You Now Here »

Setia Pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS Yang Paling Jitu  (Read 64 times - 66 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 26,206
  • Poin: 26.285
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Setia Pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS Yang Paling Jitu
« on: September 05, 2022, 08:23:35 AM »




Donny Rahardian:
Lha di Bandung kasus nya ratusan MAHASISWA yg terkena HIV,

Mereka blm ada yg nikah, napa wagub sama penulis bahas nya nikah, poligami, istri , setia dll ?

Gak nyambung...

Shi Rah Moe Met:
Pejabat dari kalangan Kdrone..otaknya cuma berisi Syahwat saja..pantesan mahasewa nya banyak yg ketularan

TukangTembok:
ya kalo menurut kadrun, poligami = berhubungan dengan selangkangan, poligami tidak ada hubungannya dengan menjadi kepala, tidak ada hubungannya dengan mendidik/mengayomi/menafkahi, poligami = s3x, menurut otak kadrun.

Resilas:
Jangankan urusan pernikahan, yang adalah urusan duniawi. Konsep sorganya (urusan yang bersifat ilahi) aja... begitulah...

Resilas:
"setia pada pernikahan"
Itu kalau sudah menikah. Nah, kalau belum menikah?

By the way, OOT, tapi
"Tidak ada kata cerai atau pisah. Sekali disatukan dalam pernikahan kudus, harus tetap satu selamanya.
Hanya maut (kematian) yang boleh memisahkan."

Mungkin penulis lagi gak membahas tentang perceraian secara detail, tapi perceraian diperbolehkan  dalam agama Kristen.
Yang tidak membolehkan itu biasanya gereja.

Yesus dan Paulus menerima bahwa ada kasus2 di mana perceraian gak bisa dihindari.
Yang gak boleh itu adalah perceraian untuk alasan2 seperti "sudah gak cinta lagi" atau "irreconcilable differences".

Contoh kasus: 1 pihak diam2 punya keluarga lain, atau 1 pihak terus-menerus selingkuh gak mau stop, apakah pihak2 yang sudah diselingkuhi dan dibohongin belasan tahun disuruh tetap dalam pernikahannya sementara pihak yang satunya jelas2 gak menghormati pernikahannya?
Atau kasus lain, 1 orang diselingkuhi dan di-abuse pasangannya selama belasan tahun, malah pernah sampai patah tulang.
Ketiga kasus ini beneran terjadi, bukan karangan saya.

Larangan bercerai itu sangat tidak berempati dan menunjukkan kasih kepada korban.

Tolong lebih berhati-hati saat bilang "Tidak ada kata cerai atau pisah. Sekali disatukan dalam pernikahan kudus, harus tetap satu selamanya. Hanya maut (kematian) yang boleh memisahkan."

Saya merasa perlu comment begini karena banyak orang Kristen yang pemahamannya mengenai perceraian tidak utuh. "Dalam agama Kristen tidak boleh bercerai" titik. Padahal ada pengecualiannya.
Saya bukan membela perceraian, tapi manusianya. Orang2 yang menderita (menderita beneran) dalam pernikahannya.

B-Over:
Saya pribadi setuju, om.
Jika bukan karena perzinahan, menurut saya lagi, yang menceraikan pasangannya akan membuat pasangannya berzinah karena penikahan berikutnya lagi tidak berkenan bagi Tuhan.

Resilas:
Kalau urusan menikah lagi, kayaknya ini masalah tafsir ya.

Saya dulu malah menganggap tidak boleh menikah lagi (at all) setelah bercerai.
Tapi sekarang saya percaya, Allah dengan kasih-Nya yang besar dan menurut wisdom-Nya mau memberikan kesempatan kedua bahkan ketiga, keempat (walau, "kesempatan ketiga, keempat, dst, best not applied untuk urusan re-marriage ya) kepada manusia, termasuk yang pernah gagal, termasuk pihak yang bersalah tapi sungguh2 bertobat.
Bukannya meremehkan Allah. Tapi divorcees yang saya kenal, mereka gak ambil keputusan untuk re-marry dengan mudah.

B-Over:
Yah setuju lagi, om. Karena saya menikah lagi, walaupun perceraian saya dulu karena perselingkuhan sampai perzinahan.

Saya sampai kesulitan beberapa tahun mencari gereja yang mau menikahkan saya dan istri yang sekarang.

Pada akhirnya, semua kembali bagaimana kita masing2 pribadi menafsirkan dengan selalu memupuk kasih yg ada untuk pasangan kita.

Resilas:
Glad you found that church.

Semoga semakin banyak gereja yang mengerti bahwa perceraian dan pernikahan kedua itu gak bisa dipukul rata "itu adalah dosa!" Harus dilihat kasus per kasus.
Gereja harus tegas terhadap dosa tapi gereja juga perlu menjadi komunitas kasih bagi orang2, bukan malah jadi beban. Masih mending kalau orang2 yang merasa tidak diterima itu mencari gereja lain, lha kalau meninggalkan gereja kan jadi domba yang hilang.
Tapi di sisi lain, gereja (dalam arti pengambil keputusan seperti pendeta, pastor, diaken, dll) tetaplah manusia dengan dosa dan keterbatasannya.

And wholeheartedly agree with the last part.

A Fighting Citizen:
sob/sis Resilas, appreciate banget insights anda ttg heavenly marriage dalam lingkungan gereja. I can't agree no more.
Referring ke kasus cerai Ahok, banyak yg menghujat beliau tanpa mau tahu kejadian sebenarnya (what happened back then). Saya pernah dengar di kesaksian pak Ahok kalo tdk salah, pdt senior berkarisma ST dari GRII akhirnya menyetujui perceraian pak Ahok setelah disodori bukti rekaman suara ttg perselingkuhan bu Vero.
Dulu saya sayangkan perceraian beliau, tapi kalau emang jalannya harus begitu, kenapa harus menuntut pak Ahok tidak move on?

H. Hans P.:
Gereja memang berbeda

Resilas:
"bikin aturan sendiri seenak syahwat"
Nyatanya Alkitab tidak melarang perceraian tetapi mengatur, supaya tidak disalahgunakan.

Orang yang berselingkuh lalu menceraikan pasangannya yang sah, ya, itu mengikuti syahwatnya. But I don't think they will appeal to the bible.

Tapi, coba anda ngomong gitu ke orang2 yang dikhianati pasangannya.
1. 1 suami berusaha mempertahankan pernikahannya sementara istrinya tidak mau mengakhiri perselingkuhannya, meskipun sudah dikonsel pendeta. Suami, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
Btw, ini bukan Ahok dan Vero ya.
2. 1 istri berusaha menjadi istri yang baik. She trusted her husband, supported his business venture. Ternyata suaminya diam2 punya keluarga lain. Bukan "sekedar" selingkuh/one night stand yang menghasilkan anak, tapi actually raises a family with another woman. Silakan bilang ke istri yang sah, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
3. 1 istri di-abuse tahunan (verbal dan fisik). Si suami juga jajan, gak cuma sekali atau 2x. Istri, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
4. 1 istri, suaminya bilang mau bercerai. Istri berusaha mempertahankan pernikahannya tapi suaminya tetep mau bercerai walaupun gak mau ngurusin, sehingga pihak istri yang terpaksa mulai proses perceraian.
Istri, anda sudah mengikuti syahwat anda.

Anda mau menuntut pihak2 yang innocent ini tetap menikah kepada pasangan2nya yang gak menghormati janji pernikahannya, dalam 3 kasus malah broke their marriage covenant severely?
Really?

Idealnya Adam dan Hawa taat perintah Tuhan untuk tidak makan buah yang sudah dilarang Tuhan. Tapi mereka makan, dan manusia jatuh dalam dosa, dan Yesus harus mati untuk dosa2 manusia.
Idealnya, seperti yang ditetapkan Tuhan, pernikahan itu sekali seumur hidup DAN pasutri tetap saling mengasihi. Tapi perceraian adalah akibat dari dosa

I'm sooo glad that God is merciful and compassionate and not legalistic.
Peraturan dibuat untuk melindungi manusia, bukan manusia dibuat untuk peraturan.


"Apa yg tertulis di kitab sangat jelas, tanpa perlu ahli tafsir ."

Well, I guess saya gak sesombong itu untuk menyatakan saya gak perlu ahli tafsir.
Saya mengakui bahwa pengetahuan saya dan pengertian saya mengenai Alkitab, naskah kuno yang ditulis ribuan tahun yang lalu oleh orang dengan bahasa, kebudayaan dan worldview yang jauh berbeda dari yang saya kenal sekarang, sangat minim, sehingga saya perlu bantuan bible commentaries serta penjelasan2 dari scholars seperti David Instone-Brewer, Gordon J. Wenham, William A. Heth, Craig S. Keener, Tim Mackie, Daniel B. Wallace, dll, dan yang lokal: Dr. Bambang Noorsena (walaupun yang 3 terakhir ini bukan mengenai perceraian dan re-marry).

So yeah, dengan rendah hati saya nyatakan bahwa saya masih perlu bantuan ahli tafsir Alkitab.

Sooo... nope, saya gak, mengutip perkataan anda, "bikin peraturan sendiri seenak syahwat".
Malah, menurut saya, saya tiba pada kesimpulan saya di atas secara bertanggung jawab.

B-Over:
Pada akhirnya, dalam pernikahan kristen selalu ada pembimbingan sebelum menikah dan ada upaya pemulihan pernikahan yang sedang terancam. Ada upaya meminimalisir supaya pernikahan itu tetap kudus.

Tetapi seperti musa katakan, karena kekerasan hatimu lah maka ia mau menikahkan manusia yang pernah bercerai

Resilas:
Tapi bimbingan sebelum menikah menurut saya kurang ya karena biasanya cuma beberapa kali pertemuan.
Sedangkan pemulihan untuk pernikahan yang sedang terancam, might be too late by then.

Saya kudet sih mengenai pelayanan/persekutuan/komisi di gereja2 di Indonesia. Saya cuma tahu yang umum2 saja seperti sekolah minggu, komisi/team musik gereja, komisi pemuda, persekutuan doa, perpustakaan, dsb. Tapi saya baru pernah denger yang namanya pelayanan/persekutuan untuk pasutri itu baru di 1 gereja. Di gereja asal saya aja gak ada. Mungkin di gereja anda ada.
Kalau ada persekutuan pasutri kan bisa membahas topik2 yang relevan dengan pernikahan dan parenting, dibandingkan persekutuan wilayah yang biasanya tema2 umum (berdasarkan pengalaman saya yang terbatas).

Resilas:
part kedua dari komen yang hilang.

"Apa yg tertulis di kitab sangat jelas, tanpa perlu ahli tafsir"

Well, I guess saya gak sesombong itu untuk menyatakan saya gak perlu ahli tafsir.
Saya mengakui bahwa pengetahuan saya dan pengertian saya mengenai Alkitab, naskah kuno yang ditulis ribuan tahun yang lalu oleh orang dengan bahasa, kebudayaan dan worldview yang jauh berbeda dari yang saya kenal sekarang, sangat minim, sehingga saya perlu bantuan bible commentaries serta penjelasan2 dari scholars seperti David Instone-Brewer, Gordon J. Wenham, William A. Heth, Craig S. Keener, Tim Mackie, Daniel B. Wallace, dll, dan yang lokal: Dr. Bambang Noorsena (walaupun yang 3 terakhir ini bukan mengenai perceraian dan re-marry).

So yeah, dengan rendah hati saya nyatakan bahwa saya masih perlu bantuan ahli tafsir Alkitab.

Sooo... nope, saya gak, mengutip perkataan anda, "bikin peraturan sendiri seenak syahwat".
Malah, menurut saya, saya tiba pada kesimpulan saya di atas secara bertanggung jawab.

Resilas:
Repost karena komennya hilang.

"bikin aturan sendiri seenak syahwat"
Nyatanya Alkitab tidak melarang perceraian tetapi mengatur, supaya tidak disalahgunakan.

Orang yang berselingkuh lalu menceraikan pasangannya yang sah, iya, itu mengikuti syahwatnya. But I don't think they will appeal to the bible, anyway.

Tapi, coba anda ngomong gitu ke orang2 yang dikhianati pasangannya.
1. 1 suami berusaha mempertahankan pernikahannya sementara istrinya tidak mau mengakhiri perselingkuhannya, meskipun sudah dikonsel pendeta. Suami, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
Btw, ini bukan Ahok dan Vero ya, meskipun ceritanya mirip.
2. 1 istri berusaha menjadi istri yang baik. She trusted her husband, supported his business venture. Ternyata suaminya diam2 punya keluarga lain. Bukan "sekedar" selingkuh/one night stand yang menghasilkan anak, tapi actually raises a family with another woman. Silakan bilang ke istri yang sah, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
3. 1 istri di-abuse tahunan (verbal dan fisik). Si suami juga jajan, gak cuma sekali atau 2x. Istri, bila anda bercerai, anda hanya mengikuti syahwat anda.
4. 1 istri, suaminya bilang mau bercerai. Istri berusaha mempertahankan pernikahannya tapi suaminya tetep mau bercerai walaupun gak mau ngurusin, sehingga pihak istri yang terpaksa mulai proses perceraian.
Istri, anda sudah mengikuti syahwat anda.

Anda mau menuntut pihak2 yang innocent ini tetap menikah kepada pasangan2nya yang gak menghormati janji pernikahannya, dalam 3 kasus malah broke their marriage covenant severely?
Really?

Idealnya Adam dan Hawa taat perintah Tuhan untuk tidak makan buah yang sudah dilarang Tuhan. Tapi mereka makan, dan manusia jatuh dalam dosa, dan Yesus harus mati untuk dosa2 manusia.
Idealnya, seperti yang ditetapkan Tuhan, pernikahan itu sekali seumur hidup DAN pasutri tetap saling mengasihi. Tapi perceraian adalah akibat dari dosa

"Bagi yg tdk sanggup ikuti aturan yg sdh ditetapkan yg punya otoritas, ya silakan minggir"

I'm sooo glad that God is merciful and compassionate and not legalistic.
Peraturan dibuat untuk melindungi manusia, bukan manusia dibuat untuk peraturan.

Lina:
Tambah lagi yg pasangannya minum2 dan ngobat dan dikejar2 rentenir terus. Istri coba kerja, penghasilannya ditilep terus. Anak mau makan apa? Masa depan gimana? Beneran, mesti selalu lihat case by case. Situasi tiap orang tidak sama, jangan liat permukaan saja.

F545150:
Anda menyarankan setia pada istri... namun Jika harus memilih setia pada alloh atau istri, Kadrun lbh memilih setia kepada alloh dgn mengikuti ajaran nya... makanya mrk lbh memilih dan getol melaksanakan polygami sesuai yg di perintahkan oleh nya.... wkwkwk

doodleramen:
Sebab apa gunanya seorang pria setia pada satu “lobang”, namun diam-diam pasangannya sering bermain “lobang” di belakang layar
Agak mysoginist bahasanya penulis ini. Yg pria disebut pria, tapi wanita disebut dengan "lobang". Apakah wanita hanya terdiri dari lobangnya? Kalau mau adil, sebut lah "pisang" untuk mewakili pria: "Apa gunanya sebuah pisang setia pada satu lobang?" Gak enak kan bacanya? Seolah-olah hanya pisang situ yang matters... ????

Lone Wolf? ???:
Menurut agama poligami juga berarti setia kepada pernikahan terhadap semua istri yang bisa berjumlah sampai 4 orang.

«§» 3️⃣⭐? ??? ????cetmiifyuwil:
gak juga, bisa gonta ganti alias kawin cerai unlimited asalkan hasil akhir tetap 4 istri.

Lone Wolf? ???:
Supaya tetap berjumlah 4 istri dan sesuai dengan aturan agama wajar kalau ceraikan istri yang ada kalau mau nikah lagi karena sekali lagi memang begitu aturannya. Kalau boleh lebih dari 4 tentu tidak perlu ceraikan salah satu istri.

«§» 3️⃣⭐? ??? ????cetmiifyuwil:
karena masih bisa kawin cerai, berarti, poligami bukan solusi dong.
poligami hanyalah kesetiaan pada angka 4, sama dengan atau tidak boleh lebih dari 4 ....... ≤ 4
tapi masih bisa kawin siri (muttah) tak terbatas di luar poligami.

Resilas:
Kalau istri gak setuju dipoligami, gak jadi poligami atau istri tersebut dicerai?
Biasanya dicerai supaya bisa nikahin yang baru, ye kaann?

Lone Wolf? ???:
Prinsipnya istri harus patuh sama suami kalau tidak setuju poligami berarti tidak patuh sama suami ya.

Resilas:
Suami yang tidak bisa menghargai istrinya, dan kemungkinan ibu dari anak(-anak)nya.

Lone Wolf? ???:
Daripada kena HIV/AIDS ya lebih baik poligami seperti solusi dari Pak Wagub Jabar...

Resilas:
Yang benar adalah: daripada kena HIV/AIDS, praktekkan kontrol diri / tahan nafsu.
Gak ada jaminan bahwa yg poligami gak akan gonta-ganti pasangan di luar pasangan yg sekarang.

Terhadap komen saya "Kalau istri gak setuju dipoligami, gak jadi poligami atau istri tersebut dicerai? Biasanya dicerai supaya bisa nikahin yang baru, ye kaann?"
anda menjawab "Prinsipnya istri harus patuh sama suami kalau tidak setuju poligami berarti tidak patuh sama suami ya."

Apakah artinya suami dibenarkan bila dia menceraikan istrinya yang gak setuju dipoligami karena istri tsb adalah istri yang tidak patuh?

Di mana "(kesetiaan) kepada pernikahan terhadap semua istri" seperti yang anda klaim di komen anda yang pertama?
Gak ada!

Good luck deh buat istri kedua dan seterusnya.

Hulk:
Kalau polygami kan unlimited biaya murah bisa tiap hari pakai, bersih halal, bini pertama ga setuju ya ceraikan cari lagi sampai dapat 4. Itu mungkin pikiran wagub dan para sejenisnya.
Wagub otak kadal gurun ya begini kwalitasnya

Kampret212:
kyk gak tahu aja, kan dia penganut agama selangkangan, jd solusinya ya tidak jauh-jauh dari situ.

Emper Baca:
Islam sebenarnya menganut monogami. Entah knp dari semua sunah Rasul yang paling diingat cuma poligami, padahal syaratnya adil. Di Quran sudah ditulis bahwa manusia tidak akan bisa berlaku adil.

Yusuf Martabak bin Abu Gosok:
Namanya saja ???? otaknya gak jauh2 dari selangkangan

FAUZi:
Nggak juga sih...
yang penting 'targetnya' aman dan bersih jangan asal tubruk

Saat muda dulu, yang banyak jadi TO (target Operasi) kebanyakan binor.. , jadi aman

Bapake Maria:
Omongan wagub error gak usah ditanggapi serius.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Setia Pada Pernikahan, Itulah Pencegah AIDS Yang Paling Jitu Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/setia-pada-pernikahan-itulah-pencegah-aids-yang-A7Zm7EZlHC

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: