You Now Here »

Kenapa Sih Pimpinan DPR Ini Kudu Mengkhawatirkan Film His Only Son? JD3knsvJFu  (Read 89 times - 105 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 27,779
  • Poin: 27.858
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged




Kampret212:
penganut "kitab suci" fake melarang film dari kitab suci asli?? Saya jadi gak yakin  ada orang pintar dalam islam, soalnya kebanyakan nemu orangnya bego-bego

Roy Wijaya:
banyak kok muslim yang pintar-pintar. saya pun lulusan universitas negri yang terkenal dan rekan-rekan kuliah saya pintar-pintar, banyak yang sampai mengambil S3 Doktoral di luar negri seperti eropa dan canada. Tapi sayangnya, muslim kalau sudah bicara soal agama mendadak sesat pikir dan sakit ingatan. Logikanya buntu. Mereka tidak bisa mengerti konsep logika sederhana seperti ini "anda bisa salah, saya bisa salah, atau kita berdua bisa salah, tapi tidak mungkin kita berdua ini benar". Nah, kalau sudah bisa berpikir logika sederhana kayak gini, baru ada kemungkinan kecil mereka bisa diajak diskusi dan dialog

HoleInBrain:
???? bayangin dokter di UK bisa gabung ISIS krg gila apa lagi

Roy Wijaya:
iya, ideologi rusak cuci otak ini memang sangat berbahaya....

Bagaz:
Klo yg ini doktor ya ? ????
(click to show)


HoleInBrain:
Lulusan ohio katanya

Kampret212:
"Tapi sayangnya, muslim kalau sudah bicara soal agama mendadak sesat pikir dan sakit ingatan." Ini kan malah jadi pendukung pernyataan saya. hehehe. Klu memang pintar, harusnya berbicara soal apapun gak boleh sesat pikir lagi. Buruknya itu adalah ditambah dengan kesombongan dalam segala aspeknya itu. Krn berpikir selalu benar, maka kesimpulannya adalah orang lain selalu salah.

Roy Wijaya:
Wkwkwkwkwk, yah saya setuju dengan anda. Tapi sebenarnya muslim pintar secara IQ itu banyak kok. Anda bisa bicara apa saja soal teknologi, biologi, fisika, kimia, ekonomi apa saja dengan mereka tapi tidak soal sejarah, filsafat, teologi, dan moral virtue. Untuk 4 bidang itu, mereka langsung shut down otaknya....wkwkwkwkwkw! Jadi kadang saya langsung saja ngomong dengan muslim kalau soal agama "kamu ga percaya Yesus disalib, okay, fine....you can be wrong, i can be wrong, we both can be wrong, but we both can't be right at the same topic/case".
Yah, walaupun untuk logika sesimpel ini, mereka pun sulit mengerti...

Bagaz:
Sdh spt orang dlm pengaruh hipnotis yg mana sdh ditanamkan mental block dlm pikirannya yg akan bekerja jika mendengar 'kata apapun yg berhubungan dgn agamanya' maka lupakanlah segala pengetahuan kafir yg pernah di pelajari.

Roy Wijaya:
yup...seperti itu muslim kebanyakan. Buat mereka, memberi banyak serangan, mengancam, itu lah kemenangan dalam adu argumen walaupun argumen itu kosong dan menggunakan teologi balon. Bunyi keras kalau pecah tapi tidak ada isinya. Mereka selalu menggunakan mental supremasi dalam berargumen. Membuat lawan sampai tidak "sempat" membalas serangan-serangan itu yang membuat mereka menganggap kalau mereka memenangkan debat. Dan parahnya, butuh waktu cukup lama untuk sembuh dari mental supremasi. Tidak otomatis orang yang keluar dari islam itu hilang mental supremasinya. Butuh bertahun-tahun untuk belajar dan meninggalkan mental supremasi tersebut.
Hal sebaliknya yang berbeda dari kekristenan. Kekristenan tidak pernah mengajarkan untuk membenci non kristen, bencilah dosa, bukan membenci pendosa. Tidak ada ajaran mental supremasi dalam kristen yang memperlakukan orang non kristen sebagai second class citizen. "Mereka yang sehat tidak membutuhkan dokter, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" begitu sabda Gusti Yesus.

Bagaz:
Hahaha bener bgt..., pertama lihat situs petpridem sy langsung tutup browser tuk beberapa lama ,tp kok teringat terus sama judul2 nya? ???.
Setelahnya setahun lbh jd suka menghilang dari kerumunan tuk menyendiri kuliah pasiv di petpridem ??? ?????. Krn semua rekan jg keluarga tak satupun interes saat sy tunjukan.

Roy Wijaya:
Yah, begitulah. Saya yang katolik sejak lahir dan belakangan mulai belajar apologetika pun kesulitan mempenetrasi mental supremasi yang dimiliki muslims dan ex muslims. Bulan lalu saya terlibat perdebatan panas dengan komentator di sini yang tidak mengerti termodinamika siklus Otto tapi komen kalau mobil jepang lebih irit bensin dibanding mobil eropa/AS. Wkwkwkwkwkwk! Tidak terima kalau irit atau borosnya mesin bensin itu tergantung dengan cc atau volume mesin. Mobil jepang dengan cc yang sama dengan mobil eropa/AS pastinya sebelas dua belas lah konsumsi bensinnya. Tapi ngotot bukan main sampai ngomong reverse engineering segala. Saya yakin kalau dia pun ga mengerti soal reverse engineering itu seperti apa. Tapi yang penting asal ngomong istilah-istilah yang orang awam tidak tahu biar kelihatan pintar dan menunjukkan mental supremasinya.
Kristen tidak mengenal yang namanya mental supremasi karena Yesus mengajarkan kasih pengorbanan sebagai kasih yang terbesar. Salah satu teolog pernah bilang "muslim kalau dibuka isi kepalanya tidak mengenal itu yang namanya kasih pengorbanan, tidak mengenal kalau dengan menderita bagi orang lain itu berarti menunjukkan kasih yang tanpa syarat, karena memang tidak diajarkan". Perkembangan islam di awal kemunculannya selalu berkaitan dengan penaklukkan dan penguasaan fisik. Ini lah yang membedakan dengan perkembangan kristen selama di awal sampai 400 tahun. Sufferings  are the main ingredient for Christianity, kata seorang teolog. Jadi sudah menjadi general knowledge kalau umat kristen itu memang harus "rela menerima" dipersekusi, ditolak, dan ditindas. Sangat sesuai dengan sabda Gusti Yesus, "ketahuilah sebelum dunia membenci kamu, dunia membenci Aku terlebih dahulu".
Jadi gimana oom Bagas? anda mau berada di pihak yang mana? wkwkwkwkwkwk!

Kampret212:
kebiasaan berpikir saya selalu benar, bahkan untuk hal yang tidak/belum kompetenpun mereka merasa paling benar. apalagi klu yang tidak kompeten itu ditambah dikit aroma-aroma qoran. jadilah kebenaran absolut menurut otak cingkrang mereka.

Bagaz:
Mgkn krn di kehidupan lampau saya prnh jd seorang biksu shaolin atau mgkn jg nenek moyang saya jg ikut serta dlm pembangunan candi Borobudur ,krn itulah kenapa hati sy sll merasa lbh condong ke Budhism walau tdk punya teman Budhism sama sekali ??? ??? ??? ??? ????.

Roy Wijaya:
Saya punya sahabat budhist. Tapi jujur saja, saya tidak mengerti budhisme. Menurut saya sih budhisme ini semacam spritualitas timur yang lebih menekankan kenyamanan dan perasaan penganutnya ketimbang penggunaan logika argumentasi. Arti kata budhist itu "yang tercerahkan". Secara kultur harusnya saya yang etnis tionghoa adalah seorang budhist. Tapi karena saya dididik secara kristen, pola pikir kritis yang diajarkan institusi kristen membuat saya menolak hal-hal yang sulit dipahami secara logika dan hanya berdasarkan pada perasaan / kenyamanan. Tapi ini bukan berarti ajaran budhist itu buruk ya. Ideologi budhisme masih jauh lebih baik dari pada ideologi islam walaupun setahu saya budhisme dan hinduisme masuk kategori pantheisme. Yang saya tahu, budhisme tidak mengajarkan untuk membenci orang non budhist. Hal yang cukup sejalan dengan kekristenan walau orang kristen dituntut jauh lebih radikal dalam mengasihi sesama.

HoleInBrain:
Pdhl tiap hr nemu sinetron sll ad yg pake hijab trs sll ngulang ayat AQ ga kepengaruh buat ane! Lah cmn satu film aj lgsng guncang
Msg igt taun 2006 ad film plagiat Buku Harian Nayla, sampe katanya MUI buat himbauan sebelum nntn film it musti wudhu dulu ato apa gt. Ane jd tertantang nntn, dan film nya biasa aja, ga ad ayat alkitab ato apapun hanya diceritakan nayla nya agamanya kristen ????. Lemah amat si imannya, masa gt doang guncang

Kampret212:
Jgn salah, maksdnya itu baik. Film yang ada agama kristennya itu film yang baik, "suci". Jd klu mau nonton harus bersihkan diri dulu agar layak nonton. Bukti klu mui mendukung film yang ada agama kristennya untuk ditonton orang islam

HoleInBrain:
Bener jg hrs wudhu dl ya bener bener ad himbauan sholat dl sblm nntn katanya wkt it

Bagaz:
Mmng serba salah untuk menuruti segala keinginan budayawan primitif Arab followers.... ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? .
(click to show)


WeleWeleAntiJoker:
harusnya kakek itu senang dong... bisa nonton gratis.... bukan maki2 cewe itu kek setan... mungkin kakek itu bukan pria normal, ya? hahaha

Bagaz:
Tampaknya sang kakek itu puyeng jd susah berjalan krn setan di dlm sarungnya sibuk menaik turunkan antena.

Debrodjo:
Kok nggak sekalian saja internet dilarang; karena pilem ginian yang di internet bejibun. Jadi nggak ada gunanya juga (kecuali untuk bikin keributan) yang di bioskop dilarang. Lagian biasanya meskipun dilarang daya tariknyajustru makin besar. Maka jangan heran jika nantinya malah mereka akan nonton bareng entah di mana.

Lone_Wuf:
hahaha para kaum iman setipis kulit ari , perlu dijagain biar ga robek

WeleWeleAntiJoker:
tapi suka banget merobek robek selaput orang lain...

Lone_Wuf:
apa yang mereka lakukan ga akan pernah merobek apapun dari keimanan saya
mereka bilang saya kafir, tapi saya syukuri karena kafir, KAya FIRman

Johan Mulyadi T:
Cucok sekali buat saya. Cap jempol dua.

Bagaz:
Tenang sdh ditemukan obatnya... ????
(click to show)


??? ??? ??? ??? ??? ?????:
Fungsi
- mencegah rudapaksa
- bisa sebagai senjata pembungkam pistol gombyok
- tiket masuk ke syurga kalo di minum ..

Bagaz:
??? ??? ??? ??? ????

Ari Truth:
gini aja, buat orang2 picik berpikiran sempit dan terkontaminasi kadrun, mending yang namanya unsur seni entah itu film, musik, tarian, pertunjukan dihilangkan saja biar semua damai dan kita kembali ke jaman batu

WeleWeleAntiJoker:
hasil searching di google dengan kata kunci "ulama yang melarang musik":

Sejumlah ulama seperti Qadi Abu Tayyib al-Tabari, Syafi'i, Malik, Abu Hanifah, Sufyan dan lainnya menyatakan bahwa musik hukumnya haram. Seperti kata Imam Syafi'i, ”Menyanyi hukumnya makruh dan menyerupai kebatilan. Barang siapa sering bernyanyi maka tergolong safeh (orang bodoh).

HoleInBrain:
Alat musik mmg haram ???? ad hadith nya, yg menghalalkan sebenernya terlanjur seneng am musik jd menolak hadith shahihnya sndr, mrk milih diqiyaskan ke ulama ulama trtt, mmg ad sebagian ulama yg menghalalkan tp pendapat ini tdk kuat krn status hukum haramnya musik ad di hadith, ????

Wanda Bagus Sebastian:
Padahal, zaman batu masih ada seni dari hewan ????

Ari Truth:
seni dari onta sih udah pasti

Greg:
Di negeri wakanda film yang menyajikan narasi beda dengan kitab Z akan ditolak, sementara kitab Z tersebut membawa narasi yang beda dengan kitab X yang ditulis puluhan abad  lebih dini.

Arif Soetanto:
Kitab Z dibilang yg asli, pdhl cuma saduran

WeleWeleAntiJoker:
hmmm.... asli kok, asli kombinasi dari 3 hal...
paganism, judaism, christianity

Panda:
Sama film takut,
Sama perundungan diam aja.
Pantes aja NKRI sulit maju
Yg di urusin nomer satu AGAMA.

WeleWeleAntiJoker:
perudungan itu masih satu famili sama perbudakan....

Dargombes Kayaraya:
Hahahaha......saya baca koment dr artikel ini pada seru2 istilahnya, padahal sengotot apapun RT sebelah dalam berargumen hanya untuk menutupi rasa ketakutan yg teramat sangat, berikut hal2 yg sangat ditakutkan mereka:
1 sejarah dan prasasti sejarah yg otentik
2 topi merah, pohon Cemara, pernah pernik hiasan
3 babi nan imut2
4 sama anggota pelangi
5 budaya dan kearifan lokal
6 penampakan2 dr dimensi lain padahal salah satu penyumbang kostum
Mungkin teman2 di seword ini sudah banyak yg meninggalkan dimensi ke 3 dikehidpan ini, sehingga banyak nutrisi theology yg bisa di ketahui dan dipelajari dari prespektif yg berbeda

zulu_alpha:
Jatah "Lobster" belum turun bung, jadi mesti cari perhatian! Lagipula ini menjelang pemilu dan pilkada serta p3milihan caleg, jadi ya sekaligus pencitraan bahwa yang bersangkutan itu "pembela agama".
Parahnya negeriku... ??? ?????

Bocah Sakti:
Kan tinggal dicounter saja dengan film dari kitab sucinya ???

Karya dibalas dengan karya. Uraaa...

??? ??? ??? ??? ??? ?????:
Bintang film utamanya gaib tidak terlihat wujudnya ..

Kampret212:
pemain dan penontonnya unta semua

WeleWeleAntiJoker:
dari bukti2 sejarah, dari begitu banyak tulisan kuno, kita jadi tahu...

tapi sepertinya ada pihak2 yg jadi penjahatnya yg mana mereka selalu tampil berusaha untuk melawan kebenaran...

Arif Soetanto:
Ilmu cetek, film org lain dicela

Logika kadrun

Lone Wolf? ???:
Mestinya filmya dikasih label untuk kalangan semdiri supaya orang non-kristen bisa putuskan untuk nonton atau tidak.

Lukman Rewa:
Film ini HARAM ditonton mereka yang Tuhannya budeg sampe harus dipanggil pake toa dengan volume maksimal, gitu ya maksudnya?

WeleWeleAntiJoker:
begini saja, semua film harus dicap label halal dulu baru boleh disajikan kayak makanan gitu, wkwkw! susah amat sih kenapa orang2 "punya ilmu" begitu gak mampu untuk berpikir besar?

Johan Mulyadi T:
Tapi Celana Dalam koq ga pake label halal ya?

*------------NOTE:
Demikian Kumpulan nyinyiran netizen terkait artikel Kenapa Sih Pimpinan DPR Ini Kudu Mengkhawatirkan Film His Only Son? JD3knsvJFu yang dituangkan dalam bentuk Komentar. Semua komentar diatas bukanlah rekayasa dan memang benar apa adanya hasil cuitan keluh kesah yang kita kutip dari sumber resminya. Kami tidak bertanggung jawab atas isi komentar tersebut! Hanya sekedar memberi informasi yang sedang viral diperbincangkan! jika ingin membaca dan ingin mengetahui sumber resmi berita aslinya, silakan langsung ke sumber resminya. Terimakasih.


Code: (Sumber Resmi) [Select]
https://seword.com/politik/kenapa-sih-pimpinan-dpr-ini-kudu-mengkhawatirkan-jD3knsvJFu

:beer: :beer: :beer:


View Mobile Web Short URL: