You Now Here »

Sisi Lain Dari Analog Switch Off (ASO)  (Read 89 times - 79 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 26,651
  • Poin: 26.730
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Sisi Lain Dari Analog Switch Off (ASO)
« on: December 12, 2022, 08:05:02 PM »




iam hêylêl:
Kayaknya pada betah di youtube. Ahaha

Roedy Siswanto:
??? ????? ???? Ya , mungkin karena nggak mau pusing om .

Martabak Sweet:
Tentunya hal-hal seperti ini akan mengganggu kenyamanan para pemilik TV yang semasa siaran analog begitu berjaya.


Bisnis analog TV sudah tergerus dan terdisrupsi dalam 10 tahun terakhir oleh bisnis telekomunikasi dan OTT.

Tanya saja ke CT yang sudah teriak-teriak dan 'ngambek' bisnis TV nya lemot.

Roedy Siswanto:
Ya sis, itu kan resiko karena disrupsi Teknologi ??? ?????

Martabak Sweet:
Bukan hal yang aneh kalau karenanya Harry Tanu sebagai boss MNC grup begitu ngotot menolak bahkan akan mengajukan masalah ini ke pengadilan dengan segala alasan yang "merakyat", padahal dibalik itu sebenarnya hanya demi kepentingan bisnisnya.


Kepentingan Harry Tanu jelas bisnisnya.
Tapi kepentingan kemenkominfo juga jelas bisnis.

Jadi apa bedanya? :) Dua-duanya bisnis.

Roedy Siswanto:
Kalau dibilang kepentingan Kominfo adalah bisnis tentunya harus dibuktikan apa dan bagaimananya Sis ??? ?????

Martabak Sweet:
Kominfo membuat aturan yang mengubah atau mengganggu atau bersinggungan dengan bisnis. Setuju Om?

2 tulisan Om adalah seputar bisnis ASO, dari potensi membuat TV lokal, keuntungan dari tersedianya frekwensi tertentu, dan lainnya. Itu kalau bukan "Bisnis" apa Om?

Pergeseran monopoli ke provider multiplex (seperti TVRI), kalau bukan bisnis apa Om? Cuma digeser dari MNC ke TVRI misalnya. Dua duanya bisnis dong?

Dari lelang menjadi tidak lelang.
Ada capex ada opex. Kalau bukan bisnis apa Om?
Lalu Kominfo bekerja atas kepentingan rakyat dimana bisnis adalah unsur kepentingan rakyat, atau Kominfo bekerja secara silo tanpa paham industri yang dirinya regulasikan? Kan malah menambah daftar blunder Kominfo dari yang sudah sudah kalau silo?

Atau Kominfo makan gaji buta?

Roedy Siswanto:
Menurut saya seperti ini Sis . Kominfo selaku bagian dari Pemerintah membuat aturan yg mempengaruhi bisnis ..itu sangat betul dan memang tugas pemerintah untuk membela kepentingan rakyat banyak.
Justru Frekwensi emas yg selama inu dinikmati para pemilik stasiun TV dengan harga murah, harus dikembalikan fungsinya agarbermanfaat maksimal bagi rakyat banyak.
Saya menyebutkan Capex dan Opex ketika membahas entitas bisnis TV Lokal ataupun TV Komunitas Sis . Kan faktanya begitu.
Mengenai Kominfo meregulasi bisnis, menurut saya karena Kominfo adalah bagian dari Pemerintah yg harus mengutamakan kepentingan rakyat banyak . tentunya Sis tidak beranggapan bahwa pemerintah tidak perlu meregulasi bisnis yang dijalankan oleh swasta ?

Martabak Sweet:
Pada poin ini saya agak bingung dengan pemikiran anggota Komisi I DPR RI ini. kominfo kan hanya regulator dan nggak punya TV. Yang punya Multiplexing kan stasiun TV, bukan Kominfo. Jadi bagaimana Kominfo bisa menggratiskan sewa multiplexing? Kalau misalnya Kominfo diminta untuk memberikan subsidi dalam hal penyewaan Multiplexing, itu masih masuk akal walaupun tidak pas juga karena TV lokal kan dibangun sebagai entitas bisnis, ya resiko bisnisnya harus berani menghadapi dan menanggung.


Entitas bisnisnya kan terganggu oleh pihak eksternal, yaitu kemenkominfo sebagai regulator?
Sebenarnya fungsi kemenkominfo itu apa sih? Apakah kemenkominfo bekerja untuk rakyat dalam kerangka jurusdiksinya atau bekerja sepaya terlihat bekerja dan makan gaji?

Lalu apakah akan ada aturan harga sewa multiplexing? Permainannya kan jadi terpusat lagi di kartel atau monopoli. TVRI?

Argumentasinya lemah. Resiko bisnis harus berani menghadapi dan menanggung, tapi kan kalau keadaannya dalam pasar bebas tanpa interverensi dari kemenkominfo atau regulator.

Roedy Siswanto:
Sis , Kominfo  kan pelaksana UU .ASO ini kan sdh tertuang pada UU cipta kerja. Tentunya nggak bisa dibilang pihak luar.

Martabak Sweet:
Bukankah pihak Kominfo dan pemerintah adalah pihak luar dari ekosistem pasar dan  industrinya?

Roedy Siswanto:
Pemerintah selalu ada didalam ekosistim sis . UU yang dihasilkan oleh pemerintah dan DPR akan menjadi bagian dari Ekosistim yang membela sisi kepentingan rakyat banyak . Kalau ada pihak yg ternyata membajak ..yuuuk kita teriak ramai ramai.

Martabak Sweet:
Peluang iklan bagi TV lokal juga sebenarnya besar. Selain produk lokal daerah tersebut, pabrikan skala nasional juga banyak membutuhkan TV lokal untuk penetrasi pasar di daerah tersebut. Mengapa ?


Bisnis iklan itu seperti apa sih?
Apakah jika terdapat 1000000000000000000000000 stasiun TV, lalu harga iklan tidak turun?
Apakah Om paham mekanisme iklan dan tarifnya?

Roedy Siswanto:
Saya bukan pakar iklan Sis tapi sedikit dikit tahulah soal iklan ??? ??? ??? ???

Martabak Sweet:
Jadi Om setuju kalau dalam bisnis iklan, kenaikan jumlah provider iklan akan menurunkan tarif iklan?

"Menggiurkan"nya jadi superlatif dan bombastis dong?

Roedy Siswanto:
Setuju ..menggiurkannya tetap Sis ...dan menurut aku kenaikan dari digital ads akan menjadi yg tertiggi dibanding placement lainnya.

Martabak Sweet:
Bisnisnya akan terdilusi. Jadi efek ekonominya tidak "semudah" atau "secantik" dongeng yang dibayangkan.

Martabak Sweet:
ASO ini tentunya akan menjadi pendorong tumbuhnya TV Lokal karena secara perhitungan bisnisnya semakin menggiurkan


Siapapun dapat mendirikan PT, startup, UMKM. Siapapun dapat menjadi BOSS.
Yang jadi masalah kan dapat berjalan dan tidak pailit?

Tidak otomatis, dapat membuat TV Lokal lalu uang datang sendirinya.

Roedy Siswanto:
Kan saya juga sebutkan soal kehandalan dan kreatifitas pengelolanya Sis.

Martabak Sweet:
Berarti Om setuju kalau "keuntungan"nya tidak seperti dongeng dan bombastis? Ada tulisan kecil, syarat dan kondisi?

"Menggiurkan" disini jadi bombatis ya?

Lalu Om setuju kalau pangsa pasar TV analog sebenarnya sudah kecil karena terdisrupsi telekomunikasi dan ICT?

Roedy Siswanto:
Terdisrupsinya saya sangat setuju , tapi kalau dibilang jadi kecil ya nggak Sis . Memang size itu subyektif banget.

Martabak Sweet:
Dengan MUX ini maka investasi untuk TV lokal menjadi sangat mengecil bahkan tidak perlu pengeluaran modal (Capital Expenditure/Capex), tetapi hanya pengeluaran operasional (Operational Expenditure/Opex).


Tuh kan Opex nya baru disebut sekarang. :)

Roedy Siswanto:
Lha kan disebutkan ditempatnya dong Sis ??? ?????

Martabak Sweet:
Setelah saya sentil di artikel satunya kan?

Tabiat oposisi dan pemerintah kalau pencitraan selalu sama.
Informasi ada 10 bagian, 5 baik 5 buruk, yang dipaparkan 5 baiknya saja, 5 buruknya SENGAJA TIDAK DISEBUT.

Memalukan dan terlalu kasar pencitraannya (alias niat jahat untuk menggiring opininya dengan disinformasi).

Roedy Siswanto:
Suatu kebijakan pasti ada dua sisi Sis . Pengambil keputusan yg akan mempertimbangkan lebih besar faktor yg mana . Kalau lebih besar baiknya pasti akan dieksekusi . Mengenai penyebutan faktor negatifnya, menurut saya di belahan dunia manapun akan selalu diminimkan .Itulah gunanya civil society untuk berpikir kritis menelaah kebijakan .

Martabak Sweet:
Om Roedy, selama ini tulisan tulisan Om selalu saya respek karena sangat jelas terlihat Om put a lot of efforts dan investigasi di tulisan tulisan Om Roedy. Respek.

Jangan terlalu mudah "dibohongi" oleh tim pencitraan Johnny boy dan minionsnya. Sayang sekali kalau repurtasi Om Roedy sebagai penulis yang obyektif yang tulisannya selalu bring value dan edukasi, harus tercemar gara-gara tertipu pencitraan Johhny boy dan cecunguknya.

Roedy Siswanto:
Terima kasih Sis , semoga saya bisa terus seperti itu ??? ??? ??? ???

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Sisi Lain Dari Analog Switch Off (ASO) Seword Indonesia Maju yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/umum/sisi-lain-dari-analog-switch-off-aso-FDf8FucRO4

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: