You Now Here »

Buat Yang Teriak Teriak Pse Ngehe. Situ Bela Siapa?  (Read 97 times - 127 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 26,430
  • Poin: 26.509
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Buat Yang Teriak Teriak Pse Ngehe. Situ Bela Siapa?
« on: July 31, 2022, 08:01:24 PM »




Laurent si Kucing Barbar:
Mau bikin kebijakan apapun silahkan sebenarnya. Asal tetap ada hal yang harus dipertimbangkan, yaitu bagaimana dampak nya ke rakyat secara keseluruhan.

Sekarang itu zaman nya interdependensi, dimana semua negara saling tergantung dan terkait, sekat antarbangsa sudah tidak terasa lagi.

Dan Indonesia harusnya sudah siap dengan hal itu, tapi faktanya? Kita telat banyak sekali. Tapi sekarang, kita ada kebijakan yang menurut saya malah mengembalikan orang ke zaman batu.

Kalau misal blokir yang diterapkan seperti China gapapa. Karena mereka ada platform lain yang bisa digunakan, dan mereka sudah cukup mandiri secara digital. Kita belum seperti itu.

Lihat saja situs PSE yang walaupun. anggaran nya 1 Triliun tapi masih terlalu mudah untuk diretas.

Kasus PSE ini sebenarnya menalarnya mudah... yang diblokir siapa, yang kena dampaknya siapa.

Kalau mau tidak mau "terjajah secara digital" dan interdependensi dengan yang lain, caranya ya hanya satu... Bikin aplikasi yang fungsinya mirip, karya anak bangsa sendiri. Bukan dengan cara blokir PSE asing padahal kita belum punya backup

Erika:
Jelas sdh fipertimbangkan. Situ aja kemanjaan lalu gagal paham. Permenkominfo no.5/2020 itu melindung harta Indonesia sbg negara berpenduduk terbesar ke 4 dunia. Kalau situs2 LN dibebaskan tanpa mau didaftarkan yg kegerus situs2 lokal. Lagian spa susahnya didaftarkan? Macam kita hrs pny KTP. Mayoritas platform yg dipakai rakyat indo adalah platform milik asing. Kok bisa WNI bela asing trs milih ribut ma negara sendiri.

Kemandirian indonesia tercipta ketika aturan hukum tercipta. Ngomongin mandiri tp ga ngerti yg diomongin.

Situs mau dibikin 10T pun pasti bisa diretas. Yg bikin manusia bukan dewa. In any case... PSE itu adalah aturan yg situ ributkan ga ada hubungannya dgn aturan tp pembelaan terhadap pelanggaran aturan. Ga setuju sama aturan gugat aja uji materi. Tapi membela yg melanggar aturan artinya pengkhianatan pada kedaulatan hukum NKRI.

Lagian... digital itu barang baru utk Indonesia. Jgn pikir pemerintah ini pny tongkat ajaib semuanya bisa langsung tersedia dlm sekejap mata...

Laurent si Kucing Barbar:
Data itu disimpan di server, servernya dimana? Ya di luar negeri.

Apa iya harus ada usulan, khusus untuk orang Indonesia, server dan data center nya harus di Indonesia?

Apakah dengan ini saya membela asing? Sepertinya tidak sama sekali. Yang saya perhatikan adalah hak pengguna, yang kebetulan menggunakan platform asing dan tergantung dengan itu.

Martabak Sweet:
Jelas sdh fipertimbangkan. Situ aja kemanjaan lalu gagal paham. Permenkominfo no.5/2020 itu melindung harta Indonesia sbg negara berpenduduk terbesar ke 4 dunia.


Apa hubungannya antara PSE dan perlindungan harta Indonesia (atau data Indonesia). Jelas sekali Ibu tidak paham dan ignorant.

Takut data keluar? Pendaftaran tidak ada hubungannya dengan itu. Apalagi pemilik data bukan Kemenkominfo.

Contoh yang mudah, ketika Ibu memakai Shopee, semua data Ibu sudah bocor ke China dan ke Singapore.

Ketika Ibu memakai jasa Telkomsel, semua data Ibu sudah bocor ke Singapore, ke Singtel, entah parsial entah seluruhnya.

Satu satunya jalan "perlindungan data atau harta Indonesia" terjadi adalah ketika ibu dan seluruh penduduk Indonesia tidak menggunakan Shopee! Atau bahkan Tokopedia dan Gojek.

Pahami.

Laurent si Kucing Barbar:
Okelah yang melanggar aturan adalah PSE, aplikasi, atau apapun itu. Tapi apa iya, harus mengorbankan orang-orang (yang saya tahu sebagian kecil) yang memang bergantung pada PSE itu?

Yang harus dipertimbangkan ya itu, gimana caranya bikin kebijakan ini (yang tujuannya baik), tanpa menghasilkan konsekuensi yang buruk ke masyarakat (walaupun masyarakat itu sangat kecil dan segmented)?

prasetyonegoro:
Yang pasti pemblokiran tidak berdampak pada emak2 di pasar, petani di kaki gunung atau sopir, buruh pabrik atau pedagang kaki lima. Kalian yang berkepentingan jumlahnya tak sampai 10% tapi berisiknya mirip Indonesia akan hancur kalau PayPal diblokir. Sementara negara butuh pajak untuk mensejahterakan ratusan juta warga lain yang belum berkesempatan mengeruk uang mudah di online.
Semoga paham

Laurent si Kucing Barbar:
okay katakanlah kami (yang tergantung digital) adalah minoritas, 10%, bahkan kurang dari itu.

Tapi apa iya harus menganaktirikan yang 10% ?

Erika:
Yg kena PSE itu bukan pengguna tp pemilik... see? You gagal paham...

Laurent si Kucing Barbar:
iya memang yang di PSE adalah pengguna, tapi apa iya harus berakibat ke penggunanya?

Martabak Sweet:
mino dan mayo pun sebenarnya tidak relevan karena interconnectivity dari jasa, service, termasuk didalamnya sektor finansial melalui medium internet itu menyentuh hajat mayoritas pula.

Erika:
Yeesss.... you got my point

Laurent si Kucing Barbar:
katakanlah petani katanya tidak butuh digital-digitalan. Lalu kenapa ada aplikasi digital untuk petani, namanya TaniHub? yang bisa digunakan agar para petani mampu untuk menjual hasil pertaniannya.

Walaupun memang penjualan petani melalui TaniHub rata-rata bukan pembeli skala kecil. Biasanya skala medium sampai besar seperti untuk restoran, hotel, atau bisnis katering makanan

Arif Soetanto:
Kepingin niru China. Tapi kemampuan tidak cukup. Jadinya asal blokir

Martabak Sweet:
Google membayar pajak itu tidak ada urusannya dengan PSE atau internet.
Google membayar pajak itu urusannya dengan pajak yang dikenakan kepada pemberi JASA, termasuk jasa lintas negara.

Tuh, kurang wawasan dan pengetahuan kan.

Martabak Sweet:
Ketika Menteri Keuangan berhasil memaksa Google untuk membayar pajak karena walaupun perusahaannya di luar negeri tetap menggunakan rakyat Indonesia sebagai segmen pasar, maka mereka wajib membayar pajak pada negara. Kita semua senang kan?? Lalu mengapa ketika kemeninfo menertibkan situs-situs dalam bentuk "pendaftaran", lalu kita, bangsa indonesia sendiri berteriak "PSE itu kebijakan ngehe". Situ dibayar berapa untuk jadi pengkhianat bangsa?


Saya tulis yang terkena nanti yang KASAT MATA dan KASAT TELINGA saja garis besarnya.
Disini bukti dari hal itu. Google, Facebook disebut sebut, wajar karena mereka RAKSASA dengan PRESENCE TINGGI.

Paypal itu kecil presence di Indonesia. Ratusan juta provider lainnya juga presence-nya kecil. Apakah pernah ada sosialisasi kepada mereka tentang aturan ini? ??? ?????

Tidak ada kan? Lalu imbasnya yang merasakan kan pengguna warna negara Indonesia. Jadi mengapa mereka tidak layak protes? ????

Artinya apa, kalau Ibu selalu melihat dari sisi hitam diatas putih, artinya produk hukum ini lalai menelaah dampak aturan terhadap impact kepada penduduk dan pengguna secara menyeluruh.

Produk garbage itu namanya Bu.

Martabak Sweet:
Kemenkominfo sangat diperlukan tapi harus berjalan dengan landasan pemahaman menyeluruh tentang industri yang dinaunginya.

Buat saya Johnny Plate ini ignorant dan tidak paham what he is doing. I won't go as far as calling him Benalu. Cukup 1 kata "incompetent".

Laurent si Kucing Barbar:
mungkin ucapan "benalu" terlalu kasar. Tapi dengan efek yang seperti ini, sampai banyak orang menyatakan #BlokirKominfo ya gimana lagi?

Bahkan sebenarnyayang lebih kasar di twitter seperti #KominfoK****l, itu pun ada dan trending

Martabak Sweet:
Saya sih mengerti mengapa menggunakan kata "benalu", sebagai superlative kalau Om Johnny ini kebangetan, keparahan dungunya dan ketidakbecusannya.

Saya sih membaca "benalu" bukan dalam arti harafiah. Tapi ya itu penulis lain selalu membaca secara textual.

Martabak Sweet:
Jadi kalau Paypal ditutup itu bukan pemerintah mempersulit rakyat tapi karena Paypal tidak mau mendaftarkan situsnya sampai batas waktu yang ditentukan, bahkan sampai satu tahun mundur pun Paypal tetap tak mau mendaftar. Maunya mengeruk keuntungan dari NKRI tapi ga mau tunduk pada aturan, karena Paypal sadar kalau ditutup pasti rakyat Indonesia akan kesulitan dan pasti akan ada pembelaan. Tidak sadar kah kalau praktek-praktek seperti Paypal yang tidak mau tunduk pada hukum Indonesia adalah bentuk penjajahan digital?


Kalau mau jujur, Ibu dan yang Ibu maksud di tulisan Ibu adalah sama-sama Ngehe dan memiliki pemahaman separuh atau tidak sama sekali.

Tentang Paypal, biasanya digunakan oleh orang Indonesia yang memiliki penghasilan entah freelance, entah lainnya, dimana orang Indonesia ini menerima pembayaran dari luar negeri.

Dan orang Indonesia ini tentu saja tidak punya akun bank di Amerika, di Eropa, di China, di Jepang. Makanya harus ada sarana financial yang menjembatani. Salah satunya adalah Paypal. (ada 1 komentator yang tidak paham juga, lalu sembarangan berkata "ganti dengan OVO", very very stupid juga).

Jadi Paypal adalah solusi untuk MENERIMA pendapatan. INCOME ya Bu.

Posisi saya jelas, kemenkominfo sebagai lembaga, gagal fokus dan gagal prioritas. Bukannya tidak berguna tapi untuk sekarang masih ngawur!

Laurent si Kucing Barbar:
dan bikin susah

StreetHole:
sobat jonny pada keluar ????

nihayatur rohmah:
Mantabbb

Wanda Bagus Sebastian:
Mbak gak sebut "benalu bangsa" sama Menkominfo? :')

βuδιhαrjø ĝω:
menurut saya, memang sekarang portal opini ini banyak tulisan tidak bermutu, terkadang hanya memindahkan link berita dari portal berita mainstream lain. beberapa penulis bahkan tidak paham benar apa yang ditulisnya, koar koar yang penting terlihat frontal. terkadang mudah mengecap kadrun, padahal secara tidak sadar dia sendiri berperilaku demikian dalam tulisannya, merasa paling benar, paling berani, dengan dalih "opini".

dari orang awam...

Snipersiantar:
Terimakasih mba Erika, sedikit banyak membuka wawasan tentang peraturan PSE ini.
Sebagai pemakai akun paypal (dulu) untuk aplikasi game, tidak terlalu "peduli" dengan diblokirnya paypal..sudah beralih ke ovo/dana.
??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Buat Yang Teriak Teriak Pse Ngehe. Situ Bela Siapa? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/buat-yang-teriak-teriak-pse-ngehe-situ-bela-siapa-tPjrm8jrhl

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: