You Now Here »

Dapur Di Malaysia, Ruang Tamu Di Indonesia  (Read 851 times - 147 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 27,779
  • Poin: 27.858
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dapur Di Malaysia, Ruang Tamu Di Indonesia
« on: April 26, 2013, 08:00:11 AM »



(click to show)

(click to show)


Assalammualaikum Wr.Wb Agan & Sista Penghuni Kaskus

Pesan Bagi Yang Liat ThreadMohon Untuk Memberikan Komentar Yang Baik Dan Tak Lupa
   



(click to show)

Bagaimana rasanya jika rumah yang kita tempati berada di antara dua negara? Inilah yang dialami keluarga Mappangara (45) dan Hasidah (37) . Ruang tamunya berada di Indonesia, namun dapurnya berada di wilayah Malaysia.

Rumah Mappangara tergolong biasa. Rumah panggung khas suku Bugis, yang didominasi oleh kayu dan seng. Namun yang membuat rumah ini istimewa karena letaknya persis di garis patok III Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltim, yang persis berada di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

(click to show)

Karena berada di garis batas, wilayah rumahnya pun ‘terbelah’. Di ruang tamunya, yang berukuran sekitar 3X4 masuk wilayah Indonesia, sedangkan dapurnya yang berukuran 2×3 telah masuk wilayah Malaysia. Pulau Sebatik satu-satunya pulau di perbatasan yang terbagi dua, Sebatik Induk milik Indonesia dan Sebatik Barat milik Malaysia.

“Gara-gara letak rumah saya ini, sudah banyak wartawan yang pernah datang,” ujar Mappangara.

Rumah Mappangara ini adalah satu-satunya rumah yang persis di tengah perbatasan, karena letak ruang tamunya yang menjorok dan tak selurus dengan rumah-rumah tetangganya. Rumah-rumah yang ada di samping rumah Mappangara keseluruhan telah masuk wilayah Malaysia.

“Meski rumah saya di perbatasan, saya adalah warga Indonesia, karena asal saya memang Indonesia. Tetangga-tetangga saya juga begitu, kami orang Indonesia,” terangnya.

(click to show)

Mappangara mempunyai KTP Indonesia, dan tidak mempunyai KTP Malaysia. Di rumah-rumah warga yang ada di perbatasan, di pintunya ditempel stiker merah putih berukuran kecil.

Kebanyakan warga di Desa Aji Kuning adalah warga keturunan perantau Bugis. Logat mereka pun percampuran antara dialek Melayu dan Bugis. Demikian pula dengan Mappangara, ia dan seluruh keluarganya adalah keturunan Bugis yang telah mendiami wilayah itu puluhan tahun.

“Saya baru sepuluh tahun di rumah ini, sebelumnya mertua saya yang menempati,” ucapnya.

Sebagian keluarga Mappangara juga sebagiannya tinggal di Tawao, pulau yang merupakan wilayah Malaysia. Sebagian keluarga di desa itu memang memilih tinggal di Tawao untuk mencari nafkah.

“Keluarga saya juga ada di Tawao,” ujar Anwar, tetangga Mappangara.

Dapurnya sob Di Malaysia

(click to show)

Ini Ruang Tamunya sob Di Indonesia

(click to show)


Menarik Bukan !!


Code: [Select]
Cendol Box Here
http://www.kaskus.co.id/reputation.php?p=434735988

Thread Supported By :

(click to show)


Original Source
:beer:


View Mobile Web Short URL: