You Now Here »

Ganjar Seperti Susi, Jago Medsos Sedikit Kerja. Rakyat Tak Punya Idola Jadi Milihnya Dia  (Read 72 times - 108 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 25,851
  • Poin: 25.930
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




retcab:
jika ada 2 hal yg sama2 mudharat .... pilihlah yg mudharat nya paling kecil

B-Over:
Nah sesimpel ini aja dulu ya, ngga perlu dengan kriteria yang jauh di awang2

A Fighting Citizen:
sebenernya kalo mau jujur konsekuen, Jokowi waktu awal capres th 2014 jg gak gitu kuat track record success story nya. Modalnya hanya hasil memimpin di Solo (sebuah kota kecil di Jateng) yg barusan akhir tahun lalu sy kunjungi utk libur akhir tahun. Jalan2 arterinya masih gelap2. Gak terlalu bisa dianggap kota yg benar2 maju.
DKI jg gitu, Jokowi praktis mimpin hanya 2 tahun dari th 2012 s/d 2013 (dia cuti dan akhirnya terpilih RI1). Tapi kita percaya Jokowi dari sosok orang nya. Nasionalis dan tidak kompromi sama kubu intoleran dan pedagang agama. Itu aja sudah lebih dari cukup. Ndak perlu orang pintar.

GP suits those profiles.

B-Over:
Setuja sekali, om. Kalau mau jujur ya seperti yg om fighting sampaikan.
Di solo, Jokowi lebih terkenal ke seantero Indonesia dengan gaya kepemimpinannya dan karakternya. Di Jakarta sebagai gubernur, yah belum banyak juga. Masih jauh lebih signifikan Ahok jika mengambil kurun kurun waktu yang sama dengan Jokowi sewaktu menjabat sebagai gubernur. Saya kira saat ini, mau tidak mau, suka atau tidak suka, akan banyak pemikiran atau opini seperti artikel ini. Dan kalau mengikuti pola pikir artikel ini, hanya Ahok yang memenuhi syarat. Hahahaha

Saya pilih Jokowi, karena ngga mau lawannya yang menang kok.
Saya pilih Jokowi, karena tau dia itu orang baik dan jauh lebih baik dari secara karakter dari lawannya
Saya pilih Jokowi, karena track recordnya jauh lebih bersih dari lawannya

A Fighting Citizen:
spot on bung B.
Ahok cemerlang karir birokrasinya (belum ada duanya sampai hari ini), tapi habis tersapu badai penistaan agama. Dan Tuhan ijinkan itu terjadi (kopipas komen Ahok).
Hikmahnya, Jokowi lebih bisa memetakan golongan intoleran pengasong agama, dan melenggang jadi RI1 utk periode ke dua.
Jangan remehkan pengorbanan seorang Ahok. Dan Jokowi did not forget him. Bebas dari penjara pdhal gak bersalah, Ahok langsung masuk jajaran komut Pertamina.

si memble:
Apple to apple?
Apbd 100 t dgn apbd 30 t?
Luas 600 km2 dgn luas 32000 km2?
Warga 10 jt dgn warga 35 jt?
apple to apple?
??? ??? ??? ???

Sardijanto Djoemairi:

(click to show)

Dan..., saya rasa artikel ini bukan merupakan opini yang cerdas...

Johan Mulyadi T:
Setuju banget pak Djoem,  artikel ini bukan merupakan opini yang cerdas. Kalau mengikuti opini penulis, apa kita harus berpaling kepada Airlangga? Cak Imin? Anies?

Freez  ????:
Semakin ke laut orang2 itu..

Sardijanto Djoemairi:
Nhaaa...

IanToo:
Ya udahhhh....cba penulis tunjukan Gubernur yg jago kerja..

Mblandyang:
lhaa apa penulis ini tinggal di jateng ?!

klo mmg tinggal di jateng terus beropini ky tulisan ini thdp ganjar,.. yo brarti matane pece,
klo masalah banjir rob, terus masalah wadas jadi alasan pola pikirmu yg skrg thdp hasil kerjanya ganjar,
kwkwkw dolanmu kurang jauh dan tidurmu kurang ke tengah mas ..

saya ni yo gak belain ganjar, tapi karna ganjar lah "kegiatan persetoran di beberapa daerah jadi berhenti", pungli mulai dikit dikit hilang . .
tanya warga jateng gmn hasil kerja ganjar sama gubernur sebelumnya,
karna kebetulan saya juga wong dalan mas, jadi cukup ngrasain beda nya .. jaman ganjar jadi seret setoranku ,. kwkwkw
minimal ini satu contoh kecil saja, tapi manfaat yg di dapat masyarakat bwanyak . . lhaa jalanan di banyak desa jadi mulai diaspal, mulai dikasih penerangan . .
dan yg lebih utama sejauh ini ganjar terlihat kontra thdp pr kaum kontra toleransi (singkat ndiri)

F545150:
Pilih yg terbaik di antara yg kurang berprestasi...

B-Over:
Dengan pola pikir seperti ini, capres 2024 yang memenuhi kriteria yah hanya Ahok

Noval Adianto:
Dibanding yang lain , Pada diri Ganjar masih terlihat ada harapan ...Tapi bagi  para penjilat Ganjar itu duri ...

Yosef Kurniawan:
Di judul Artikel ada kata Susi, tapi di artikelnya gak tercantum. Aneh aja ngasih judul tapi gak disebutin dalam artikelnya. Saya menghargai opini apapun dari penulis tapi jika bisa mohon judul dan isi itu nyambung, kalau tidak mau menulis nama tokoh, bisa ganti judul dengan Ganjar dan gubernur-gubernur lain atau apalah.

Raden Mas Paijo:
Opini gak cerdas dan kurang menarik.. cuma asal nulis,bisa apa? Berbuat apa..? Apa hasilnya..?

Emg bangun Candi kliatan nyata..

Yosef Kurniawan:
Dia nulis Puan bukannya malah lebih gak pas lagi ya, gak pernah ngerasain jadi rakyat kecil, empati jelas kurang, kerjanya di DPR juga belum keliatan wah. Yang terkenal cuma pas matiin mic orang lain.

Anyway jangan bayangkan PDIP sebagai partai suci, banyak banget kok kadernya yang korupsi. Jujur aja PDIP bisa menang karena ketokohan Jokowi selama 2 periode, gak ada tokoh yang serupa lagi ya siap-siap aja dibalap elektabilitasnya oleh golkar.

Lagian memilih pemimpin idealnya ya dari pemimpin skala kecil-menengah-besar, jadi kalau pemimpin dari gubernur mau capres ya sah-sah aja. Menteri itu agak sulit karena walaupun kerjaannya nasional, tapi cakupan bidang yang dia urusi pasti terbatas. DPR juga sulit karena dari legislatif ke eksekutif. Bilang pemimpin selanjutnya terserah penunjukkan satu orang itu bagai merendahkan akal sehat pemilih-pemilih di negara ini. Belum tentu orang yang ditunjuk itu bakal lebih berkah dibanding capres lain yang gak direstui.

Noval Adianto:
Bisa saja penulisnya barisan penjilat

Erick 73:
Saya sepakat dengan penulis, Ganjar bukanlah sosok yang spesial banget, saya malah agak ragu bahwa dia bisa bersikap tegas terhadap para kelompok intoleran dan yang ingin menggantikan ideologi Pancasila krn permasalahan terpenting bangsa ini saat skrg dan kedepan kedepan salah satunya ya itu. Kita berharap pak Jokowi setelah membubarkan FPI dan HTI melakukan tindakan lanjutan yang berkesinambungan tetapi kelihatannya sdh berhenti, mungkin beliau merasa sdh cukup upayanya utk hal tsb dan mungkin lebih fokus mengurusi proyek jangka penjang IKN dan lainnya dan  dengan  demikian permasalahan ini  akan beliau tinggalkan menjadi PR ke  presiden berikutnya. Saya berharap   muncul calon presiden yg bisa   menuntaskan PR tsb dan PDIP  semestinya mengusung calon yang tepat utk itu, kan kader2 PDIP kan hebat2, banyak mantan aktivis yang idealis ayolah kasih masukan ke ibu ketua dan jangan paksakan jika mbak Puan bukanlah orang tepat.

rudi sasongko:
di PDIP tdk kekurangan orang-orang yg HEBAT dan Pinter.. bukan cuman Ganjar yoo...

Aga:
maklum 40% anak Indo stunting atau kurang gizi atau kurang bisa logika, maka ga heran milihnya berdasarkan tampang saja....itulah kenyataan disini...suka ga suka

harisentul:
Sangat tdk setuju dng tulisan ini. Elektibilitas tinggi mencerminkan kepercayaan dan kinikerja.
Kalau cuma 2% - 3% ya dilewati saja

Anggun Nidyanto:
ganjar - khofifah gakan ada lawan.jatim dan jateng akan jadi kunci kemenangan.ganjar juga akan unggul di bali ntt dan papua .di sini prabowo akan kembali kelimpungan..apalagi anis.

WhatTheWhat:
Ya ganjar memang bukan yang terbaik (memangnya ada yang terbaik?).
Tetapi setidaknya track record dan jejak karir ganjar sendiri masih lebih baik daripada lawannya, walaupun ganjar sendiri emang gak gereget sama sekali.

HoleHound:
kl musti milih 3 cewe jelek, maka mendingan ga kawin! eh salah ya! ????
mksdnya kl suruh pilih ganjar anies wowo mau ga mau ganjar

Supreme Leader:
Ini penulis bingungin banget, Anis udah jelas bangkeknya Ganjar nggak jelas kerjaannya terus siapa yang mau dipilih, bapak lu ya?

A Fighting Citizen:
jadi ngakak sendiri baca komen bung Supreme Leader (lagi bayangin Kim Jong Un:) ...
kalau konteks penulis masih terkait komen "ojo kesusu sik" nya pakde Wiwi, kita harus maklumi lah. Kasih dia the benefit of doubt dulu lah :)

Stefan Daniel:
Track record ganjar memang gak bagus2 amat, tp pesaingya saat ini lebih parah. Apalagi sampai mau mencalonkan Raffi Ahmad. Semua calon saat ini keliatan gak bisa kerja krn kita membandingkan dengan presiden saat ini Pak Jokowi. Semua calon saat ini sangat jauh dibandingkan dengan Jokowi, tp suka tidak suka kita harus memilih, dgn segala kekurangannya Ganjar is the best saat ini

Panda:
Kalo amati dari hasil beberapa survey kredible,
3 nama teratas : Ganjar ,Prabowo,
Anies
Kalo mau liat prestasi ya tetep Ganjar yg paling baik.
Lha kalo Prabowo ga main medsos juga  dipilih pdhal prestasinya apa?
Jadi ya banyak faktor ga melulu pinter medsos.
Kalo anies jelas walapun pinter medsos tapi main politik identitas

piter:
Mencari sosok presiden berikutnya tidak
semudah pencitraan di media sosial.
Masing2 kubu punya bench mark dan kriteria calon.

Medsos saat ini menjadi alat yg sangat penting utk mengerek citra seseorang.
Saat jadi gubernur, sebenarnya menjadi bench mark umum utk mengukur keberhasilan kinerjanya.
Pak JKW, terkerek citranya saat menjabat walikota Solo. Kiprahnya di DKI belum sepenuhnya terlihat, walau sudah ada gebrakan.

Ke tiga gubernur ini moncer bukan karena
kinerja, namun bila tidak ada
pilihan, Ganjar lebih dipilih,
karena lebih soft approach,
tanpa memainkan issue
identitas.

Grud:
syarat jadi presiden di indonesia :
1. orang jawa

Noval Adianto:
bukan orang yang mengaku jawa asli ..

Supreme Leader:
Nyindir Anies y?

Noval Adianto:
Cuma mau mengatakan apa adanya

A Fighting Citizen:
udah know-know still ask-ask:)

Hafiez Sayid:
Mungkin itu alasan PDIP blm mencalonkan dia

Freez  ????:
Tunggu detik terakhir..

urang lembur:
Yaahh ketimbang wan aibon, ganjar masih mending minimal ga ada toleransi sama pengasong radikal dan khilafah...

Yustinov:
Energi negatif setelah pilpres 2019 masih kuat sehingga energi yg seharusnya untuk membangun bangsa menjadi lemah bahkan dalam situasi sulit wabah penyakit global gejolak politik semakin jahat....
Nilai positifnya, rakyat bisa melihat secara dini mana sosok belatung dan mana yg jelata rasa asih abdi dalem....

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Ganjar Seperti Susi, Jago Medsos Sedikit Kerja. Rakyat Tak Punya Idola Jadi Milihnya Dia Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/ganjar-seperti-susi-jago-medsos-sedikit-kerja-S8jSEo4eh4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: