonesia Gagal Angkat Trofi, Apakah Tuhan Lebih Mendengar Doa Orang India?  (Read 92 times - 54 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,822
  • Poin: 25.901
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Niadu S:
Jadi, apakah menurut Anda kemenangan tim India tadi sore karena doa-doa rakyat India lebih didengar oleh Tuhan karena mungkin doa-doa mereka dipanjatkan setulus hati dan tidak ada unsur “politisasi agama” seperti yang kerap terjadi belakangan ini di negeri kita? Kalau saya sih: “Tidak tahu, karena saya bukan Tuhan!”* #OnlyGodKnows


Kalu final India vs Indonesia ini dikaitkan dengan agama. Betapa Indonesia kalah telak!

Sejak beberapa tahun yg lalu sudah terlihat kebangkitan bulutangkis India. Indonesia mungkin meremehkan India.

Konon, olahraga ini dikembangkan di India?
Dan pemangku olahraga bulutangkis di India sadar akan hal ini dan berbenah. Hasilnya nyata beberapa tahun terakhir.

Saatnya Indonesia berhenti "berdoa" kalau ada olahragawan Indonesia bertanding di event internasional. Apalagi 'doa' itu hanya menginginkan kekalahan lawan atau tim lawan yg sudah bertahun-tahun berlatih, meneliti, dan mempraktikkan kerja keras, ketekunan, dan disiplin tinggi.

WhatTheWhat:
Maklum, sekarang pemainnya banyak yang berpikir, yang penting "niat dan doa" bukan usaha dan berlatih keras untuk menangnya.

Shi Rah Moe Met:
Piala Thomas selanjutnya, coba semua pemain dan pelatih istirahat gak usah latihan, tapi memperbanyak doa dan ibadah, baik yg muslim ato non muslim, kerahkan semua ulama,  ustad yg hebat2 di medsos utk berdoa biar musuh kalah dan kita menang. Tempat latihan jadikan tempat pengajian .Ketika pertandingan kerahkan semua org utk solat dan berdoa di JIS jg lupa izin dulu sama yg ngaku pemiliknya...dijamin kalo gak kalah ya menang..

Lanina:
Nah… betul bgt!

Pendiam:
Kayanya setelah rumah bulutangkis pindah ke rumah baru, komentator TVnya sering ngomong gitu deh. Komentator tamu yang biasanya mantan pemain lebih enak didenger

Barkah Adi:
Itulah komentator, nggak olah raga nggak politik, kalau udah keliatan kalah  atau lebih lemah dari lawan umumnya digiring ke agama, bukannya analisa prestasi. Komentator dari dulu banyak yang mabuk agama. Jadi inget sama komentator legenda di tvri dulu yang namanya Sambas, sama juga kaya gitu. Menjelang kalah: "mari kita doakan supaya menang", kalau menang: "inilah doa seluruh rakyat". Sportifitas dan prestasi kalah sama agama (kulitnya doangan).
Jangan kuatir, di indonesia banyak banget kok yang kaya gitu, dan kondisi itu tetep dipelihara, sampe sekarang, jadi jangan berharap juga secepatnya kita maju.
??? ??? ??? ???
,

Lanina:
Amen to that

Widodo SP:
Berarti udah kebiasaan lama ya, pak Barkah ... hanya skrg mgkin lebih parah gejalanya ????

F545150:
pemaain lokal kebanyakan coli...

zulu_alpha:
Rasanya itu komentar untuk "menampar" sebagian orang/kaum yg lebih mengagungkan doa daripada kerja keras.

Kadal Gunung:
Sampe Tuhan diseret suruh olahraga juga, sungguh negara agamis, saya paling ga suka kalo urusan permainan manusia macam gini pake seret2 Tuhan. Kenapa gak nikmati aja jalannya pertandingan, buat apa pake doa jelek supaya lawan kalah segala

septian rc:
Doa semacam itu hanyalah pemahaman bahwa Tuhan Allah = Jin, atau makhluk dedemit pengabul keinginan dengan tumbal tertentu (d0a2 misalnya).

karena doa orang beriman dan taqwa itu tidak meminta hal spesifik ingin menang, ingin dapat juara, ingin uang.. tapi meminta diberikan jalan terang, keselamatan dan hati yg ikhlas untuk menjalani hidup/hal yg kita lalui.

Hapal ayat2 kursi atau hapal ayat kitab suci, belum tentu beriman dan bertaqwa.
toh hanya hapal doank.. pemahaman dalam hati dan kedalamannya blm tentu ngerti

Rais Manwuoy:
Bahaya komentar anda, bisa dituduh atheis, sesat bahkan komunis sampai pelecehan agama.

Niadu S:
Hanya kaum yang bagaikan katak dalam tempurung menganggap artikel di atas berbahaya, ateis, komunis, dan pelecehan agama.

Kebebasan berpikir dan berpendapat menghasilkan individu2 tangguh dan kreatif, paham adu argumen, dan berguna bagi komunitas, bangsa dan negara. Sebaliknya, membatasi kebebasan itu hanya usaha sia-sia.

Barkah Adi:
Bener, doa itu supaya kita selamet, semangat, dan sportif. ??? ?????

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Tim Thomas Indonesia Gagal Angkat Trofi, Apakah Tuhan Lebih Mendengar Doa Orang India? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/tim-thomas-indonesia-gagal-angkat-trofi-apakah-oQoJODgOx1

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: