Distro nya pakai apa sob, sorry lupa nanya :Dkalau tau distronya lebih mudah kasih gambarnya ;)
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI.Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu.Agar mudah memahami pemartisian, anda harus mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu.Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual Specify Partitions Manual (Advanced).Klik forward, setelah memilih opsi ini.Saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong.Idealnya, Ubuntu diinstall dengan skema partisi: 1. Partisi root (/) – disarankan 5 Gb 2. Partisi swap (sw) Umumnya 2x nilai RAM anda. Jika RAM anda 1Gb. Partisi swap sebaiknya 2Gb. 3. Partisi home (/home) sebaiknya sisa/bagian terbesar hardiskKlik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru.Pilih partisi jenis Primary.Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 – dst) dalam jumlah tak terbatas).Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root.Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120.Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3.Untuk mount point, pilih root (/).Klik OK, untuk membuat partisi.Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih /home.Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda.Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area.Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum melakukan proses instalasi sistem operasi.Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing OS
Brhoo,modem im2 ane ga bs dijalanin di linux,bs bntu cariin softnya ga?:(Modem zte
memantau aja dah...keknya tambah memanas http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Instalasi_USB_Modem_ZTE_MF620_di_Linux_Ubuntu http://rapidshare.com/files/208579619/Menginstall_ZTE_MF622_USB_Modem_di_Linux_Ubuntu.rar http://www.indosatm2.com/popup.php/consumer-solution/settings/id:79/setting-koneksi-modem-zte-mf622-di-linux
thanx mod mo bantu...ntar ane cobain atu2...:Dbs ga yah coz modem ane zte mf626beda dikitlah versinya...ada referensi laen ga?yg zte mf626ubuntu 9.10:(
mungkin mirip2 sama yang ini min... http://www.indosatm2.com/popup.php/consumer-solution/settings/id:94/setting-modem-usb-zte-mf626-for-ubuntu-84
:(td siank yg ni udah ane coba mod...nihil hasilnya...ada solusi laen di forum sebelah jg nihil...nyerah ane...pasrah aja diforum ndiri...