You Now Here »

Dua Bocah Super Di Jembatan Setiabudi Kuningan  (Read 747 times - 171 votes) 

must_know

  • More Share Forum Topic
  • [MS] kepala suku
  • ******
  • must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!must_know sangat terkenal!
  • Rep Power: 6
  • Join: March 15, 2013
  • Posts: 27,779
  • Poin: 27.858
  • About me: Segera Lapor Momod Jika Konten bermasalah!
  • IP member tracker Logged
Dua Bocah Super Di Jembatan Setiabudi Kuningan
« on: April 16, 2013, 05:00:06 PM »


Tanpa disadari terkadang sikap apatis menyertai saat langkah kaki mengarungi tuk coba taklukkan ibukota negri ini. Semoga kita selalu diingatkan.

Sekedar berbagi cerita dari forum inspirasi untuk dunia Kaskus dalam keindahan hari ini :

(click to show)

Siang itu February 6, 2008 , tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil , kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan Setiabudi , dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

Kaki - kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan , menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya,lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu , duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta.

"Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama si wanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .

" Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .

" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap , ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti , lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget , setengah berteriak ia bilang "sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu , nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena si kecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka , uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya . mereka menghampiri saya dan berujar " Om, bisa tunggu ya , saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !".

" eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya ,"Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras

" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas ! saya berusaha mem-bargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat , secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari kearah saya.

" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue

" Buat apa ?" saya terbengong

" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .

Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya . Saya kalah set , ia tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya . Beberapa saat saya mematung di sana , sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu , dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.

"Terima kasih Om , !"..mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " Lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin..." percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.

Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super , kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya terenyuh , mereka berbalut baju lusuh tapi hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang Tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum baligh , memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.

YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.

Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin rizki kita berkurang sedikitpun.

"Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"

Pesan dari TS:Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah ane dan agan semua untuk lebih peka terhadap pesan-pesan TUHAN yang Ia titipkan pada mereka yang seringkali gak kita anggap. Kadang kita sulit mendengar suara Nya di dalam kesibukan bisnis kita, di tengah ambisi kita mengejar materi yang diasosiasikan dengan 'kesuksesan', ditengah hedonisme hidup mencari kesenangan semu yang berakhir pada kehampaan.
TUHAN dapat menggunakan apapun untuk menyentuh anak-anakNya, seperti ketika ia menyentuh ane dengan membaca kisah dua bocah penjaja tissue diatas.

Gantinya share hal-hal sampah dan gak berguna, mari kita saling berbagi hal-hal yang berarti, hidup ini terlalu singkat untuk dilalui dengan kesia-siaan. Isilah dengan hal-hal yang baik selagi kita bisa, karena kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi bahkan satu langkah yang ada di depan kita.

Salam Kaskus,

Yang punya pengalaman mirip
Original Posted By merucul►Ane pernah kejadiannya di perempatan lampu merah karet sob, ane beli koran tapi gak ada kembaliannya. berhubung lampu lalin udah ijo ane bilang ke dia "kembaliannya ambil aja". Besoknya, karena ane emang tiap berangkat kerja lewat sana pas lampu merah kaca mobil ane diketok2 sama nih anak, ane kira nawarin koran. ane bilang enggak tapi masih diketok2 kaca ane. dalam hati ane sewot, nih anak maksa amat sih jualan korannya. Gak taunya pas ane buka kaca dia bilang " ini om kembalian koran yg kemaren". ternyata dia ngasi duit kmbalian koran yg kemaren. Astagfirullah... ane nyesel udah berprasangka buruk.

Yang share opini-nya
Original Posted By kaitookid►sory kalo bandingin sama gepeng di jembatan penyebrangan seputar sudirman sana...

@ TS, skalian mohon share ya...

--------------------------------------------

gak jarang saya lihat gepeng duduk di sepanjang jembatan penyebrangan.. mreka selalu mengadahkan tangan tiap ada orang lewat didepan mreka..
tapi yang saya lihat, raga mreka masih pada sehat2 aja.. bahkan pernah saya lihat ada salah satu gepeng yang "pindah lapak" (mungkin krn lapak sebelumnya sepi lalu-lalang orang).

jujur, saya bukan tipe orang yang pelit sama duit utk bagi2 rezeki dgn sesama, tapi saya jauh lebih respect sama orang2 yang terlebih dahulu usaha (berjualan atau sekedar ngamen beregu) untuk mendapatkan recehan dari orang2 lewat.

jadi kesan yang di dapat tuh gak ujug2 menengadah tangan, trus dikasih duit sama orang2 lewat.. itu sama aja kayak para pekerja/karyawan yang kerjanya berdoa terus sepanjang hari sambil menengadahkan tangan trus seketika Tuhan memberikan rejeki bak jatuh dari langit.. impossible..

rezeki itu diraih dengan pengorbanan terlebih dahulu, makanya saya lebih respect dengan para pedagang kaki-lima ketimbang gepeng2 di ibukota..

kalo berkenan, pajang di pejwan ye

Yang berpesan sama ababil
Original Posted By trilogy88►good story..
inspirasi wat ababil yg cma bsa ngerek ma ortu

Yang bingung
Original Posted By bhanewmas86►bngung sob mo komen apa,
Jarang bgt ada bocah ataupun org yg hati sma pmikiran'a polos sprti ini& mereka tdak tunduk sma yg nma'a duit

Yang mengharapkan mereka sukses kelak
Original Posted By gunturkusuma►suatu saat saya ingin melihatmu sukses dik dengan kejujuranmu

Yang salut
Original Posted By doomaster►dua anak kecil itu walaupun mereka butuh duit tapi mereka ga langsung terima gitu aja duit yang dikasihiin orang lain bukan dengan kerja keras mereka salut sama dua anak itu

Yang emosi sama pejabat
Original Posted By h3nsm►Anak-anak mantaps sob yang kayak gitu. Jujur. ulet gigih pendiriannya, bertanggung jawab lagi.
Sesuatu yang pantes di tiru sama pejabat DPR yang mwnya duit mulu kagak mw kerja bikin gedek

Makasih buat , , dan sobat yang udah ngasih abu gosok.

Code: [Select]
SUMBER
http://www.gemintang.com/cerita-motivasi-inspirasi/?cat=Inspriasi

Original Source
:beer:


View Mobile Web Short URL: