You Now Here »

Pencopotan Stiker Gereja Di Pengungsian Bencana Cianjur : Kenapa Kita Harus Marah?  (Read 93 times - 119 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 26,651
  • Poin: 26.730
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Bono Chandra:
Indonesia sedang mengalami krisis agama Islam sejak Anies Baswedan menggunakan agama sebagai alat pemecah umat dan warga Jakarta untuk memenangkan Pilkada.... Jenengan kurang piknik MBAK Erika .... Sejak Pak Harto Lengser mrk mulai eksis lagi dan sbnrnya Hal2 kecil  spt yg di Cianjur sdh ada waktu gempa Jogja.... cm dulu tidak ada hp berkamera spt skrng, jd ya tdk aneh Kalo tdk terekspos media dan viral...

Roy Wijaya:
penulis kan memang hipokrit, oom. bukannya kurang piknik tapi standar ganda dan hipokrit tidak bisa dilepaskan dari ajaran yang dianut penulis. Tentu saja label gereja harus ada di tenda sumbangan tersebut agar bisa akutabel dan memberikan bukti ke para pendonor kalau sumbangan mereka sampai ke para korban bencana alam. Tidak ada yang salah dari penempatan label di situ. Kekristenan itu punya amanat agung dan amanat sosial. Membantu korban bencana alam itu termasuk dalam amanat sosial, "kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Orang-orang erte enam memang tidak bisa membedakan, sesama mereka aja saling menyalahkan, sudah pahamnya salah, sering salah paham pulak.

Stevanes Ariffin:
Masalahnya, ya itu....  jadi korban aja belagu.... gimana diharapin bisa nyumbang??

Erika:
Anda punya mslh dengan saya smp menuduh saya hiprokrit dll... ??? yg sy tulis apa dan komen anda itu apa udah ga nyambung. Ibarat baca setengah paham seperempat tapi komen poll...

Roy Wijaya:
dari awal saya sudah bilang anda hipokrit kok. jadi nggak usah tersinggung. "muslim yang mencintai minority.." itu klaim anda kan?? ga ada ajaran islam yang mencintai minority...mangkanya dari dulu saya bilang anda itu hipokrit dan standar ganda.

Erika:
Anda = saya. Anda tdk kenal saya. Penjabaran kecintaan sy pd kaum minoritas apa anda tahu?  Yg pasti komentar anda sok tahu, sok menghakimi, emosi, iri sama saya yang membuat komen2 anda bermisikan pembunuhan karakter saya. Silahkan... puaskan dan diperbanyak dosa anda.... ????

Roy Wijaya:
ga usah baper....saya kasih tahu hal yang benar. kalau komen saya membuat anda tersinggung, saya ga peduli. Sebagai orang kristen, sudah wajib saya mengatakan hal yang benar menurut standar moral kristen tanpa bermanis-manis atau membohongi publik. Kekristenan itu fokus pada edukasi, bukan indoktrinasi seperti keyakinan anda. Dan saya ga percaya satu pun klaim agama anda yang selalu bertolak belakang dengan bukti yang ada bahkan sumber anda sendiri. Saya justru berdosa kalau membiarkan anda melakukan propaganda.

Erika:
Well.... eksis dan praktis itu 2 hal yg berbeda. Betul sejak suharto longer mrk eksis. Tapi berani menyuarakan dan mengendalikan perpolitikan baru terjadi di pilkada anies.

bayu:
sebenarnya tidak marah, tapi kalau aksi tersebut tidak diprotes di medsos maka di otak mereka akan berpikir bahwa aksinya itu benar. buktinya pasca kejadian itu dilapangan juga tidak ada aksi balasan, hanya komen pedas di medsos saja, karena mereka juga upload di medsos

Erika:
Apa yg sy ungkap diatas adalah cara penanganan sikap2 yg melanggar aturan ditengah bencana. Kita ini sedang dalam bencana... meredam spy tdk terjadi keributan ditengah bencana adalah yang terbaik...

Johan Mulyadi T:
Nah sebaiknya mbak Erika mengaatakan hal ini kepada mereka yang sok suci, jangan menyalahkan yang marah.

Valak:
Setuju sekali. Dalam hal ini mereka yg mencabuti memancing keributan yg tdk perlu, apalagi ditengah bencana. Jadi memang harus ditindak tegas utk memberi pelajaran kpd semua, agar saat bencana utamakan kemanusiaan. Jgn memancing di air keruh & membuat keributan serta onar yg tdk perlu.

Resilas:
This!!!
I'd vote you up 1000 times if I could.

Resilas:
"So... tenanglah. Ga usah marah-marah!!!"

Huh, apa salahnya dengan emosi marah?
Toh, marahnya karena alasan yang jelas (intoleransi, ketidakadilan, kemunafikan), dengan cara yang tidak melanggar hukum (beropini di internet, gak ada tindakan anarkis / demo2 yang nyusahin publik).

Coba nih, ketika ada bencana alam, gerombolan fpi bantu2 korban dengan memakai logo mereka. Ketika orang banyak ngatain fpi itu gak ada gunanya, hanya nyusahin umum, apa yg fpi dan pendukungnya lakukan? "Pamer" ketika mereka melakukan aksi kemanusiaan.
Nah sekarang, gereja mengamalkan ajaran agamanya dengan membantu korban bencana, malah di"nasehatin" "niat memberikan bantuan pada korban bencana itu untuk apa? Apakah untuk mempromosikan aksi gereja mereka atau untuk beribadah?"

Pertama, sampai sekarang, 3/4 abad setelah proklamasi kemerdekaan, masih ada yang beranggapan Kristen itu agama penjajah.
Padahal, agama Kristen itu dibawa oleh misionaris. VOC Belanda mah cuma mikirin duit.
Aksi bansos gereja dituduh kristenisasi lewat indomi.
Kalau gereja gak melakukan aksi bansos, mungkin tuduhannya jadi : orang Kristen / gereja itu eklusif, gak mau berbaur.
Mino gak akan pernah benar.

Kedua, for your info yah (biarpun saya yakin anda sebetulnya sudah tau, tapi sepertinya perlu diulangin lagi di sini), ketika gereja melakukan aksi sosial, itu adalah atas dasar kasih, untuk menjadi saluran berkat dari Tuhan kepada masyarakat sekitar, bahkan bangsa dan negara.
Gereja gak perlu promosi diri. Gereja yang benar gak mencari popularitas.
Selain itu, bantuan sosial sepatutnya membawa label organisasi yang menyumbang, biar jelas. Kalau ada apa2, orang2 tau ke mana mesti minta pertanggungjawaban.

Ketiga, yang marah2 emang bukan Gereja Reformed kok, tapi netizens yang udah muak liat2 intoleransi dan ketidakadilan terhadap golongan minoritas berkali2.
Udah viral aja gak ada tindakan, apalagi kalau diam.
Ada payung hukum yang harusnya melindungi semua warga negara, tapi negara sering gagal ketika berhadapan dengan gerombolan yang itu2 melulu.

Iya, orang Kristen diajarkan untuk memaafkan dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Tapi marah karena melihat intoleransi itu adalah jenis marah yang benar, dan minta pertanggungjawaban aparat yang harusnya melindungi itu tidak salah.
Orang Kristen gak dilarang marah. Yang dilarang itu sifat dengki, menyimpan kemarahan, dikuasai emosi, dan berbuat dosa akibat kemarahan yang dirasakan.

"Jika memang tujuannya untuk beribadah, jangankan cuma dicopot label gereja dari tenda, diklaim bantuan tersebut oleh pihak lainpun, pihak gereja tidak akan keberatan."

Kata siapa gererja gak akan keberatan?
Kata anda. Anda anggota gereja? Anda pemimpin gereja?
Gereja mengumpulkan sumbangan dari jemaat, harus ada pertanggungjawaban kepada jemaat.
Sumbangan yang terkumpul disalurkan kapan, kepada siapa, itu semua ada laporannya yang bisa diaudit.
Gereja gak akan memaksa (keberatan) kalau penerima sumbangan gak masuk Kristen.
Tapi membiarkan pihak lain mengklaim sumbangan gereja? Lol. Gereja pasti akan memberikan klarifikasi.
Pahami ya, gereja emang non-profit, tapi gereja harus dikelola secara transparan dan profesional.

Roy Wijaya:
penulis dan kaum erte enam memang tidak akan bisa membedakan mana Amanat Agung Kristus dan mana Amanat Sosial. Selalu gagal paham karena standar ganda dan hipokrit yang dipakai, bukan hikmat. yah, memang hikmat hanya dianugerahkan ke orang-orang yang percaya Kebenaran. Orang-orang yang tidak percaya Terang Kristus, selamanya tidak akan punya hikmat dan hidup dalam kegelapan.

Resilas:
Mereka gak bisa membedakan, that's fine with me, karena emang bukan ajaran agama mereka.
Tapi tone tulisan ini condescending dan victim blaming amat *smh

Eddy Sht:
Gud job..... ????

Resilas:
Makasih :)

Jagardo Situmorang:
Tulisan diatas mmg mbenarkan anggapan kl yg moderat pun pd dasarnya 'kang stempel' atas prilaku radikalis dgn alasan apapun jdi ya gtulah adanya mngkin tggu reaksi sebaliknya bila gempa n tsunami di papua trus ada tenda bantuan dr muikk ato nu ato muhammadiyah dibongkar oleh orang papua kita lihat reaksi yg moderat gmn n yg radikalis gmn tp pastinya suaranya sama,,,? ??? ??? ?????

Resilas:
Lupa kalau di tempat lain sodara seiman mereka itu jadi golongan mino.

Jagardo Situmorang:
Owhh,,mereka gk mngenal hukum aksi-reaksi yg ada dunia-lah yg harus mngrti islam,,sjk kejadian di tolikara dmn konter hp kebakar gk sengaja trus diganti dgn bangunan mesjid lbh besar n di manado dmn cm bangunan biasa tnp ijin dipke bwt ibadah trus diganti dgn mesjid bonafide yg makin mangkaklah umat damai ini,,mkin mnjdi2 besar kepalanya,,? ??? ??? ?????

Grud:
munafik

Eddy Sht:
Ah gila ini pemikirannya yg nulis, belajar dari mana siy anda bisa punya pikiran seperti itu, bisa kacau negara ini kalau pemikiran anda begitu, kalau tindakan salah, jangan dibenarkan dong, sekecil apapun kalau salah ya salah....gile ndro...

Panda:
Mba Erika tahu ga yg namanya organisasi GARIS itu Radikal
( kalo ga tahu cari tahu dulu)
Skrg saya balik tanya atas dasar apa mereka punya hak utk nyopot label itu.
Kalo mba tahu sebabnya pasti tahu juga knp banyak pihak menyebut "intoleran"

Erika:
Sy tahu GARIS itu siapa... yg namanya tindakan pelanggaran itu tdk perlu dasar atau pijakan hukum. Namun tulisan sy diatas itu tentang apa? Apa sy menyatakan bahwa tindakan mrk bulan intolerance?? Kan tidak... anda gagal dalam memahami tulisan saya...

Lone Wlves:
Saya dukung wan anus abas edan sebagai bacapres saja. Walaupun bodoh tolol di google dan gak bisa kerja tapi lumayan masih bisa jualan ayat dan mayat. Jualan tata kata. Plus bisa korupsi namanya kelebihan bayar. Wan yaman juga deket dg bibib jijik chat s3x ya semoga bisa diajarin ke kadrun bagaimana caranya berpoligami. Bisa juga ngumpulin orang buat demo teriak take beer... Take beer... Hidup wan yaman.. Hidup kadruunn...Hidup Lone Wolf... Hidup khilafuck...bodoh tolol gpp..mm

william hansen chandra:
Kalau sebaliknya bagaimana ? Itupun kl ada ya

Erika:
Pahami hukum alam bukan ditanyakan.

william hansen chandra:
Hukum alam bagaimana ya ? Tolong kasih pencerahan

Arif Soetanto:
Sesama intoleran pasti saling melindungi

Erika:
Jangan komen kalau emosi... jadinya gagal paham dgn tulisan saya...

Arif Soetanto:
Ya ya ya
Emang enak kok jadi mayo
Mau perang pake ayat ini
Mau damai pake ayat itu
Mau apa terserah deh

Eddy Sht:
Dari judulnya aja udah ngeri2 sedap tulisan anda, sadar gak sih apa yang anda ini, coba cuci muka dulu, bila perlu mandi dulu biar segar, baru mulai nulis.... ????

Resilas:
To be fair, pas baca judulnya, saya berusaha positive thinking.
"Kenapa Kita Harus Marah?" mungkin maksudnya kenapa kita patut/wajib marah.
Tapi setelah baca isinya, ternyata titik-titik.

Valak:
Saya memahami bahwa didlm bencana harus diutamakan dahulu kemanusiaan, bukan keributan. Tp tetap harus diberlakukan tindakan tegas ketika ada yg memancing keributan, apalagi di tengah bencana.
Harus anda pahami, rakyat biasa tidak sama dgn pakde Jokowi. Anda tidak bisa meminta agar semua orng bersabar & meniru pakde Jokowi.
Semua ada batas kesabarannya. Ga heran banyak yg sdh mulai habis batas kesabarannya, terutama melihat kaum sebelah semakin lama semakin berani. Terutama ketika mulai membawa2 agama minoritas ke dalam politik. Jadi ga heran banyak yg meletus disini.
Anda meminta kita utk memahami, sebaliknya kita jg meminta utk dipahami. Jangan berat sebelah utk meminta kita memahami terus menerus.

Lone Wlves:
Saya dukung wan anus abas edan sebagai bacapres saja. Walaupun bodoh tolol di google dan gak bisa kerja tapi lumayan masih bisa jualan ayat dan mayat. Jualan tata kata. Plus bisa korupsi namanya kelebihan bayar. Wan yaman juga deket dg bibib jijik chat s3x ya semoga bisa diajarin ke kadrun bagaimana caranya berpoligami. Bisa juga ngumpulin orang buat demo teriak take beer... Take beer... Hidup wan yaman.. Hidup kadruunn...Hidup Lone Wolf... Hidup khilafuck...bodoh tolol gpp..

Lone Wolf? ???:
Iya buat apa marah-marah, lebih baik jangan bikin panas suasana tapi fokus tolong korban gempa. Soal logo bisa diselesaikan baik-baik dan bisa saja pihak GARIS bersedia logo dipasang kembali.

Resilas:
"Soal logo bisa diselesaikan baik-baik"
Ihiy, emang enak jadi golongan mayo, bebas.

"bisa saja pihak GARIS bersedia logo dipasang kembali"
Yeah, right.

Valak:
Karena dari awalnya sudah tidak baik, mencabut logo tanpa meminta izin pemilik tenda. Wajar banyak yg marah & suasana menjadi panas.

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Pencopotan Stiker Gereja Di Pengungsian Bencana Cianjur : Kenapa Kita Harus Marah? Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/pencopotan-stiker-gereja-di-pengungsian-bencana-vN4e50pZy8

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: