You Now Here »

True Story Istriku Akankah Kita Menikah  (Read 852 times - 81 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 27,779
  • Poin: 27.858
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
True Story Istriku Akankah Kita Menikah
« on: April 01, 2013, 09:00:12 AM »


ISTRIKU..AKANKAH KITA MENIKAH???
[True Story of Syafda]

Misi Mimin n Momod, kali ini Ane minta ruang yang cukup banyak untuk mencurahkan perasaan hati ini yang sudah tidak tahu lagi Ane pengen share dimana

Kisah dibawah ini, adalah cerita kehidupan cinta Ane dalam kehidupan nyata. Cerita ini mengenai kisah cinta Ane dengan pasangan Ane yang sudah berjalan 6 tahun dan mudah2an akan menikah tahun depan (2013). Namun pernikahan itu seakan enggan mendatangi kami berdua, meskipun doi sudah menjadi istriku!  Mengapa?

Silahkan disimak kisahnya n maap..kalo agak panjang


Semua foto yang dibawah ini adalah dokumen pribadi. Harap tidak disalahgunakan!
TERIMA KASIH

AWAL KISAH
prologAne dengan pasangan Ane, sudah berhubungan hampir 6 tahun, tepatnya jadian tanggal 14 November 2006. Ane kelahiran 1987 dan doi 1989. Ane dan doi kuliah di PGSD di salah satu universtas ternama di kota Ane, dan doi adalah junior Ane. Ane BP 2005 dan doi BP 2006

Kami memiliki banyak persamaan. Yaitu : kami sama2 anak ke-4 dari 4 bersaudara. Kakak tertua sama2 perempuan, kakak kedua sama2 laki2, dan kakak ketiga sama2 perempuan

Ane tidak akan menceritakan lika-liku kisah cinta Ane dengan doi, yang penuh air mata karena saking beratnya perjuangan kami untuk mempertahankannya!  Ane kagak bakalan ngelepasin doi karna doi adalah wanita 1 dalam 1000 yang tentunya akan susah ditemui di zaman sekarang ini!

Alasannya..
Selain doi orangnya pendiam, pemalu, penyabar, lemah lembut, sopan, dan lain-lain. Doi itu orangnya muslimah banget, dari segi penampilan bahkan sikap. Doi lebih suka memakai rok panjang, hijab panjang, manset tangan, dan kaos kaki. Bahkan doi make ntu walaupun berkendara jauh dengan motor Ane. Kebetulan jarak rumah Ane dengan kampung doi menempuh perjalanan 2,5 jam. Dan doi tetep duduk menyamping selama perjalanan itu!

Ane cuma dibolehkan datang ke rumah doi pas hari raya Idul Fitri aja. Selebihnya? Kagak boleh!
Bahkan Ane dan doi jarang sekali bertemu, paling banyak hanya 2 kali sebulan. Selebihnya banyak kami habiskan dengan berkomukasi lewat handphone

Dengan doi dan keluarganya yang seperti itu, Ane pun berharap yang terbaik untuk kita berdua. Dan Ane berprinsip tidak akan menodai (walau cuma untuk memegang tangan) doi sampai kami sah secara agama dan hukum.  Alhamdulillah..semuanya berjalan di jalurNya

Kami pun diberikan banyak rezeki oleh Allah SWT. Ane diangkat menjadi PNS sebagai guru SD (lulus di ujian pertama CPNS Ane – tahun 2008) di kota Ane dan doi menjadi guru SD honorer juga di kota Ane
kita
(click to show)

Sabtu, 5 Mei 2012
konflikSingkat cerita..tanggal 1 Mei 2012, doi mengalami sakit yang berawal dari sakit biasa dan ringan saja, kayak demam dan sesak nafas. Namun..saat doi menelepon Ane, Ane ngerasa doi kesakitan banget! Ane pun menyuruh doi untuk pulang kampung, namun doi kagak kuat. Tanggal 3 Mei 2012, doi pun merasa kuat untuk pulang kampung n memutuskan berangkat sepulang mengajar menggunakan angkutan umum.

Selama doi berada di kampung, kita lebih sering berkomunikasi lewat telponan di malam hari. Ane menelpon doi ampe doi tertidur, karna memang begitulah kebiasaan doi kalo nelpon Ane

Sampai di tanggal 5 Mei 2012, Ane telponan dengan doi di sore hari. Beda dengan hari biasanya, tapi tetep..doi tertidur saat telponan dengan Ane. Malam harinya, Ane masih begadang ngetikin kerjaan Nyokap buat dibawa ke luar kota besok, dan Ane yang bakal nganterin Nyokap ke luar kota dalam perjalanan hampir 3 jam.

Pada saat Ane asyik mengetik, tiba-tiba hape Ane berbunyi. Setelah Ane liat..ternyata doi yang nelpon! Tapi kok aneh..tengah malam (kurang lebih pukul 12 malem) begini nelponnya? Kagak biasanya  Setelah Ane angkat telpon, ternyata yang bicara bukan doi namun wanita lain yang juga menggunakan logat dari darah asal doi. Karna Ane kagak mengerti, bingung, dan berpikir kalo ini salah sambung..akhirnya Ane matikan telponnya!

Namun nomor doi nelpon lagi! Ane makin bingung  Ane angkat lagi..kali ini yang bicara adalah kakak perempuan doi. Kakak doi tanpa babibu, langsung nyuruh Ane datang ke kota doi..SEKARANG JUGA!

Tengah malam begini? Menempuh 2,5 jam perjalanan kesana dalam waktu cepat?
Kakak doi minta Ane datang secepatnya, karna..DOI SEKARAT DI RS  Waduh..langsung lemes Ane dengernya sob! Langsung aja Ane sanggupin untuk menenangkan keluarga doi. Setelah menutup telpon, Ane langsung ngomong berita tersebut ke Nyokap (karna Nyokap yang masih bangun). Dengan kalimat terbata2, Ane minta izin ke Nyokap buat malam itu berangkat ke kota doi. Alhamdulillah..Nyokap ngizinin tapi dengan syarat, Ane mesti bawa sepupu cewek Ane kesana. Soalnya..Nyokap kagak mau Ane ugal2an bawa motor karna kondisi hati yang sedang semrawut. Berangkatlah Ane bareng sepupu Ane tepat jam 12 malem ke kota doi.

Perjalanan 2,5 jam, Ane tempuh dalam 1 jam saja! Kebetulan suasana tengah malem, jalanan sepi. Sepanjang perjalanan, mata Ane tanpa sadar mengeluarkan air mata  Hati Ane tidak karuan, hingga bawa motor pun kagak memperhatikan jalan. Beberapa kali sepupu Ane terombang-ambing oleh gelombang jalanan, dan sepupu Ane bilang supaya Ane sabar dan tetap hati-hati!

Hanya 1 yang ada dalam pikiran Ane, yaitu harus secepat mungkin sampai disana. SEBELUM..
Selama perjalanan itu pulalah, keluarga doi selalu menelpon Ane untuk menanyakan keberadaan Ane. Telpon inilah yang semakin membuat Ane takut, takut jika mendengarkan kabar yang tidak Ane inginkan
Minggu, 6 Mei 2012
klimaksSesampai di RS, Ane dan sepupu sudah ditunggu kakak perempuan doi di depan pintu gerbang RS. Ane pun ditunjukkan tempat doi berada. Ternyata..semua keluarga doi udah berkumpul disana, tentunya juga kedua orang tua doi. Mata mereka terlihat bengkak, sepertinya sudah banyak mengeluarkan air mata.

Selanjutnya mata Ane langsung menuju ke doi. Sungguh miris sob..terlihat doi sudah tidak berdaya lagi dengan keringat yang bercucuran tiada henti. Baju yang dikenakan doi sudah terlihat sangat basah. Ditambah dengan selang di hidungnya yang terhubung ke tabung oksigen  Sungguh..Ane tidak sanggup melihat penderitaan doi. Suaranya sayup2 sampai memanggil nama Ane. Dengan keadaannya yang lemah, doi memanggilku untuk mendekatinya.

Dengan terbata2..doi menagih janji Ane ke doi. Yap, MENIKAH! Ane dan doi udah yakin untuk menikah sejak 1 bulan jadian. Ane yang sudah menyangka hal ini akan terjadi, sudah menyiapkan mas kimpoi di dalam saku celana, yaitu uang 100 ribu rupiah. Ane menatap sepupu Ane, dan dia mengangguk tanda setuju. Akhirnya..Ane menyanggupi permintaan doi, yang bisa jadi ini adalah permintaan terakhir doi

Mulailah Ane dan Bokap doi bersalaman, dan doi menyuruh semua keluarga bahkan pegawai RS untuk menyaksikan akad nikah ini! Bokap doi yang sudah berumur, terlihat kesulitan dalam membacakannya. Sudah lama Bokap doi kagak melakukan itu, terakhir kali adalah 10 tahun yang lalu. Karna doi bersaudara berjarak hampir 10 tahun antara mereka.

Setelah percobaan ketiga, akhirnya Ane dan Bokap doi melakukannya dengan lancar. Doi pun bertanya kepada para pegawai RS, sah atau tidak. Mereka menjawab..SAH! Alhamdulillah..akhirnya di tanggal 6 Mei 2012, Ane dan doi sudah SAH menjadi SUAMI-ISTRI. Walaupun hanya dengan mas kimpoi 100 ribu rupiah dan masih secara agama saja.
akad
(click to show)

Ane dan Bokap doi membacakan akad nikah di depan doi
Doi pun terlihat mulai melemah kondisinya setelah menjadi istri Ane! Doi meminta Ane untuk memeluknya. Ane ragu, karna terdapat banyak pasang mata yang melihatnya. Keluarga doi pun mengabulkan permintaannya! Ane pun memeluk doi, istri Ane. Inilah pertama kali Ane menyentuh doi, dan itupun secara halal. Di saat Ane memeluk doi, doi mengatakan ke Ane : dalam kondisi seperti ini, doi ingin dipeluk Ane. Namun hal itu tidak mungkin jika kita belum menikah! Ane pun mendekap lebih erat tubuhnya, biar bisa memindahkan panas tubuh ini dan menghilangkan keringatnya

Tidak terasa, keadaannya semakin melemah. Doi meminta Ane memanggilkan dokter wanita (ingat..WANITA, karna doi merasa risih jika berdua aja dengan dokter pria), sekalian Ane disuruh mengisi administrasi di RS dengan status baru tentunya, SUAMI doi! Doi pun minta berbicara empat mata saja dengan sang dokter, Ane dan keluarga lainnya disuruh keluar. Sedangkan dokter menutup tirai ruangan, yang membuat suasana semakin tak menentu. Kami menunggu dengan gelisah!

Setelah berbicara begitu lama, akhirnya sang dokter keluar. Ane berharap banyak dengan ucapan dokter wanita ini. Sang dokter pun berkata bahwa doi udah bisa dibawa pulang!


Sebelumnya..
Doi sempat didiagnosa mengalami penyakit jantung. Sudah 3 dokter ahli mengatakan hal itu dengan yakin. Inilah yang bikin doi sekarat! Namun sebelum doi dibawa pulang, hasil rontgen tidak menunjukkan apa2 alias doi sehat2 aja!
BELIEVE IT OR NOT, tapi..itulah kenyataannya!

bersambung ke post#2

Original Source
:beer:


View Mobile Web Short URL: