You Now Here »

Terungkap! Alasan Singapura Deportasi UAS Terkait Khotbah Bunuh Diri Dan Hina Agama Kris  (Read 72 times - 55 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,822
  • Poin: 25.901
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




F545150:
Kadrun teriak2 , demo bilang rakyat susah selama rezim ini...  kalo susah, koq pemimpin kultus nya bisa banyak duwit pergi liburan ke luar negri bersama keluarga dan handaitaulan lagi.. liat tuch drun hasil sumbangan kapal selam lu pade di pakai foya2 sama si gigi jin...

Freez  ????:
Kalo ga cukup buat beli kapal selam beneran ya setidaknya di belikan kapal selam made in palembang... ????

Akhirnya malah karam di singapore..

F545150:
Nah itu... Kapal selam palembangnya di makan berjamaah saat demo..

212SceloporusMagister:
Penjarakan Uwas was & segera terbitkan sertifikasi penceramah

Niadu S:
Kementerian Dalam Negeri Singapura untuk Indonesia, mengungkapkan alasan Ustaz Abdul Somad dideportasi. Singapura menganggap sosok penyiar agama itu pro ekstremisme dan bom bunuh diri.


Kalau pernyataan di atas benar, menjadi pertanyaan apakah SIAR ISLAM itu lebih banyak mudaratnya dari manfaatnya? Bagi para PEMIKIR BESAR jawabannya jelas dan tegas. Tapi karena para PEMIKIR BESAR tidak mau dan tidak pernah 'memproduksi' propaganda, hoax and fraud, mereka hanya berharap semakin banyak orang berpikir logis dan mengasah critical thinking mereka.

Singapore adalah negara maju. Tidak ada alasan orang Indonesia meremehkan Singapore hanya karena Singapore ngak masuk kelompok G-20, misalnya.

Singapore patut dicontoh negara manapun di dunia karena mampu 'mendudukkan' seorang muslim menjadi Presiden tanpa gejolak dan kegaduhan politik identitas dan tanpa pemujaan pada agama islam.

Lone Wolf? ???:
Kita tidak perlu terlalu kaku seperti Singapura karena  peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku disini berbeda. Kalau hanya sebatas ceramah pemerintah kita kasih kelonggaran karena sesuai dengan hak kebebasan berpendapat. Tapi kalau sudah merencanakan atau lakukan perbuatan teror baru ditindak, makanya kita selalu perlu kehadiran Densus 88.

Hotma Tigor:
Hak kebebasan berpendapat ??...klu non muslim melakukan hal sama seperti si ganteng, otomatis kena pasal penistaan agama dan masuk penjara bertahun2...bahkan hny protes soal kerasnya suara toa bisa bakar2an dan dibui..

Lone Wolf? ???:
Maksudnya hak kebebasan berpendapat bagi mayoritas, maaf...

Niadu S:
Kalau muslim menghina nilai2 atau tradisi JUDEO-KRISTEN itu kan SIAR AGAMA ISLAM. Sekali lagi SIAR AGAMA ISLAM, bukan SIAR TENTANG BAGAIMANA BERTUHAN YANG BENAR.

Sebaliknya, kalau "kafir", khususnya orang2 KRISTEN, berapologet karena ALKITAB atau KEKRISTENAN dihina oleh muslims sebagaimana BUKU  dan NABI mereka telah melakukannya, ITU MENIMBULKAN KEGADUHAN DI MASYARAKAT.

Harus disadari bahwa definisi KEGADUHAN DI MASYARAKAT ini BERBEDA antara kaum waras dan kaum erte enam.

Protonindo:
Setuju mbak Niha? ???

jane ora dong:
MEMALUKAN....
Negara yg berlandaskan hukum dan demokrasi harus diajari cara memperlakukan hukum oleh negara tetangga.

Perangkat hukum apakah yg tdk kita punya sebenarnya sehingga tdk mampu menindak secara berkeadilan menurut ukuran universal ?

Maka tdk salah kalau sy mengatakan sangat menghargai janji ANIS yg akan menindak gerakan intoleran adalah suatu lompatan logika politik, yg dari dulu sampai penguasa yg sekarang tdk berani melakukan, meskipun itu baru sebuah janji, tapi bukankah semua capres dulu juga punya janji janji dan itu bisa ditepati atau tidak.
Karena bagaimanapun hak rakyat berakhir di bilik suara, selebihnya kita sebagai rakyat cukup nikmati saja.

Dedi Kuswandi:
Pemerintah singapura punya "kajian internal" juga dalam upaya menjaga sikon singapura tetap kondusif. Bukan uas saja yg punya kajian internal.....

Roy Wijaya:
orang sekarang lupa kalau kata "kafir" itu sangat merendahkan orang lain. Kata "kafir" itu berarti "najis/kotor", itu arti harafiahnya, orang rt 6 sering melembutkan arti kata "kafir" dan menerjemahkan dengan "menutup terhadap kebenaran", ini adalah kebohongan. Jaman abad pertama, orang yang menyebut sesamanya sebagai "kafir" harus dihadapkan ke mahkamah agama dan disidang, nggak segampang sekarang yang mana orang rt 6 menyebut "kafir" kepada semua orang non muslim.

Juan:
khotbah "jin kafir" yg dulu UAS bangga-banggakan tanpa minta maaf dan tanpa klarifikasi, kini jadi senjata makan tuan...

lagian ngapain juga main ke negara aseng kafir? ke Malaysia aja sono... sebelas dua belas lah sama Singapura...

irina breach:
Usul ke Singapura : jangan ditolak.. tangkap langsung tembak mati ditempat saja orang macam ini. Selesai.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Terungkap! Alasan Singapura Deportasi UAS Terkait Khotbah Bunuh Diri Dan Hina Agama Kris Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/terungkap-alasan-singapura-deportasi-uas-uP7Jvro0BT

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: